Showing posts with label Kelas 4. Show all posts
Showing posts with label Kelas 4. Show all posts

Thursday, November 09, 2017

Macam-Macam Sumber Daya Alam Yang Tidak Dapat Diperbaharui

Macam-Macam Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui - Selamat datang di loker ilmu, pada kali ini kita akan mengulas lagi mengenai masalah sumber daya alam, Pada sebelumnya kita telah membahas mengenai Jenis Jenis Sumber Daya Alam Yang Dapat Diperbaharui dan Tidak Dapat Diperbaharui dan Manfaatnya Yang Ada Di Indonesia, namun pada kali ini kita akan membahas secara spesifik untuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.

Sebenarnya apasih sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui itu ? Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui merupakan suatu sumber daya yang di ambil dari alam dan jika digunakan secara terus menerus sumber daya tersebut akan habis, dari sini kita sudah tau resiko penggunaan sumber daya yang tidak dapat di perbaharui secara terus menerus.

Berikut adalah contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui

a. Batu Bara
Batu bara berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang hidup jutaan tahun yang lalu. Sisa-sisa tumbuhan tersebut terkubur di dalam tanah. Batu bara terbentuk apabila lapisan pasir dan tanah menutup tumbuhan keras yang ada di dataran rendah. Lama-kelamaan materi tumbuhan tersebut membentuk bahan berwarna cokelat dan keras yang disebut gambut.

Berjuta-juta tahun kemudian, lapisan batuan yang menutupi gambut makin banyak. Tekanan dari batuan akan mengubah gambut menjadi lignit (batu bara muda). Lapisan batuan yang menutupi lignit dari tahun ke tahun selalu bertambah. Hal ini, menyebabkan tekanan pada lignit makin bertambah. Akibatnya, lignit dapat berubah menjadi bitumen. Akhirnya, tekanan dan panas yang sangat tinggi yang ditimbulkan oleh batuan di atasnya akan mengubah bitumen menjadi antrasit atau batu bara tua. Batu bara banyak terdapat di Ombilin, Sawah Lunto, dan Bukit Asam.

b. Minyak Bumi
Minyak bumi terbentuk dari hewan-hewan kecil atau protozoa yang mati di dalam laut. Hewan-hewan yang mati tersebut lalu tertutup lumpur dan pasir secara perlahan-lahan. Lama-kelamaan timbunan lumpur dan pasir tersebut makin tebal dan memberi tekanan sehingga menyebabkan perubahan materi hewan menjadi minyak bumi dan gas alam.

Penambangan minyak bumi akan menghasilkan minyak mentah. Minyak mentah tersebut kemudian diolah atau disuling. Proses penyulingan akan menghasilkan bahanbahan sebagai berikut.
1) Bensin, untuk bahan bakar kendaraan bermotor.
2) Solar, untuk bahan bakar mesin diesel.
3) Minyak tanah atau kerosin, untuk bahan bakar lampu minyak dan kompor.
4) Vaselin, untuk kosmetik, salep, dan obat-obatan.
5) Parafin, untuk bahan pembuat lilin.
6) Oli, untuk pelumas gigi roda.
7) Aspal, untuk pembuatan jalan raya.

c. Gas Bumi (Gas Alam)
Gas bumi berasal dari pengeboran yang mengenai lapisan gas. Gas yang dihasilkan tersebut disebut gas bumi atau gas alam yang diubah dalam bentuk cair. Gas bumi biasanya digunakan di pabrik-pabrik. Tetapi sekarang, gas bumi banyak digunakan untuk keperluan rumah tangga, yaitu sebagai bahan bakar kompor gas. Gas bumi banyak terdapat di Arun, Bontang, dan Pulau Natuna.

d. Besi
Besi adalah logam yang paling banyak digunakan oleh manusia. Besi banyak digunakan sebagai kerangka bangunan, alat-alat pertukangan, pagar halaman, dan sebagainya. Bijih besi juga merupakan bahan dasar pembuatan baja. Baja yang tahan karat disebut stainless steel. Baja yang tahan karat terbuat dari campuran besi, nikel, dan krom.

e. Aluminium
Aluminium berasal dari bijih aluminium yang sering disebut bouksit. Aluminium sangat baik sebagai penghantar panas, tahan karat, ringan, serta mengkilap indah bila dipoles. Aluminium dapat digunakan untuk membuat alat-alat rumah tangga, bahan bangunan, alat-alat kendaraan, dan badan pesawat terbang. Bouksit terdapat di Pulau Bintan dan Sinkawang.

f. Timah
Timah dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu timah hitam dan timah putih. Timah hitam sering digunakan sebagai campuran logam seperti seng. Timah putih digunakan untuk mematri dan melapisi logam lain agar tidak berkarat. Campuran timah dan seng menghasilkan kuningan. Timah terdapat di Sungai Liat, Manggar, Bangkinang, dan Pulau Singkep.

j. Tembaga
Tembaga adalah logam yang lunak sehingga sering digunakan sebagai bahan campuran beberapa logam lainnya. Perunggu adalah campuran antara tembaga, timah, dan seng. Tembaga juga digunakan untuk membuat kabel listrik karena tembaga merupakan logam penghantar listrik yang paling baik. Tembaga terdapat di Tembagapura (Papua).

k. Emas
Emas adalah salah satu barang tambang dalam bentuk logam dasar. Emas termasuk logam yang tahan lama, berwarna indah, dan tidak bereaksi terhadap asam sehingga tahan karat. Emas banyak digunakan orang sebagai bahan pembuat perhiasan, seperti kalung, gelang, dan cincin. Emas terdapat di Cikotok (Jawa Barat).

l. Nikel
Nikel adalah logam yang tahan karat dan warnanya mengkilap. Nikel sering digunakan untuk melapisi besi agar mengkilap dan tahan karat. Nikel terdapat di Soroako, Pomala, dan Pegunungan Verbek.

2. Pelestarian Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui
Seiring dengan kemajuan teknologi, logam banyak digunakan untuk berbagai keperluan hidup manusia. Agar kebutuhan logam terpenuhi, manusia melakukan penambangan logam secara besar-besaran. Apabila hal ini terusmenerus terjadi, lambat laun persediaan sumber daya alam berupa logam akan habis. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya agar kita dapat mempertahankan kelestarian sumber daya alam tersebut. Upaya-upaya yang dapat dilakukan, antara lain:
a. melakukan perlindungan dan pengawasan terhadap tindakan penambangan,
b. mengadakan penghematan pemakaian logam, dan
c. mengadakan daur ulang logam.
Dapatkah kamu menunjukkan contoh upaya-upaya
yang lainnya ?

3. Contoh penggunaan SDA yang tidak dapat diperbaharui
a. Industri batu bara
b. Industri minyak bumi
c. Penambangan emas
d. Industri biji besi
e. Industri alat transportasi.

Itulah ulasan mengenai sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui, semoga dapat membantu sobat :)
Jangan lupa share ya :)

Wednesday, November 08, 2017

Struktur Akar Beserta Fungsinya dan Macam Macam Jenis Akar Pada Tumbuhan

Struktur Akar beserta fungsinya dan macam macam jenis akar pada tumbuhan - Selamat datang di loker ilmu, hay sobat loker pada kali ini kita akan membahas mengenai struktur akar pada tumbuhan, Coba sobat fikirkan ke arah manakah akar tumbuh? Akar tumbuh ke arah pusat bumi. Akar umumnya tumbuh ke dalam tanah. Akar dibedakan menjadi beberapa bagian, di antaranya rambut akar (bulu akar) dan tudung akar. Rambut akar merupakan jalan masuk air dan zat hara dari tanah ke dalam tubuh tumbuhan. Tudung akar berfungsi melindungi akar saat menembus tanah.

Morfologi (struktur luar) akar.
Ukuran panjang akar tergantung pada jenis tumbuhan. Panjang akar dipengaruhi oleh faktor eksternal. Faktor eksternal yang mempengaruhi panjang akar misalnya porositas tanah, tersedianya air dan mineral dalam tanah, serta kelembapan tanah. Misalnya, tumbuhan yang hidup di gurun memiliki akar yang panjang.
Morfologi akar tersusun atas batang akar, ujung akar, tudung akar, dan rambut akar.

Morfologi (struktur luar)
akar tersusun atas rambut akar, batang akar, ujung akar, dan tudung akar.
Ujung akar merupakan titik tumbuh akar. Ujung akar terdiri dari jaringan meristem yang sel-selnya berdinding tipis dan aktif membelah diri. Ujung akar dilindungi oleh tudung akar (kaliptra). Tudung akar berfungsi untuk melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah. Untuk memudahkan akar menembus tanah, bagian luar mengandung lendir.

Pada akar, terdapat rambut-rambut akar yang merupakan perluasan permukaan dari sel-sel epidermis akar. Adanya rambut-rambut akar akan memperluas daerah penyerapan air dan mineral. Rambut-rambut akar hanya tumbuh dekat ujung akar dan umumnya relatif pendek. Bila akar tumbuh memanjang ke dalam tanah maka pada ujung akar yang lebih muda akan terbentuk rambut-rambut akar yang baru, sedangkan rambut akar yang lebih tua akan hancur dan mati.

Anatomi (struktur dalam) akar.
Bila akar tumbuhan dikotil maupun monokotil disayat melintang, kemudian diamati di bawah mikroskop akan tampak bagian-bagian dari luar ke dalam, yaitu epidermis, korteks, endodermis, dan stele (silinder pusat).

Epidermis akar (kulit luar).
Epidermis akar merupakan lapisan luar akar. Epidermis akar terdiri dari selapis sel yang tersusun rapat. Dinding sel epidermis tipis dan mudah dilalui oleh air. Sel-sel epidermis akan bermodifikasi membentuk rambut-rambut akar.

Korteks akar (kulit pertama).
Korteks akar terdiri dari beberapa lapis sel yang berdinding tipis. Di dalam korteks akar terdapat ruang-ruang antarsel. Ruang antarsel berperan dalam pertukaran gas. Korteks berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.

Endodermis akar.
Endodermis akar terdiri dari selapis sel yang tebal. Bentuk dan sususan sel-sel endodermis berbeda dengan bentuk dan susunan sel-sel di sekitarnya. Oleh karena itu, batas korteks dengan endodermis terlihat jelas jika diamati di bawah mikroskop. Endodermis berperan sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.

Stele akar (silinder pusat)
Stele pada akar tersusun atas perisikel (perikambium), xilem (pembuluh kayu), dan floem (pembuluh tapis). Perisikel merupakan lapisan terluar dari silinder pusat yang terdiri dari satu atau beberapa lapisan sel. Perisikel berfungsi dalam pertumbuhan sekunder dan pertumbuhan akar ke samping. Sedangkan xilem dan floem yang merupakan berkas pembuluh angkat terletak di sebelah dalam perisikel. Pada akar tumbuhan monokotil terdapat empulur, sedangkan pada akar tumbuhan dikotil tidak terdapat empulur.

Berdasarkan jenisnya, akar tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu akar serabut dan akar tunggang.

1. Akar Serabut
Akar serabut memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Berbentuk seperti serabut.
b. Bagian ujung dan pangkal berukuran hampir sama besar.
c. Semua bagian akar keluar dari pangkal batang.

Akar serabut dimiliki oleh tumbuhan biji berkeping satu (monokotil), misalnya rumput, padi, jagung, tebu, kelapa, dan tumbuhan yang dicangkok.

2. Akar Tunggang
Akar tunggang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Memiliki akar pokok.
b. Akar pokok bercabang-cabang menjadi bagian akar yang kecil.
c. Perbedaan akar pokok dan akar cabang sangat nyata.
Akar tunggang dimiliki oleh tumbuhan biji berkeping dua (dikotil), misalnya mangga, jeruk, rambutan, dan kacang-kacangan.

Selain kedua akar di atas, terdapat beberapa akar khusus yang hanya dimiliki oleh tumbuhan tertentu. Tahukah kamu akar apa sajakah itu? Mari kita simak satu per satu!

1. Akar Gantung
Akar ini tumbuh dari bagian batang tumbuhan di atas tanah. Akar ini menggantung dan tumbuh ke arah tanah. Tumbuhan yang mempunyai akar gantung, misalnya pohon beringin.

2. Akar Tunjang
Akar ini tumbuh dari bagian bawah akar ke segala arah. Akar tersebut seakan-akan menunjang batang agar tidak rebah. Tumbuhan yang memiliki akar tunjang, misalnya pohon bakau dan pandan.

3. Akar Napas
Akar napas tumbuh tegak lurus ke atas, sehingga muncul dari permukaan tanah atau air. Akar napas ada yang dimiliki tumbuhan darat (tumbuh di darat) dan ada yang dimiliki tumbuhan air. Akar napas merupakan cabang-cabang akar. Akar napas memiliki banyak celah untuk jalan masuk udara, misalnya akar pohon kayu api.

4. Akar Pelekat
Akar ini tumbuh di sepanjang batang. Akar tersebut berguna untuk menempel pada kayu, tumbuhan lain, atau tembok. Akar pelekat dimiliki tumbuhan yang memanjat, misalnya akar tumbuhan lada dan sirih. Pada dasarnya, akar bagi tumbuhan mempunyai kegunaan sebagai berikut.
1. Akar menunjang berdirinya tumbuhan.
2. Akar menyerap air dan garam mineral dari dalam tanah.
3. Akar dapat menyimpan cadangan makanan, seperti pada wortel dan singkong.
4. Akar digunakan untuk bernapas, misalnya akar napas pada pohon kayu api.
5. Bagi manusia, akar bermanfaat sebagai sumber makanan (ubi kayu, wortel); bahan obat-obatan (jahe, kunyit); dan bumbu masakan (kunyit, laos).

Bagian Bagian Akar
1. Tudung akar  adalah akar yang hidup dibagian ujungnya yang bernama Kaliptra yang memiliki sel jaringan parenkim yang didalamnya mengandung  sari tepung. Fungsi Kaliptra adalah menjaga dan merawat sistem kinerja nya sekaligus bertugas melembabkan akar agar tidak mengalami gesekan dengan partikel tanah. Daerah pengembangan sel akar yang berbeda fungsi. Jenis sel akar yang dimaksud adalah akar tumbuhan monokotil dan dikotil sebagai pembelahan sel untuk proses pertumbuhan akar selanjutnya sebagai daerah menetapnya rambut rambut akar

2. Inti akar adalah bagian akar yang berada pada pusat akar yaitu ditengah seputar bonggol akar. Inti akar terbagi menjadi dua bagian, terdiri dari: Pembuluh tapis yang berfungsi membantu dan melancarkan proses fotosintesa . Pembuluh kayu yang berfungsi menyebarkan air dan nutrisi makanan menuju tulang daun.

3. Rambut akar  mempunyai karakter unik yaitu berserabut tidak beraturan tetapi berstruktur halus yang melekat kuat pada kulit akar bagian luar yang berfungsi menyerap semua air dan garam mineral yang ada dikedalamam tanah.

 4. Batang akar – Batang akar adalah batang yang terletak ditengah tengah diantara pangkal akar dan ujung akar yang berkembang dan tumbuh bercabang cabang  dalam skala bentuknya yang kecil kecil.

5. Ujung akar – Bagian akar yang termuda dan seperti tunas yang terus menerus mengalami pertumbuhan dan pergantian akar baru pada waktu yang sudah menjadi ketentuan sel akar.

Pembagian Akar

1. Akar Serabut (monokotil karena tumbuhan berkeping satu)
Akar serabut mempunyai karakter akar yang berbentuk serabut tidak beraturan tetapi memiliki rongga untuk berinteraksi dengan oksigen diudara. yang berukuran kecil sama dengan ukuran batang tumbuhannya. Akar serabut yang hanya dimiliki oleh tumbuhan monokotil, yang fungsinya  Memperkokoh dan menjadi pondasi berdirinya batang pohon Contohnya tumbuhan padi dan kelapa atau tanaman hasil cangkokan.

Akar adalah bagian tumbuhan yang masuk ke dalam tanah dan memiliki banyak peran bagi tumbuhan itu sendiri misalnya menyerap air, mineral untuk di bawa ke bagian tumbuhan yang membutuhkan. Akar pada tumbuhan dibedakan atas akar serabut dan akar tunggang. Akar serabut adalah akar yang keluar dari bagian pangkal batang dan terlihat bergerombol untuk menggantikan akar tunggang yang tidak mengalami perkembangan. Akar serabut memiliki bentuk seperti anyaman akar yang berbentuk seperti benang, akar ini menyebar di bawah tanah.

Ciri ciri akar serabut sangat berbeda dengan akar tunggang, namun sering kali kita sulit mengidentifikasi apakah sebuah akar itu serabut atau tunggang. Nah berikut ini ciri ciri akar serabut
- Bentuk akar serabut mirip serabut
- Ukuran akar serabut relatif kecil,
- Tempat tumbuhnya pada bagian pangkal batang,
- Besar setiap akar serabut cenderung hampir sama semua
- Akar serabut biasanya dimiliki oleh tumbuhan berkeping satu (monocotil) seperti kelapa, jagung, padi.
- Akar serabut tidak begitu dalam tertancap ke tanah.
- Akarnya bercabang – cabang,
- Sistem perakaran serabut lemah sehingga pohonnya mudah rebah bila di tiup angin kencang.

Fungsi Akar serabut
Fungsi akar serabut adalah untuk membuat tanaman menjadi kokoh walaupun ternyata perakaran serabut lebih lemah dibandingkan dengan akar tunggang. Fungsi lain dari akar serabut adalah untuk menyerap air dan zat – zat mineral dari dalam tanah menuju ke bagian tubuh yang membutuhkan.

Akar serabut berdasarkan dari karakter dan fisiknya dapat digolongkan menjadi beberapa bagian :
  • Akar tombak (fusi form) – Jika  batangnya tumbuh melebar dibagian pangkalnya dan  diseluruh bagian ujung akar serabut berbentuk meruncing tajam. akar tombak berfungsi sebagai tempat cadangan makanan dan terdapat pada Lobak atau wortel (baca : manfaat cadangan makanan bagi tumbuhan)
  • Akar gasing (Napi form) – Jika batang akar pangkalnya membesar dan melebar berbebtuk bulat telur, akar serabutnya akan berubah menjadi meruncing dan dapat digunakan sebagai cadangan makanan. Akar gasing terdapat pada bengkoang yang terbagi menjadi Akar benang (Fili form) batang akarnya berbentuk kecil kecil, berukuran teratur dan horizontal. ini ada pada tumbuhan kacang panjang
  • Serabut akar – Serabut akar adalah gerombolan akar yang ada pada bonggol tumbuhan yang besar. Fungsinya tempat penopang dan pondasi berdirinya batang tumbuhan, sebagai penyerap air dan segala partikel mineral dari dalam tanah, mampu mencegah erosi tanah
2. Akar tunggang (dikotil karena tumbuhan berkeping satu)
Akar tunggang memiliki dua fase pertumbuhan terdiri dari fase pertumbuhan primer dan fase sekunder. Akar radikalnya menjadi akar tunggang yang bergabung dengan akar lateral, akar epidermis dan koteks.

Akar tunggang adalah akar tanaman yang berupa akar besar dan bagian dari kelanjutan batang.Pada bagian akar utama tersebut terdapat banyak cabang akar yang berukuran lebih kecil dari akar utama. Tanaman yang memiliki akar tunggang biasanya terdapat pada tanaman yang berkeping dua (dikotil) contohnya adalah mangga, jeruk, melinjo, rambutan,jambu dan masih banyak contoh lainnya.

Ciri ciri akar tunggang
Ciri – ciri akar tunggang cukup mudah dikenali karena sangat banyak tanaman yang memiliki akar tunggang berikut ini ciri – ciri akar tunggang
1. Terdapat pada tanaman dikotil (biji berkeping dua).
2. Akaranya kuat untuk menopang berdirinya tanaman sehingga kokoh walaupun diterjang angin kencang.
3. Memiliki akar primer

Fungsi akar tunggang
Fungsi akar tunggang cukup banyak bagi tanaman seperti memperkokoh tanaman agar tidak mudah rubuh, menyerap air dan unsur hara yang ada dari dalam tanah untuk digunakan tumbuha, berperan sebagai alat reproduksi, berfungsi untuk meynyimpan cadangan makanan pada jenis tertentu.  Tanaman yang bisa menyimpan cadangan makanan di akar contohnya adalah ubi, wortel dan kentang

Perbedaan akar monokotil dan dikotil

Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan akar monokotil dan dikotil :
a. Kambium
-Akar dikotil mempunyai kambium bahkan dalam jumlah besar
-Akar monokotil tidak mempunyai kambium
b. Jumlah lengannya
-Akar monokotil mempunyai jumlah lengan proto xilem lebih dari 13 buah
-Akar dikotil mempunyai jumah lengan xilem  terbatas hanya berkisar 2 sampai 6 buah saja
c. Letak xilem
-Akar monokotil memiliki letak xilem dan floem berbentuk silang menyilangyang tersusun rapih
-Akar dikotil memiliki  xilem yang berada didaalam floem.
d. Empulur (pusat akar)
-Akar monokotil memiliki empulur
-Akar dikotil tidak memiliki empulur
e. Persikel
-Akar monokotil mempunyai persikel dengan lapisan sel yang berdinding kuat dan kokoh
-Akar dikotil mempunyai persikel  dengan lapisan satu sel saja dan bercabang dengan ruas yang banyak
f. Batas ujung akar
-Pada akar monokotil batas ujung akarnya bisa terlihat jelas
-Pada akar dikotil batas ujung akar tidak terlihat

Itulah pembahsan mengenai topik kali ini semoga dapat membantu sobat :)
Jangan lupa share :)

Tuesday, November 07, 2017

Bagian Bagian Telinga Pada Manusia

bagian bagian telinga dengan penjelasannya | Fungsi telinga, cara kerja telinga dan cara merawat telinga - Selamat datang di Loker ilmu, hay sobat loker pada kesempatan kali ini kita akan membahas salah satu indra manusia yaitu indra pendengaran, indra penderngaran sendiri terletak pada bagian telinga. Telinga merupakan indra pendengar yang peka terhadap rangsang bunyi. Seperti halnya mata, telinga juga terdiri atas bagian-bagian penyusunnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tentang bagianbagian telinga berikut ini!

Telinga manusia terdiri atas tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.
1. Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga (aurikula), saluran telingan luar (analis auditoris eksternal), dan gendang telinga (Membran Timpani) yang membatasinya dengan telinga dalam. Bagian-bagian telinga luar dan fungsinya dapat dijelaskan sebagaimana berikut.

  • Aurikula (daun telinga) adalah bagian yang tersusun oleh tulang rawan. Bagian ini memiliki bentuk yang khas sehingga menunjang fungsinya  dalam memusatkan gelombang suara agar masuk ke dalam teling.
  • Analis auditoris eksternal (saluran telingan luar) adalah bagian yang memiliki kenecjar sudorifera. Kelenjar ini menghasilkan cairan serumen yang dapat mengeras. Cairan serumen yang dihasilkan kelenjar sudorifera berbau tidak sedap dan berfungsi membersihkan kotoran dan mencegah masuknya serangga.
  • Membran timpani (gendang telinga) adalah bagian telinga luar yang berfungsi sebagai penangkap gelombang suara.

2.  Telinga tengah merupakan rongga yang berisi udara dan menjaga tekanan udara tetap seimbang. Dinding dari bagian ini dilapisi oleh sel epite. Fungsi Utamanya adalah untuk meneruskan Suara yang diterima dari Telinga Luar ke Telinga Bagian Dalam. Pada telinga bagian tengah terdapat Tuba Eustachius, yaitu bagian yang menghubungkan telinga dengan rongga mulut (faring). Tuba Eustachius Ini berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara antara telinga bagian luar dengan telinga bagian tengah.

Tuba eustachius selalu menutup kecuali ketika kita sedang menelan atau menganga, oleh karenanya saat telinga berdenging, kita disarankan untuk menelan atau menganga. Berdenging pada telinga biasanya terjadi karena tekanan udara yang terlalu rendah di dalam rongga telinga. Untuk menyeimbangkan tekanan tersebut, menganga atau menelan adalah cara paling ilmiah yang dapat dilakukan.

Telinga tengah tersusun dari 3 tulang pendengaran utama yaitu tulang martil (maleus), tulang landasan (incus), dan tulang sanggurdi (stapes). Ketiga tulang ini saling terkait dan dapat bergerak karena dihubungkan oleh persendian.  Ketiga tulang pendengaran utama ini terangkai sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi untuk mengirimkan getaran yang diterima dari membran timpani di telinga bagian luar menuju ke jendela oval di telinga bagian dalam..

3. Telinga dalam (labirin) merupakan bagian telinga yang terletak paling dalam. Bagian telinga ini dalam tersusun atas bagian tulang (labirin osea) dan bagian membran (labirin membran).  Labirin osea adalah rongga yang di dalamnya berisikan cairan perilimfe yang terdapat pada tonjolan tulang pelipis, sementara labirin membran terdapat  pada tempat yang lebih dalam lagi dan dilapisi oleh sel epitel berisi cairan endolimfe.

Labirin osea atau tulang labirin tersusun atas 3 bagian utama yang memiliki fungsi masing-masing, yaitu :
  • Koklea (rumah siput) yang berfungsi menunjang pendengaran, vestibuli berfungsi menjaga keseimbangan, dan kanalis semisirkurali berfungsi menjaga tekanan. Koklea berbentuk seperti tabung bengkok berlilit yang mengelilingi tulang sehingga menyerupai kerucut di ujungnya. Bagian ini berfungsi sebagai reseptor dari gelombang bunyi yang diterima telinga karena memiliki banyak sel saraf di dalamnya.
  • Vestibuli terdiri dari sakula dan utrikula yang disusun oleh macula acustika, sel rambut berstruktur khusus. Macula acustika pada sakula tersusun vertikal, sementara macula acustika pada utrikula tersusun horizontal.
  • Kanalis semisirkularis berupa saluran setengah lingkaran pada telinga dalam yang tersusun atas 3 saluran semisirkularis, kanalis semisirkularis horizontal, kanalis semisirkularis vertikal superior, dan kanalis semirikularis vertikal posterior.

Fungsi bagian-bagian telinga
1) Daun telinga: Fungsi daun telinga adalah untuk mengumpulkan suara. Daun telinga juga dapat memperbesar (mengamplifikasi) suara dan mengarahkannya ke saluran telinga. Ketika memantul pada daun telinga, suara juga mengalami proses penyaringan yang akan memberikan informasi mengenai lokalisasi suara.

Fungsi daun telinga adalah untuk mengumpulkan suara. Daun telinga juga dapat memperbesar (mengamplifikasi) suara dan mengarahkannya ke saluran telinga. Ketika memantul pada daun telinga, suara juga mengalami proses penyaringan yang akan memberikan informasi mengenai lokalisasi suara.

Amplitudo berarti terkait dengan keras lemahnya volume suara. Struktur daun telinga yang rumit dan bergelombang berfungsi untuk mengubah amplitudo gelombang suara yang datang. Dengan demikian, suara-suara yang datang diperkuat dalam rentang frekuensi yang dapat diterima telinga manusia.

Ketika gelombang suara datang dan mengenai daun telinga, maka syaraf-syaraf daun telinga akan menjalankan proses penyaringan informasi untuk mengetahui darimana suara itu berasal. Oleh karena itu, walaupun dengan mata tertutup manusia selalu mengetahui dari arah mana suara yang didengar berasal, seperti dari arah belakang, depan, kanan, kiri, bahkan jauh dekat.

2) Lubang telinga : Fungsi dari lubang telinga adalah jalan masuk suara ke dalam telinga.

3) Saluran esestachius: Fungsi saluran eustachius adalah menghubungkan telinga bagian tengah ke bagian belakang tenggorokan. Saat Anda menelan atau menguap, saluran ini terbuka sebentar untuk membiarkan udara masuk, yang membuat tekanan di telinga bagian tengah dan tekanan di luar telinga menjadi sama.

4) Selaput gendang: Gendang telinga atau membrana tympani adalah selaput atau membran tipis yang memisahkan telinga luar dan telinga tengah. Ia berfungsi untuk menghantar getaran suara dari udara menuju tulang pendengaran di dalam telinga tengah.

Gendang telinga sendiri terdiri dari 3 lapisan yaitu : lapisan paling luar yang berhubungan dengan kulit telinga bagian luar, lapisan paling dalam yaitu membran mukosa berhubungan dengan telinga bagian tengah, diantaranya terdapat lapisan yang tersusun atas serat radial dan sirkular berfungsi untuk memberikan tegangan dan kelenturan gendang telinga. Pada gendang telinga terdapat pembuluh darah untuk asupan nutrisi dan serabut saraf sehingga sensitif terhadap nyeri.

5) Kelenjar minyak: Fungsi kelenjar minyak pada telinga bagian luar adalah untuk menyaring udara yang membawa gelombang suara yang masuk kedalam telinga. Sehingga telinga tidak mengalami infeksi karena kotoran dari luar.

6) Saluran pendengaran: Fungsi dari saluran pendengaran adalah menghubungkan suara ke gendang telinga.

7) Tulang pendengar (tulang marti, landasan, sanggurdi) : Fungsi dari tulang pendengaran adalah memperkuat getaran ke tingkap jorong.

8) Tingkap jorong dan tingkap bundar : Berfungsi untuk menghubungkan getaran suara ke otak.

9) Rumah siput : Rumah Siput merupakan struktur berbentuk spiral berukuran sebesar kacang polong yang berada di bagian dalam telinga. Koklea berfungsi untuk mengubah bunyi dari getaran mekanis menjadi sinyal, yang dikirimkan ke otak melalui saraf auditori.

10) Saraf pendengar menghubungkan getaran suara ke otak.

11) Alat keseimbangan terdapat pada rumah siput.

Cara Kerja Telinga
Daun telinga merupakan corong yang berguna untuk mengumpulkan getaran bunyi. Bunyi tersebut kemudian masuk ke lubang telinga hingga mencapai gendang telinga. Gendang telinga pun lalu bergetar. Getaran gendang telinga menggetarkan tulang-tulang pendengaran sehingga sampai pada cairan limfa yang berada di dalam rumah siput. Getaran cairan limfa merangsang ujung-ujung saraf yang kemudian menyampaikan rangsang bunyi ke otak. Otak pun lalu merespon dan akibatnya kita bisa mendengar bunyi.

Baca Juga : Algoritma Komputer | Pengertian, Fungsi Dan Contoh Sederhana

Pemeliharaan Telinga
Bagaimanakah telinga yang sehat itu? Telinga yang sehat adalah telinga yang tidak kotor, tidak lembab, dan tidak berbau. Tahukah kamu cara menjaga agar telinga tetap sehat? Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan agar telinga kita tetap sehat.
1) Bersihkan telinga secara teratur agar telinga tidak tersumbat. Pada saat membersihkan, lakukan dengan hati-hati agar tidak merobek gendang telinga.
2) Usahakan telinga selalu berada dalam keadaan kering.
3) Hindarilah mendengar bunyi yang terlalu keras, seperti bunyi petir, atau suara mesin yang bising. Tutuplah telinga apabila mendengar bunyi yang keras.
4) Keringkan telinga dengan kain yang halus setelah mandi atau berenang.
5) Bersihkan bagian luar telinga secara teratur.
6) Apabila dirasa ada gangguan pada telinga, segeralah periksa ke dokter THT.

Tindakan perawatan dan pemeliharaan telinga penting dilakukan agar telinga terhindar dari penyakit atau gangguan. Beberapa penyakit atau gangguan yang sering terjadi pada telinga antara lain sebagai berikut.
1) Tuli atau tidak dapat mendengar, dapat dialami sejak kecil atau setelah dewasa.
2) Gendang telinga pecah.
3) Liang telinga tersumbat.
4) Saraf pendengaran rusak.
5) Pengapuran pada tulang pendengaran.
6) Keluar cairan berbau busuk dari telinga karena radang.
7) Bisul atau luka yang terjadi karena infeksi.

Itulah sedikit ulasan mengenai pembahasan kita kali ini semoga dapat membantu sobat loker :)
Jangan lupa share ya :)

Friday, November 03, 2017

Macam Macam Sendi Dengan Letak dan Fungsinya Beserta Gambar

macam macam sendi dengan letaknya dan fungsi beserta gambar - Selamat datang di Lokerilmu, Hay sobat Loker, Pernah kah sobat loker memperhatikan pintu rumah ? tau tidak kenapa pintu rumah dapat bergerak membuka dan menutup, itu karena adanya engsel yang mempermudah gerak pintu tersebut. Lantas bagaimana keadaan tulang yang satu dengan yang lainnya pada tubuh sobat? Sedangkan tulang pada manusia saling berhubungan satu dengan lainnya.

Sendi Adalah

Suatu struktur khusus yang merupakan penghubung antar tulang agar bisa tetap bergerak kesana kemari adalah pengertian sendi. Hubungan antar ini juga sering disebut dengan sebutan artikulasi. Fungsi utama adalah untuk memberi akses dan gerakan pada tempatnya, juga sebagai poros anggota gerak tubuh.

Keadaan sendi pada tulang manusia sebenarnya sama seperti engsel tersebut. Hanya saja, persendian pada manusia dibedakan atas yang dapat digerakkan dan yang tidak dapat digerakkan. Pada tulang tengkorak terdapat beberapa tulang. Apakah masing-masing tulang penyusun tengkorak dapat digerakkan? Jawabannya tidak, jika tidak dapat di gerakkan berarti itu sendi mati. Jadi hubungan tulang tengkorak (sutura) merupakan sendi mati.

Baca Juga : Contoh puisi Terima kasih Pendek Tentang Ibu tersayang , Niat Puasa Senin Kamis : Tata Cara, Keutamaan, Keistimewaan Dan Manfaat

Macam - Macam Sendi Berdasarkan Sifat Geraknya

pada manusia sendi yang memiliki ruang gerak di bedakan menjadi beberapa jenis yaitu ada 5 ( lima ), sendi peluru, sendi geser, sendi pelana, sendi putar, dan sendi engsel untuk penjelasannya sebagai berikut :

1) Sendi Engsel

gambar sendi engsel
Sendi engsel merupakan bentuk hubungan dua tulang yang hanya memungkinkan terjadinya gerakan ke satu arah. Sendi engsel seperti pintu yang dapat kita buka ke satu arah saja. Contoh sendi engsel adalah hubungan antartulang pada lutut, siku, dan antar ruas-ruas jari.



gambar sendi geser

2) Sendi Geser


Sendi geser merupakan bentuk hubungan dua tulang yang memungkinkan terjadinya sedikit gerakan. Bentuk sendi geser dapat dijumpai pada hubungan antartulang-tulang pergelangan tangan dan tulang-tulang pergelangan kaki.



3) Sendi Pelana

gambar sendi pelana
Sendi pelana merupakan bentuk hubungan dua tulang, di mana kedua ujung tulang berbentuk pelana kuda. Contoh sendi pelana adalah hubungan antara tulang-tulang telapak tangan dengan tulang ruas jari tangan.



4) Sendi Putar

gambar sendi putar
Sendi putar merupakan bentuk hubungan dua tulang yang memungkinkan tulang yang satu bergerak mengitari ujung tulang yang lain. Contoh sendi putar adalah hubungan antartulang atlas dengan tulang pemutar dan tulang pengumpil dengan tulang hasta.



5) Sendi Peluru

gambar sendi peluru
hubungan antar tulang yang memungkinkan gerak ke segala arah. Contoh sendi peluru adalah persendian antara tulang paha dan tulang gelang panggul serta antara persendian pangkal lengan atas dan gelang bahu.

Macam - Macam Sendi Berdasarkan Sifat Gerak

1. Sendi mati (sinartrosis)

Sendi mati adalah persendian yang tidak dapat digerakkan karena terbentuk dari hubungan antartulang yang erat.
Contoh sendi mati adalah Persendian pada tulang tengkorak dan gelang panggul.

2. Sendi kaku (amfiartrosis)

Sendi kaku adalah persendian yang memungkinkan terjadinya sedikit gerakan.
Contoh sendi kaku adalah Persendian pada tulang pergelangan tangan dan kaki, persendian antara tulang rusuk dan tulang dada.

Baca juga :   10+ Contoh Cerpen Singkat Terbaru , Lafadz Niat Qadha Puasa Ramadhan Lengkap Arab, Latin dan Artinya

3. Sendi gerak (diartrosis)

Sendi gerak adalah  persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan yang lebih bebas. Pada kedua ujung tulang yang saling berhubungan terbentuk rongga sendi yang berisi minyak sendi (cairan sinovial). Minyak sendi dihasilkan oleh membran sinovial yang melapisi persendian.

Itulah pembahasan topik kita kali yang mengenai sendi dan letaknya semoga sobat terbantu :)
Jangan lupa share ya :)