Showing posts with label Ips. Show all posts
Showing posts with label Ips. Show all posts

Sunday, March 25, 2018

Kenampakan Alam Di Indonesia

Indonesia adalah negara yang luas, memiliki berbagai macam bentuk muka bumi, mulai dari bentuk dataran rendah, dataran tinggi, gunung, jejeran gunung yang disebut dengan pegunungan sampai dengan danau, pantai dan laut.
Kenampakan alam dapat dibagi atau digolongkan menjadi dua macam, yaitu kenampakan alam daratan dan kenampakan alam perairan.


Berikut ini penjelasannya:

A. Kenampakan Alam Wilayah Daratan

Apakah wilayah daratan itu? Kenampakan daratan atau wilayah daratan merupakan bagian wilayah bumi yang tidak tergenang oleh air. Daratan adalah tempat untuk kita berpijak. Daratan memiliki beraneka macam bentuk, dianataranya yaitu: gunung, pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah dan pantai.

1. Gunung

Gunung adalah bagian bumi yang menonjol. Gungung lebih tinggi dari daerah di sekitarnya.   , tingginya lebih dari 600m di atas permukaan laut. Gunung terdiri dari tiga bagian. Yaitu puncak, lereng dan kaki gunung. Tanah yang berada di sekitar gunung sangat subur.  Hal itu karena tanah disekitar gunung mengandung fosfor dan silika yang berasal dari letusan gunung. Hal ini menyebabkan lereng dan kaki gunung banyak ditumbuhi pohon-pohon lebat dan cocok untuk kegiatan perkebunan. Gunung terdiri dari dua macam, yaitu gunung berapi dan gunung tidak berapi.


Bagian-Bagian Gunung


a. Gunung berapi
Gunung berapi merupakan gunung yang masih aktif, artinya gunung ini masih dapat meletus sewaktu-waktu. Di Indonesia terdapat banyak gunung berapi seperti:

Gambar Gunung Berapi
Gambar Gunung Berapi
  1. Gunung Merapi (Jawa Tengah), 
  2. Gunung Tangkuban Perahu (Jawa Barat), 
  3. Gunung Agung dan Gunung Batur (Bali), 
  4. Gunung Lauser (Nanggroe Aceh Darusallam)
  5. Gunung Berapi Tinoombala (Sulawesi Tengah)
  6. Gunung Berapi Krakatau (Banten)
  7. Gunung Lawu (Jawa timur)
  8. Gunung rinjani (NTB)
  9. Gunung Kahung (Kalimantan Selatan)
  10. Gunung Kerinci (Nusa Tenggara Barat)
Gunung berapi menghasilkan barang-barang tambang, seperti, batu, pasir,  belerang, dan sumber air panas. Sumber air panas dapat menjadi daya tarik pariwisata bagi daerah.
Selain itu ada beberapa manfaat dari adanya gunung berapi lainnya, sebagai berikut ini:

  • Menghasilkan barang tambang.
  • Sebagai objek pariwisata.
  • Lahan subur cocok untuk kegiatan pertanian
b. Gunug tidak berapi
Gunung yang tidak berapi adalah gunung yang tidak meletus lagi, atau tidak aktif. Gunung tidak berapi memiliki kemungkinan meletus sangat kecil, gunung ini juga sering disebut sebagai gunung mati. 

Gunung yang tidak aktif
Gambar Gunung yang tidak aktif
Contoh dari gunung tidak berapi yang ada di Indonesia yaitu:
  1. Gunung Muria (Jawa Tengah), 
  2. Gunung Tambora (NTB), dan 
  3. Gunung Melawan (Kalimantan Tengah).
Gunung tidak berapi biasanya  banyak dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk kegiatan;
  1. Perkebunan
  2. Suakamargasatwa
  3. Kehutanan, dan
  4. tempat rekreasi.
Pada gunung tidak berapi berbagai jenis pohon dapat tumbuh. Hutan harus dipelihara agar tidak gundul. Kita juga harus rajin menanam pohon yang baru di lahan hutan agar terjaga kelestariannya.

2. Pegunungan

Pegunungan adalah rangkaian gunung yang saling sambung menyambung satu dengan yang lainnya. Dapat juga dijelaskan sebagai deratan dari gunung-gunung. Juga dapat disebut sebagai daerah berbukit yang memanjang. Wilayah pegunungan tingginya yaitu lebih dari  700m di atas permukaan laut.
Gambar Pegunungan
Gambar Pegunungan di Indonesia

Daerah pegunungan yang ada di Indonesia jumlahnya cukup banyak, contohnya yaitu:

  1. Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan
  2. Pegunungan Bawu Kalimantan Timur
  3. Pegunungan Siunandaka Sulawesi Utara
  4. Pegunungan Pompange Sulawesi Tengah
  5. Pegunungan Quarles Sulawesi Selatan
  6. Pegunungan Jaya Wijaya Papua
  7. Pegunungan Pembarisan Jawa Barat
  8. Pegunungan Dieng Jawa Tengah
  9. Pegunungan Sewu DI Yogyakarta
  10. Pegunungan Tengger Jawa Timur
  11. Pegunungan Schwaner Kalbar dan Kalteng
Ciri dari darah pegunungan yaitu tempatnya memiliki udara yang sejuk, hal ini membuat daerah pegunungan banyak menjadi destinasi wilayah untuk berwisata. Selainitu pegunungan juga sering dimanfaatkan sebagai tempat pertanian, pertanian yang dikembangkan di daerah pegunungan adalah pertanian hortikultura. Pertanian hortikultura adalah pertanian yang mengembangkan jenis tanaman sayur-sayur dan buah-buahan

3. Dataran Tinggi

Dataran tinggi adalah daerah luas yang tingginya diatas 200m dari permukaan laut. Dataran tinggi juga sering disebut sebagai platau. Sama seperti pegunungan dataran tinggi memiliki udara yang sejuk. Taukah kamu? pada peta dataran tinggi digambarkan dengan warna coklat.

Dataran tinggi memiliki beberapa ciri-ciri, diantaranya:

  1. Mempunyai iklim yang sejuk
  2. Mempunyai amplitudo suhu harian dan tahunan yang besar
  3. Area pertanian dibuat terasering
  4. Udaranya terasa kering
  5. Lengas atau kelembaban udara nisbi yang sangat rendah
  6. Jarang turun hujan     
Gambar Dataran Tinggi
Gambar Dataran Tinggi

Contoh dataran tinggi di Indonesia adalah

  1. Dataran Tinggi Puncak, Bogor
  2. Dataran Tinggi Bandung, Jawa Barat
  3. Dataran Tinggi Barui, Sulawesi Tengah
  4. Dataran Tingi Bingkoku, Sulawesi Tenggara 
  5. Dataran Tinggi Malang, Jawa Timur  
  6. Dataran Tinggi Bukit Barisan, Bengkulu
  7. Dataran Tinggi Charles Louis, Papua
  8. Dataran Tinggi Gayo, Aceh
  9. Dataran Tinggi Dieng (Jawa Tengah), 
  10. Dataran Tinggi Alas (Aceh), 
  11. Dataran TinggiBone (Sulawesi Selatan).
Dataran tinggi banyak dimanfaatkan untuk kegiatan wisata dan perkebunan. Tanaman yang cocok untuk perkebunan antara lain teh, cengkeh, kopi, sayuran dan buah-buahan.

4. Dataran Rendah

Dataran rendah adalah daerah yang memiliki ketinggian antara 0-200 m dari atas permukaan air laut. Pada peta dataran rendah digambarkan dengan warna hijau. Dataran rendah umunya berada di dekat pantai. Dataran rendah banyak dimanfaatkan untuk pemukiman, industri dan pertanian. Ibu kota propinsi di Indonesia hampir semuanya berada di dataran rendah dan dekat dengan laut. Seperti kota Jakarta, Semarang, Surabaya dan Pontianak. Tanaman yang cocok di dataran rendah adalah padi, palawija dan tebu.
Gambar Dataran Rendah
Gambar Dataran Rendah


5. Pantai atau Deretan Pantai

Pantai adalah daerah daratan yang berbatasan langsung dengan laut. Sehingga dapat dikatakan pula pantai adalah batas anatara laut dan daratan. Pantai ada dua macam, ada pantai yang landai dan ada pantai yang terjal. Pantai yang landai biasanya banyak digunaan oleh masyarakat sebagai tempat wisata.
Beberapa pantai yang menjadi obyek wisata di Indonesia adalah sebagai berikut: 

  1. Pantai Kasih Nangroe Aceh Darussalam
  2. Pantai Cermin Sumatera Utara
  3. Pantai Air Manis Sumatera Barat
  4. Pantai Nala dan Panjang Bengkulu
  5. Pantai Ancol Jakarta
  6. Pantai Pelabuhan Ratu Jawa Barat
  7. Pantai Carita Banten
  8. Pantai Parangtritis DI Yogyakarta
  9. Pantai Panimbangan Kalimantan Barat
  10. Pantai Nirwana Sulawesi Tenggara
  11. Pantai Sanur dan Kuta Bali
  12. Pantai Senggigi NTB
  13. Pantai Losiana NTT
  14. Pantai Korem dan Jendi Papua
  15. Pantai Tanjung Bira dan Losari Sulawesi Selatan
Gambar Keindahan Pantai di Indonesia
Gambar Keindahan Pantai di Indonesia
Selain sebagai tempat wisata, pantai juga dapat dimanfaatkan untuk tempat pelelangan ikan (TPI) dan pembuatan garam.

6. Tanjung

Tanjung adalah bagian pada daratan yang menjorok ke laut. Tanjung juga sering disebut dengan istilah ujung. Sementara tanjung yang luas disebut semenanjung. Tanjung di Indonesia jumlahnya ada banyak. Kebanyakan tanjung dimanfaatkan sebagai pelabuhan.
Gambar Tanjung Perak di Surabaya
Gambar Tanjung Perak di Surabaya

Berikut ini beberapa contoh dari tanjung yang ada di Indonesia

  1. Tanjung Sorong di Papua Barat 
  2. Tanjung Batu Nidi di Bali
  3. Tanjung Tanahmea di Sulawesi 
  4. Tanjung Kehidupan di Kalimantan
  5. Tanjung Perak di Surabaya-Jatim
  6. Tanjung Priok di DKIJakarta
  7. Tanjung Batu di Kalimantan Timur
  8. Ujung Kulon di Jawa Barat.


7. Delta

Delta adalah bagian daeratang yang berada di tengah-tengah sungai. Delta biasanya berada di muara sungai. Muara sungai adalah tempat bertemunya air sungai dan air laut. 
Gambar Delta nampak dari satelit
Gambar Delta nampak dari satelit

Contoh dari delta adalah 

  1. Delta Sungai Bengawan Solo yang bermuara di Laut Jawa, 
  2. Delta Sungai Mahakam di Kalimantan yang bermuara di Selat Makasar

B. Kenampakan Alam Wilayah Perairan

Wilayah Indonesia memiliki wilayah perairan yang lebih luas dari pada daratan. Wilayah perairan adalah bagian pada permukaan bumi yang tergenang oleh air. Kenampakan perairan terdiri dari sungai, danau, laut, selat, teluk, dan rawa.

1. Sungai

Sungai adalah air yang mengalir dari daratan dan berakhir di muara atau berakhir di laut. Air sungai mengalir dari hulu ke hilir. Berasal dari sumber mata air, air hujan ataupun campuran. 
Sungai di Indonesia ada yang kecil dan ada yang besar. Sungai kecil biasanya disebut sebagai ranting sungai sementara sungai yang besar disebut sebagai batang sungai. 
Gambar Sungai
Gambar Sungai
Beberapa sungai besar di Indonesia antara lain 
  1. Sungai Aceh di Aceh, 
  2. Sungai Kampar di Riau, 
  3. Sungai Asahan di Sumatera Utara, 
  4. Sungai Musi di Sumatera Selatan, 
  5. Sungai Bengawan Solo di Jawa Tengah, 
  6. Sungai Brantas di Jawa Timur, 
  7. Sungai Kapuas di Kalimantan Barat, 
  8. Sungai Mahakam di Kalimantan Timur, 
  9. Sungai Digul di Papua.
Sungai banyak dimanfaatkan oleh masyarakat seperti alat transportasi, pembangkit listrik dan lainnya. Perhatikan manfaat dari sungai berikut ini:
  1. untuk irigasi sawah, pertanian, 
  2. untuk budidaya ikan dengan keramba, 
  3. sungai juga dapat dijadikan sebagai objek pariwisata, 
  4. sungai banyak juga di jadikan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) 
  5. dan ada yang digunakan untuk transportasi (angkutan).
  6. Sungai yang besar dan panjang dimanfaatkan untuk pelayaran, lalu lintas kapal dan sebagainya. Sungai ini banyak ditemui di Sumatra dan Kalimantan. Sungai yang ada di Pulau Jawa berupa sungai kecil dan pendek. Sungai di Jawa dimanfaatkan sebagai pengairan lahan pertanian, dan pembangkit listrik.


2. Danau

Danau merupakan cekungan yang luas pada daratan yang digenangi oleh air. Danau ini dikelilingi oleh daratan.  Air pada danau umumnya adalah air tawar. Danau di Indonesia ada dua macam, yaitu danau alami dan danau buatan. Danau alami merupakan danau yang tebentuk secara alami tanpa bantuan tangan manusia. Sebaliknya danau buatan merupakan danau yang dibuat secara sengaja oleh manusia.
Gambar Danau

DI Indonesia terdapat banyak danau yang Indah, diantaranya yaitu:

  1. Danau Toba di Sumatera Utara, 
  2. Danau Laut Tawar di NAD, 
  3. Danau Maninjau dan Danau Singkarak di Sumatera Barat, 
  4. Danau Rawapening di Jawa Tengah, 
  5. Danau Sembuluh di Kalimantan Barat, 
  6. Danau Jempang di Kalimantan Timur, 
  7. Danau Matana dan Danau Tempe di Sulawesi Selatan, 
  8. Danau Poso di Sulawesi Tengah, 
  9. Danau Tondano di Sulawesi Utara, 
  10. Danau Batur di Bali, 
  11. Danau Segaraanak di Lombok, 
  12. Danau Kelimutu di Flores, Danau Paniai 
  13. Danau Sentani di Papua.
Di Indonesia danau sering dimanfaatkan sebagai berikut:
  1. Pembangkit Listrik Tenaga Air
  2. Sarana Irigasi
  3. Membantu Proses produksi barang
  4. Budidaya ikan
  5. Sarana edukasi
  6. Sarana wisaya
  7. Sebagai pembantu sarana transportasi
  8. Sebagai sumber kekayaan hewani dan hayati


3. Laut

Laut adalah bagian pada bumi berupa perairan yang luas. Ciri khusus yang umum diketahui yaitu air pada laut memiliki rasa yang asin. Air laut terasa asin karena mengandung zat garam. Maka dari itu anyak petani garam memperoleh garam dari menyaring air laut. Laut di Indonesia dapat di bagi menjai dua yaitu laut dangkal dan laut dalam. Sementara laut yang sangat luas disebut sebagai samudra.
Gambar Laut
Gambar Laut

Beberapa Samudra yang ada di Indonesia yaitu;

  1. Samudra Hindia\
  2. Samudra Pasifik
Laut di Indonesia, diantaranya yaitu:
  1. Laut Jawa Utara terletak di Pulau Jawa
  2. Laut Arafuru terletak di  Selatan Kepulauan Aru 
  3. Laut Banda  terletak di Selatan Pulau Seram 
  4. Lautan Indonesia terletak di Selatan Pulau Sumatra sampai selatan Pulau Jawa
Laut di Indonesia banyak dimanfaatkan sebagai saran trasnportasi dan tempat wisata. 

4. Selat

Selat adalah laut yang sempit yang diapit oleh dua pulau atau daratan. Selat ada dua yaitu selat alami dan selat buatan. Selat buatan disebut kanal atau terusan. 
Gambar Selat


Gamabr Selat

Selat yang ada di Indonesia diantaranya yaitu:

  1. Selat Sunda (antara pulau Jawa dan Pulau Sumatera) 
  2. selat Bali (antara pulau Jawa dan pulau Bali).
  3. Selat Bangka (Pulau Sumatra dan Pulau Bangka)
  4. Selat Madura (Pulau Jawa dengan Pulau Madura)
  5. Selat Peleng (Pulau Sulawesi dan Pulau Peleng)
  6. Selat Alas (Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa)
Selat di Indonesia banyak di manfaatkan sebagai jalur transportasi antar pulau, hal ini karena mempermudah jarak antara satu pulau dengan pulau lainya.

5. Teluk

Teluk adalah bagian laut yang menjorok ke daratan. Hal ini berbalik dengan tanjung. Teluk banyak di gunakan sebagai obyek wisata.
Gamabar Teluk
Gamabar Teluk

Berikut ini beberapa teluk yang ada di Indonesia

  1. Teluk Sampit Kalimantan 
  2. Teluk Bayur Sumatra Barat 
  3. Teluk Jakarta Jawa 
  4. Teluk Langsa Nanggroe Aceh Darussamalam 
  5. Teluk Berau Papua


6. Rawa

Rawa merupkan daerah yang tergenang oleh air dimana bagian  tanahnya berlumpur. Rawa banyak terdapat di daerah yang berdekatan dengan laut atau pantai. Rawa memiliki manfaat yang sangat penting yaitu untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. Sehingga perlu di jaga keberaadaan dari rawa tersebut. Sekarang bahkan banyak rawa yang sudah mulai untuk di kelola menjadi objek wisata.
Gambar Rawa

Demikian pembahasannya, semoga pembahasan tentang kenampakan alam di Indonesia ini dapat membantu teman-teman untuk mengenal alam lebih mendalam. Mari kita jaga Alam Indonesia.


Jangan lupa untuk shere artikel ini jika teman-teman merasa artikel ini bermanfaat.

Wednesday, November 29, 2017

Sejarah Terhadap Perkembangan Kekuasaan Bangsa Eropa di Indonesia Secara Singkat

Sejarah Terhadap Perkembangan Kekuasaan Bangsa Eropa di Indonesia Secara Singkat - Selamat datang di Loker ilmu, Waktu itu kita telah membahas tentang latar belakang kedatangan bangsa eropa dan jepang ke indonesia.


Perkembangan kekuasaan bangsa eropa di Indonesia terbagi menjadi beberapa macam, yaitu :


- Kekuasaan Bangsa Portugis di Indonesia
- Kekuasaan VOC di Indonesia
- Kekuasaan Daendels di Indonesia
- Kekuasaan Bangsa Inggris di Indonesia
- Pemerintahan Kolonial Belanda

Hindia Timur atau Indonesia telah lama dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah seperti vanili, lada, dan cengkeh. Rempah-rempah ini digunakan untuk mengawet makanan, bumbu masakan, bahkan obat. Karena kegunaannya, rempah-rempah ini sangat laku di pasaran dan harganya pun mahal. Hal ini mendorong para pedagang Asia Barat datang dan memonopoli perdagangan rempah-rempah.

Mereka membeli bahan-bahan ini dari para petani di Indonesia dan menjualnya kepada para pedagang Eropa. Namun, jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453 ke Turki Utsmani mengakibatkan pasokan rempah-rempah ke wilayah Eropa terputus. Hal ini dikarenakan boikot yang dilakukan oleh Turki Utsmani. Situasi ini mendorong orang-orang Eropa menjelajahi jalur pelayaran ke wilayah yang banyak memiliki bahan rempah-rempah, termasuk kepulauan Nusantara (Indonesia). Dalam perkembangannya, mereka tidak saja berdagang, tetapi juga ingin menguasai sumber rempah-rempah di negara penghasil, yaitu Indonesia.

Kekuasaan bangsa Portugis di Indonesia
Armada Portugis berikutnya yang mencoba berlayar ke Indonesia dipimpin oleh Vasco da Gama. Mereka berangkat pada tahun 1497 dan berhasil melewati Tanjung Harapan Baik. Sewaktu tiba di Pelabuhan Malinda (Afrika Timur), mereka bertemu dengan pedagang-pedagang Arab dan India. Namun, jalan ke Asia Tenggara tetap dirahasiakan oleh para pedagang tersebut. Oleh karena itu, orang-orang Portugis melanjutkan perjalannya menyusuri pantai timur Afrika. Mereka harus melewati perairan dengan ombak yang sangat besar.

Daerah itu terletak di timur laut Afrika terutama di sekitar Ujung Tanduk. Oleh karena itu, daerah ini disebut Guadafui (berhati-hatilah). Ekspedisi ini kemudian berhasil melewati selat di ujung selatan Laut Merah yang disebutnya Bab el Mandeb (Gapura Air Mata). Pada tahun 1498, Vasco da Gama tiba di Kalikut (India). Sejak saat itu, perdagangan antara orang Eropa dan India tidak lagi melalui jalur Laut Tengah melainkan melalui pantai timur Afrika.

Namun, penemuan ini belum juga memuaskan bangsa Portugis. Mereka ingin menjelajahi daerah timur lainnya yakni Malaka dan Maluku. Pada waktu itu, di Asia Tenggara terdapat salah satu daerah pusat perdagangan yang sangat ramai dikunjungi. Daerah tersebut adalah Malaka sedangkan daerah sumber rempah-rempahnya adalah Maluku. Bagi Portugis, cara termudah menguasai perdagangan di sekitar Malaka termasuk di Maluku adalah dengan merebut atau menguasai Malaka. Kolonialisme Portugis di Indonesia dimulai sejak kedatangan Alfanso d’Albuquerque di Maluku. Pada tahun 1511, ekspedisi Portugis di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque berhasil menaklukkan Malaka. Dari sana, mereka menuju Maluku dan diterima dengan baik oleh raja Ternate.

Bangsa Portugis berhasil merebut beberapa pelabuhan penting di pantai India dan menjadikan kota Goa yang teeletak di pantai India sebagai pusat kekuasaanya. Pada tahun 1511, Malaka berhasil direbut oleh Portugis dibawah Pimpinan Alphonso d’Albuquerque. Sejak itu, kerajaan Malaka jatuh ketangan bangsa Portugis. Pengaruh lainnya seperti bangsa Portugis yang turut memperkaya jumlah kata-kata dalam bangsa Indonesia, seperti kata San Domingo (Tuhan yang keramat), gereja, mentega, mona (dari kata madona), sinyo (dari kata signor) dan sebagainya. Adapun seni musik yang ada di Indonesia adalah seni musik keroncong yang beasal dari seni musik Portugis. Keroncong berbahasa Portugis yang pernah terkenal di Indonesia adalah keroncong Morisco.

Pada tahun 1511 Portugis berhasil menguasai Malaka. Selanjutnya, Portugis mengadakan hubungan dagang dengan Maluku yang merupakan daerah sumber utama rempah-rempah di Indonesia.Pada tahun 1512 Alfonso de Albuquerque mengirimkan beberapa buahkapal ke Maluku. Pada awalnya masyarakat Maluku menyambut baik dan salingberebut menanamkan pengaruh kepada Portugis. Hal ini dimaksudkan agar Portugis dapat membeli rempah-rempah dan membantu masyarakat Malukumenghadapi musuh-musuhnya.

Pada saat itu, Kesultanan Ternate di Maluku diperintah oleh Kaicil Darus.Sultan Ternate itu meminta bantuan Portugis untuk mendirikan benteng diTernate. Pendirian benteng tersebut bertujuan agar Ternate terhindar darikemungkinan serangan dari daerah lain. Pada tahun 1522, Portugismengabulkan permintaan Sultan Ternate dengan mendirikan Benteng Saint John . Pendirian benteng tersebut harus dibayar mahal oleh Ternate karenaPortugis menuntut imbalan berupa hak monopoli perdagangan rempah-rempahdi Ternate. Sultan Ternate terpaksa harus menandatangani perjanjian monopoliperdagangan dengan Portugis.

Perjanjian monopoli perdagangan rempah-rempah tersebut ternyatamenimbulkan kesengsaraan. Rakyat tidak dapat menjual rempah-rempah secarabebas. Portugis telah menetapkan harga rempah-rempah yang dimiliki rakyatdengan harga yang murah. Di samping itu, rakyat Ternate harus menjualrempah-rempah kepada Portugis. Hal itu merugikan rakyat Ternate, tetapimemberikan keuntungan yang sangat besar bagi Portugis. Oleh karena itu, terjadipermusuhan antara rakyat Ternate dan Portugis.Selain mengadakan monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku,Portugis juga aktif menyebarkan agama Katolik. Salah seorang tokoh Portugis yang giat menyebarkan agama Katolik adalah Fransiscus Xaverius.

Kekuasaan VOC (Kompeni Belanda) di Indonesia
Besarnya keuntungan yang diperoleh dari perdagangan rempah-rempah dan didukung oleh pengusiran bangsa Portugis menyebabkan para penguasa di Belanda bersaing untuk berlayar ke Maluku. Harga rempah-rempah di Eropa pun semakin tidak terkendali. Melihat kenyataan ini.

Parlemen Belanda atau Staten Generaal mengusulkan agar semua perusahaan pelayaran membentuk sebuah kongsi dagang pada tahun 1598. Mulai tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah yang kini adalah Indonesia, dengan memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang telah menggantikan Majapahit.

Pada abad ke-17 dan 18 Hindia-Belanda tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda (bahasa Belanda: Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC). VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh Parlemen Belanda pada tahun 1602.

Pembentukan VOC dibantu oleh pemerintah Belanda di bawah Van Oldenbarneveldt. VOC diberi hak istimewa, sehingga menjadi badan yang berdaulat. Hak istimewa itu:
a. Hak monopoli untuk berdagang antara Amerika Serikat dengan Afrika
b. Hak memelihara angkatan perang, berperang, mendirikan benteng-benteng dan menjajah
c. Hak untuk mengangkat pegawai-pegawainya
d. Hak untuk memberikan pengadilan
e. Hak untuk mencetak dan mengedarkan uang sendiri

VOC mempunyai kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi terhadap pemerintah Belanda, yaitu:
a. Bertanggung jawab kepada Staten General (badan Perwakilan)
b. Pada waktu perang harus membantu pemerintah Belanda dengan uang dan angkutan perang
c. Indonesia dibawah pemerintahan Kerajaan Belanda Pada akhir abad ke-18.

Pada tanggal 30 Mei 1619, Gubernur Jendral Jan Pieterzoon Coen, mengirimkan tujuh belas buah kapal untuk menyerang dan memukul mundur pasukan Banten. Pasukan Kerajaan Banten berhasil dikalahkan. Jan Pieterzon Coen kemudian membangun kembali kota Jayakarta dan memberinya nama Batavia. Batavia dijadikan pusat perdagangan dan kekuasaan Belanda dan Batavia juga resmi dijadikan markas besar VOC di Indonesia. Dalam menghadapi kerajaan-kerajaan Indonesia, Belanda melancarkan politik adu domba (devide et impera).

Pada akhir abad ke-18, VOC mengalami kemunduran akibat kerugian yang sangat besar dan utang yang dimilikinya berjumlah sangat besar. Hal ini juga diakibatkan oleh:
1. persaingan dagang dari bnagsa Perancis dan Inggris,
2. penduduk Indonesia, terutama Jawa telah menjadi miskin, sehingga tidak mampu membeli   barang-barang yang dijual oleh VOC
3. perdagangan gelap merajalela dan menerobos monopoli perdagangan VOC,
4. pegawai-pegawai VOC banyak melakukan korupsi dan kecurangan-kecurangan akibat dari gaji yang diterimanya terlalu kecil,
5. VOC mengeluarkan anggaran belanja yang cukup besar untuk memelihara tentara dan pegawai-pegawai yang jumlahnya cukup besar untu memenuhi pegawai daerah-daerah yang baru dikuasai, terutama di Jawa dan Madura.

Maka pada tahun 1799, VOC akhirnya dibubarkan. Pada tahun 1807, Republik Bataafsche dihapuskan oleh Kaisar Napoleon Bonaparte dan diganti bentuknya menjadi Kerajaan Holland di bawah pemerintahan Raja Louis Napoleon Bonaparte (adik dari Kaisar Napoleon).

Pemerintahan Daendels di Indoneisa (1808-1811)
Pada tahun 1808, Daendles diangkat menjadi gubernur Jendral wilayah ini Indonesia. Tugas utamanya adalah untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan pasukan Inggris. Dalam upaya tersebut, perhatian Daendels hanyalah terhadap pertahanan dan ketentaraan.
1. Membangun ketentaraan
ntuk memperkuat angkatan perangnya, Daendels melatih orang-orang Indonesia, karena tidak mungkin ia menambah tentaranya dari orang-orang belanda yang didatangkan dari negeri belanda. Pembangunan angkatan perangnya ini dilengkapi dengan pendirian tangsi-tangsi atau benteng-benteng, pabrik mesiu dan juga rumah sakit tentara.

2. Membangun jalan pos
 Daendels memerintahkan pembuatan jalan pos dari Anyer di Jawa Barat sampai Panarukan di Jawa Timur. Pembuatan jalan ini menggunakan tenaga rakyat dengan sistem kerja paksa atau kerja rodi, hingga selesainya pembuatan jalan itu. Untuk orang Belanda, pekerjaan menyelesaikan pembuatan jalan pos ini merupakan keberhasilan yang gemilang, tetapi lain halnya dengan bangsa Indonesia, di mana setiap jengkal jalan itu merupakan peringatan terhadap rintihan dan jeritan jiwa orang yang mati dalam pembuatan jalan tersebut.

3. Membangun pelabuhan
Daendels memerintahkan pembuatan perahu-perahu kecil, karena perahu-perahu perang Belanda tidak mungkin dikirim dari negeri Belanda ke Indonesia. Selanjutnya pembuatan pelabuhan-pelabuhan tempat bersandarnya perahu-perahu perang itu, Daendels merencanakan di daerah Banten Selatan. Pembuatan pelabuhan itu telah memakan ribuan korban jiwa orang Indonesia di Banten akibat dari penyakit malaria yang menyerang para pekerja paksa. Akhirnya pembuatan pelabuhan itu tidak selesai.

Pada tahun 1810 Kerajaan Belanda di bawah pemerintahan Raja Louis Napoleon Bonaparte dihapuskan oleh Kaisar Napoleon Bonaparte. Negeri Belanda dijadikan wilayah kekuasaan Perancis. Dengan demikian, wilayah jajahannya di Indonesia secara otomatis menjadi wilayah jajahan Perancis. Napoleon menganggap bahwa tindakan Daendels sangat otokratis (otoriter), maka pada tahun 1811 ia dipanggil kembali ke negeri Belanda dan digantikan oleh Gubernur Jenderal Jansens.

Kekuasaan Inggris di Indonesia
Inggris merupakan bangsa Eropa yang paling banyak memiliki daerah jajahan yaitu benua Amerika bagian Utara, Australia, Afrika maupun Asia. Jajahan Inggris di Asia terutama adalah India. Semenanjung Malaya. Setelah VOC jatuh bangkrut pada akhir abad ke-18, Inggris berkuasa di Indonesia sejak tahun 1811 setelah melakukan serangan darat dan laut atas wilayah kekuasaan Belanda di Pulau Jawa. Akibat serangan tersebut, Belanda menyerah tanpa syarat dan harus memberikan wilayah kekuasaannya kepada pemerintah Inggris.

Bangsa Inggris mendirikan perusahaan dagang bernama EIC ( East India Company) pada tahun 1600 yang bermarkas di Calanta India. Pengaruh Inggris di Indonesia berupa pemerintahan Raffles pada tahun 1811-1816. Kebijakan penting yang ditempuh Raffles selama berkuasa di Indonesia adalah membagi pulau Jawa menjadi 16 daerah karesidenan. Pembagian ini dimaksudkan untuk mempermudah pengaruh dan pengawasan terhadap pulau Jawa. Raffles juga membentuk system pemerintahan dan pengadilan dengan merujuk pada system di Inggris.

Pada pertengahan tahun 1811 armada Inggris dibawah Jendral Auchmuty mendarat di Pulau Jawa yaitu di Batavia. Tentara Belanda tidak mampu menghadapi tentara Inggris sehingga mereka mundur ke Semarang. Tetapiakhirnya Belanda menyerah di sebuah Desa di wilayah Semarang yaitu di Desa Tuntang. Setelah Belanda menyerah kepada Inggris maka Belanda harus menandatangani Kapitulasi Tuntang artinya penyerahan Tuntang pada tahun1811.

Perjanjian Kapitulasi Tuntang
Isi dari Kapitulasi Tuntang, antara lain:
1.Pulau Jawa dan daerah sekitarnya yang dikuasai Belanda diserahkan kepada Inggris
2.semua Tentara Belanda menjadi tawanan Inggris
3.orang-orang Belanda dapat dipekerjakan dalam pemerintahan Inggris.

Sejak itu Indonesia dikuasai oleh Inggris. Sebagai Gubernur Jendral Inggris di Indonesia diangkat Thomas Stamford Raffles (1811 – 1816). Tugas Rafflesdi Indonesia adalah mengatur pemerintahan dan peningkatan perdagangan. Pemerintahan Raffles didasarkan atas prinsip-prinsip liberal, jadi politik kolonial yang ingin diwujudkannya adalah kebebasan dan kepastian hukum. Prinsip kebebasan menanam dan perdagangan yang menjamin produksi dan ekspor. Raffles bermaksud menerapkan politk kolonial seperti yang dijalankan Inggris di India yaitu sistem pajak tanah.

Kekuasaan Raffles di Indonesia berakhir pada tahun 1814 setelah terjadi Konvensi London antara Inggris dan Belanda dikarenakan Napoleon Bonaparte berhasil dikalahkan dalam pertempuran di Leipzig dan kemudian tertangkap. Isi dari konvensi London tersebut adalah bahwasanya inggris diharuskan mengembalikan semua wilayah jajahan Belanda yang telah dikuasainya. Inggris menyerahkan kekuasaan kepada Belanda pada tahun 1816 dan pada akhirnya wilayah Nusantara-Indonesia kembali dikuasai oleh pemerintahan Belanda.

Kekuasaan Bangsa Belanda Di Indonesia
Belanda kembali menguasai wilayah Indonesia berdasarkan Konvensi London tahun 1814. Pemerintahan kolonial Belanda selanjutnya dipegang oleh sebuah komisi yang beranggotakan Van der Capellen, Elout, dan Buyskes. Van der Capellen mempunyai peranan paling besar, ia merusaha mengeruk keuntungan sebanyak mungkin. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membayar hutang-hutang Belanda yang cukup besar selama perang. Kebijakan yang di ambil oleh Van der Capellen salah satunya adalah dengan menyewakan tanah kepada penguasa-penguasa Eropa. Selanjutnya pemerintah kolonial Belanda di bawah pimpinan Gubernur Jendral Van de Bosch mengambil kebijakan tanam paksa pada tahun 1830 yang dikenal sebagai cultuurstelsel dalam bahasa Belanda yang mulai diterapkan di Indonesia.

Imperealisme adalah sistem untuk menguasai atau mempengaruhi ekonomi bangsa lain. Imperealisme tua VOC di abad 17 dan 18, dan imperealisme modern Belanda di abad 19 dan 20 telah mengakibatkan Indonesia menjadi jajahan Belanda selama beberapa abad, pelabuhan demi pelabuhan, daerah demi daerah, pulau demi pulau, sampai seluruh nusantara di kuasai Belanda. Akibat penjajahan ini rakyat Indonesia menjadi mundur di segala lapangan penghidupan, baik di bidang perekonomian maupun di bidang kebudayaan.

Rakyat Indonesia yang begitu lama tertindas dan sangat miskin itu menjadi rakyat yang merasa dirinya rendah. Keadaan rakyat yang sengsara seperti demikian ini dimulai dengan datangnya pedagang-pedagang Belanda bersenjata sejak abad ke-16 dan membeli rempah-rempah hasil bumi Indonesia yaitu Pala di Banda, merica di Sumatra dan Jawa, serta cengkeh di Maluku. Perdagangan yang mereka lakukan berubah dengan menggunakan kekerasan senjata. Perdagangan dengan cara pemaksaan ini menjadikan penduduk setempat menjadi budak, seperti di Banda tahun 1622. Petualangan-petualangan hongi yang dilakukan oleh Belanda di Maluku menghancurkan pohon-pohon cengkeh milik rakyat Ambon, dengan maksud menguasai pasar cengkeh dunia.

Dengan politik devide et impera Belanda kemudian dapat menaklukkan kerajaan-demi kerajaan di Indonesia yang memang sudah terpecah belah. Perdagangan Belanda di Indonesia di motori oleh maskapai dagang Belanda yang bernama VOC (Verenigde Indisce Compagnie) yang lebih terkenal dengan istilah kompeni. VOC didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 dan berlangsung sampai tahun 1799. Kemudian setelah VOC dibubarkan, perdagangan masa colonial ini diambil alih oleh pemerintah kolonial Belanda sampai tahun 1942.

Kondisi Masyarakat Indonesia Masa Kolonial
Masa perdagangan masa colonial menimbulkan efek yang sangat kontradiktif, di satu pihak yaitu para pedagang Belanda mendatangkan keuntungan yang sangat besar, dan di pihak lain masyarakat indonesia mengalami kehidupan yang sangat memperihatinkan.
Karena kekurangan uang, Pemerintah Belanda pada tahun 1830 diadakan system tanam paksa (cultuurstelsel) dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Rakyat harus mengerjakan sebagian tanahnya untuk tanaman eksport,
2. Bagian yang diperuntukkan buat tanaman eksport itu adalah 1/5 dari tanah suatu desa,
3. Tanaman yang akan dieksport tidak boleh melebihi tanaman padi,
4. Bagian yang 1/5 itu tidak dibebani pajak tanah,
5. Hasil tanaman ini diserahkan ke Pemerintah Belanda,
6. Kegagalan panen ditanggung pemerintah asal penyebabnya bukan karena rakyat yang malas,
7. Para petani diawasi sendiri oleh para kepala desa, dan petugas Belanda akan mengawasi pekerjaan para kepala desa,
8. Buat tanaman gula pekerjaan boleh dibagi-bagi, dan
9. Kesulitan harus diatasi dalam hubungan dengan pembayaran pajak tanah.
Sistem perkebunan yang dilaksanakan di Pulau Jawa, Manado, dan Sumatra Barat dalam prakteknya membikin rakyat sengsara. Kerja rodi dan korupsi yang dilakukan oleh para pegawai pemerintah Belanda semakin membuat rakyat sengsara.

Itulah ulasan mengenai perkembangan kekuasaan bangsa eropa di indonesia semoga bermanfaat :)
Jangan lupa share ya :)

Tuesday, November 28, 2017

Latar Belakang Yang Memicu Kedatangan Bangsa Eropa ( Barat ) dan Bangsa Jepang ( Asia ) ke Indonesia Secara Singkat

latar belakang yang memicu kedatangan bangsa eropa ( barat ) dan bangsa jepang ( asia ) ke indonesia secara singkat - .Selamat datang di loker ilmu, pada kali ini kita akan membahas latar belakang yang memicu kedatangan bangsa eropa ( barat ) dan bangsa jepang ( asia ) ke indonesia untuk lebih jelasnya simak di bawah ini.

Latar belakang masuknya bangsa Eropa ke Indonesia
Jatuhnya konstantinopel (Ibu Kota kerajaan Romawi Timur) ke tangan kekuasaan Turki Usmani tahun 1453, maka berakhirlah kekuasaan kerajaan Romawi Timur. Berakibat tertutupnya perdagangan di Laut Tengah bagi orang-orang Eropa. Bangsa Turki menjalankan politik yang mempersulit pedagang Eropa yang beroperasi di daerah kekuasaanya yang menyebabkan perdagangan antara dunia timur dengan Eropa menjadi mundur, sehingga barang-barang yang sangat dibutuhkan oleh orang-orang Eropa menjadi berkurang di pasaran Eropa, terutama rempah-rempah.

Turki melarang bangsa-bangsa Eropa untuk datang dan berdagang di Konstantinopel. Jatuhnya kota dagang Konstantinopelke tangan Turki akibat perang Salib menyebabkan terputusnya hubungan perdagangan antara Eropa dengan Asia Barat yang berakibat rempah-rempah menjadi langka dan sulit di cari dipasaran Eropa. Kelangkaan rempah-rempah inilah yang mendorong bangsa-bangsa Eropa berusaha mencari sumber utama rempah-rempah yang ada di Indonesia.
Secara umum kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Indonesia dilatarbelakangi oleh :
a. Jatuhnya Konstantinopeltahun 1453 ke tangan bangsa Turki.
b. Kemajuan ilmu dan teknologi.
b. Keinginan untuk membuktikan bahwa bumi itu bulat
c. Adanya bukuImago Mundi yang menceritakan tentang perjalanan Marcopolo ke dunia timur yang kaya akan rempah-rempah dan emas
d. Adanya semangat Reconquesta: semangat pembalasan terhadap kekuasaan Islam.
e.Keinginan mencari daerah penghasil rempah-rempah.

Tujuan Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia
1. Sebelum abad ke 18( Imperialisme Kuno )

Pada saat itu kedatangan bangsa Eropa di dorong adanya semangat 3 G yaitu :
a. Gold (kekayaan )mencarilogam mulia, emas dan rempah-rempah.
b. Gospel ( penyebaran agama Nasrani )
c. Glory ( kejayaan ) mencari daerah jajahan sebanyak-banyaknya.

2. Setelah abad ke 18( Imperialisme Modern )
Imperialisme Modern mempunyai tujuan :
a. Mendapatkan bahan baku industrinya
b. Tempat / daerah pemasaran hasil industri
c. Mendapatkan tenaga kerja yang murah
d. Tempat menanamkan modal

Penjelajahan Bangsa Spanyol
Perjanjian Thordesillas (1492), Christopher Collumbus mengajukan permohonan bantuan kepada raja Spanyol untuk berlayar mencari sumber rempah-rempah di dunia timur. Kepulauan Bahama telah dikenal dengan sebutan Hindia Barat oleh orang-orang Eropa. Pada mulanya para penjelajah (explorer) bagsa Eropa bertujuan untuk berdagang dan mencari sumber rempahrempah.

Namun demikian, akhirnya mereka melakukan penjajahan dan pendudukan terhadap wilayah-wilayah yang disinggahinya. Tampak pada peta jalur pelayaran para penjajah Eropa yang melintas di kepulauan Nusantara. Christopher Columbus (1451-1506) dikenal sebagai navigator dan pelaut yang ulung. Ia terkenal dengan pelayarannya melintasi Samudra Atlantik untuk mencapai jalur baru ke benua Asia tapi ia tidak bisa menyelesaikan cita-citanya tersebut.

Sejak Collumbus menemukan kepulauan, maka pelau-pelaut berikutnya hanya sampai berlayar di kepulauan ini seperti:
1. Cortez menduduki Mexico pada tahun 1519 dengan menaklukan suku Indian yaitu kerajaan Aztec dan suku maya di Yucatan.
2. Pizzaro, pada tahun 1530 menaklukan kerajaan Indian di Peru yang bernama Kerajaan Inca.

Penjelajahan Bangsa Portugis
Pada tahun 1498, raja portugis mengirim ekspedisinya dibawah pimpinan Vasco Da Gama. Ekspedisi ini berhasil mendarat di Kalkuta (India) tahun 1498. Di daerah para pelaut Portugis mendapat rempah-rempah dari para pedagang untuk dibawa ke negerinya. Pada tahun 1511, dari India bangsa Portugis mengirim ekspedisinya dibawah pimpinan Alphonso d’Albuquerque, mengikuti perjalanan para pedagang Islam.

Malaka pusat perdagangan Islam di Asia Tenggara. Dari Malaka itu bangsa Portugis melanjutkan pelayarannya ke arah timur untuk mendapatkan sendiri
rempah-rempah yang ada dikepulauan Maluku. Akhirnya bangsa Portugis tiba di Ternate (Maluku) tahun 1512. Perang yang terjadi antara Kerajaan Ternate dengan Tidore, juga merupakan perang antara bangsa kulit putih yaitu antara bangsa Spanyol dengan Portugis.

Untuk menyelesaikan perkaitan kedua bangsa kulit putih itu, Paus turun tangan dan pada tahun 1521 dilakukan perjanjian Saragossa (Zaragoza). Isi perjanjiannya:

a. Bumi ini dibagi atas dua pengaruh, yaitu pengaruh bangsa Spanyol dan Portugis
b. Wilayah kekuasaan Spanyol membentang dari Mexico ke arah barat sampai kepulauan Filiphina dan wilayah kekuasaan Portugis membentang dari Brazillia ke arah timur sampai kepulauan Maluku

kedatangan Bangsa Belanda di Indonesia
Sejak zaman dahulu Indonesia terkenal kaya akan rempah-rempah yang merupakan barang dagangan penting di Eropa. Pada saat itu orang-orang Eropa membeli rempah-rempah dari Indonesia di kota-kota dagang di sekitar Laut Tengah, terutama di Konstantinopel.

Dibawah pimpinan Cornelis De Houtman, bangsa Belanda berhasil mendarat di pelabuhan Banten pada tahun 1596,tetapi kedatangannya tidak diterima oleh rakyat Banten. Ekspedisi ke 2 di pimpin Yacub Van Neck dan berhasil membawa rempah-rempah sehingga mendorong kapal- kapal dagang Belanda untuk datang ke Indonesia.

Untuk menghindari terjadinya persaingan sesama pedagang Belanda maka pada tahun 1602 di bentuklah VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) di Ambon.Sebagai Gubernur Jenderal diangkat Pieter Both.
VOC punya hak istimewa ( Octroi ) yang berupa :
a. Hak memonopoli perdagangan
b. Hak memiliki tentara dan mendirikan Benteng
c. Hak mengadakan perjanjian dengan penguasa / raja-raja setempat
d. Hak memiliki mata uang sendiri

Dalam rangka menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku, VOC berusaha melakukan monopoli perdagangan dengan mengeluarkan peraturan sebagai berikut :
a. Rakyat Maluku di larang menjual rempah-rempah kepada pedagang lain kecuali VOC
b. Jumlah tanaman rempah-rempah ditentukan oleh VOC
c. Tempat menanam rempah-rempah ditentukan oleh VOC

Agar dalam pelaksanaan monopoli ditaati rakyat Maluku maka VOC melakukan cara-cara sebagai berikut :
a. Pelayaran Hongi yaitu pelayaran dengan menggunakan perahu kora-kora yang dipersenjatai guna mengawasi pelaksanaan monopoli
b. Hak Ekstirpasi yaitu hak untuk membinasaan tanaman rempah-rempah yang melebihi ketentuan.

Pada tahun 1792 di Eropa terjadi perang Koalisi, Belanda saat itu memihak / sekutu Prancis. Mulai saat itu kedudukan Belanda di Indonesia mulai mendapat ancaman dari Inggris. Dibawah pimpinan Lord Minto sebagai Gubernur Jenderal Inggris di Calcuta dikirimkanlah ekspedisi untuk merebut Indonesia dari Belanda. Pada tahun 1811 Inggris berhasil merebut kekuasan Belanda di Indonesia dan kekuasaan Iggrisada dibawah pimpinan Raffles.Berdasar Konvensi London ( Convention of London ) tahun 1814, Indonesia diserahkan kembali oleh Inggris kepada Belanda.

Tahun 1830 Pemerintah Kolonial Belanda mengalami kesulitan keuangan akibat perang kemerdekaan Belgia dan perang Diponegoro. Oleh sebab itu Van Den Bosch mengusulkan kebijakan yang disebut Cultuur Stelsel atau sistem tanam paksa. Tujuan utamanya yaitu untuk memperoleh pendapatan yang besar dengan mewajibkan menanam tanaman dagang yang laku dan dibutuhkan dipasaran Eropa.

Adapun pokok-pokok sistem tanam paksa adalah :
a. Rakyat wajib menyerahkan seperlima dari lahan garapannya untuk ditanami tanaman wajib yang berkwalitas eksport
b. Lahan yang disediakan wajib dibebaskan dari pembayaran pajak tanah.
c. Hasil panen tanaman wajib harus diserahkan kepada pemerintah kolonial Belanda.Setiap kelebihanhasil panen dari jumlah pajak akan diberikan kepada rakyat.
d. Tenaga dan waktu yang diperlukan untuk menggarap tanaman wajib tidak boleh melebihi tenaga dan waktu yang diperlukan untuk tanaman padi.
e. Mereka yang tidak punya tanah wajib bekerja selama 66 hari setahun diperkebunan milik pemerintah.
f. Kegagalan panen tanaman wajib akan menjadi tanggung jawab pemerintah.

Dalam kenyataannya pelaksanaan Cultuurstelsel banyak terjadi penyimpangan diantaranya adalah :
a. Rakyat lebih banyak mencurahkan perhatian, tenaga, dan waktunya untuk mengurusi tanaman wajib sehingga tidak sempat mengerjakan sawah.
b. Rakyat yang tidak memiliki tanah harus bekerja melebihi waktu yang ditentukan.
c. Jatah tanah untuk tanaman wajib melebihi seperlima lahan garapan.
d. Setiap kelebihan hasil panen tidak dibayarkan kemlai kepada rakyat.
e. Kegagaan panen tanaman wajib tetap menjadi tanggung jawab rakyat.

Akibat pelaksanaan tanam paksa adalah.
1. Bagi Pemerintah Kolonial Belanda
a. Kesulitan keuangan bisa diatasi
b. Pemerintah Belanda menalami surplus dibidang keuangan
c. Perusahaan transportasi Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM) mendapat keuntungan melimpah.
2. Bagi rakyat Indonesia
a. Rakyat dibeberapa daerah tertimpa bahaya kelaparan.
b. Banyak penduduk yang melarikan diri meninggalkan desanya.
c. Terjadinya kegagalan panen.
d. Jumlah penduduk di Jawa berkurang.

Kedatangan bangsa Inggris di indonesia
Di India Timur, para pedagang Inggris mendirikan kongsi dagang yakni East India Company (EIC) pada tahun 1600, dengan India sebagai daerah operasinya. Pusat kekuasaan EIC adalah di Kalkuta (India) dan dari kota inilah Inggris meluaskan wilayahnya ke Asia Tenggara.

Lambang VOC. Persekutuan dagang Hindia Timur ini berdiri pada tahun 1602 yang juga lebih sering disebut oleh bangsa Indonesia dengan Kompani. Ada juga piring yang dicap lambang VOC. Huruf V besar, lalu huruf O dan C pada masing-masing sisi huruf V.

Dibawah Gubernur Jenderal Lord Minto yang berkedudukan di Kalkuta (India) dibentuk Ekspedisi Inggris untuk merebut daerah-daerah kekuasaan Belanda yang ada di wilayah Indonesia. Pada tahun 1811, Thomas Stamford raffles telah berhasil merebut seluruh wilayah kekuasaan Belanda di Indonesia.

Latar belakang kedatangan bangsa Jepang ke Indonesia
1. Perubahan besar-besaran yang dilakukan Jepang pada masa pemerintahan Tenno Meiji yang menempatkan Jepang sebagai negara Industri modren yang sejajar dengan bangsa Barat. Pembaharuan yang disebut Restorasi Meiji membawa akibat perubahan haluan politik Jepang dari menutup diri terhadap pengaruh asing menjadi Imperalis.

2. Berdasarkan kebijakan Imperalis Hakko-ichu-u. menjadikan Jepang bermaksud menjadikan Asia sebagai kesatuan wilayah dibawa pemimpinnya untuk mencapai maksud Jepang membangun perasaan persaudaraan Asia Jepang menyebut dirinya saudara tua, mempropagandakan perang Pasifik sebagai perang Asia Timur Raya dan melancarkan gerakan Tiga A yaitu "Jepang Cahaya Asia, Jepang Pelindung Asia, Jepang Pemimpin Asia".

3. Sebagai negara industri dan militer, Jepang membutuhkan bahan mentah untuk industri dan mesin perang. Dengan kekayaan sumber daya alamnya, Indonesia mampu memenuhi kebutuhan Jepang tersebut.

4. Sentimen terhadap Imperialisme Barat dikawasan Asia turut memicu Jepang untuk segera menduduki Indonesia yang dikuasi Belanda.

Itulah pembahasan mengenai latar belakang yang memicu kedatangan bangsa eropa ( barat ) dan bangsa jepang ( asia ) ke indonesia semoga dapat membantu sobat :)
Jangan lupa share ya :)