Showing posts with label Kelas 10. Show all posts
Showing posts with label Kelas 10. Show all posts

Monday, August 06, 2018

Contoh Teks Eksposisi Definisi Beserta Jenis dan Strukturnya

Pengertian Teks Eksposisi, Jenis, Struktur dan Contoh Teks Eksposisi - Jika kita membicarakan tentang teks eksposisi tentunya tak lepas kaitannya dengan pelajaran bahasa indonesia. Teks eksposisi adalah salah satu jenis dari berbagai jenis-jenis teks dalam bahasa indonesia seperti teks eksplanasi, Teks Anekdot, Teks Deskripsi, Teks Narasi.dan dasarnya Teks Eksposisi sama dengan teks-teks yang lain, teks eksposisi juga mempunyai beberapa ciri-ciri khusus, struktur kalimat, contoh dan lain sebagainya yang membedakan Teks Eksposisi ini dengan teks yang lain. Pada dasarnya sobat akan menemukan banyak sumber jika mencari informasi tentang pengertian teks eksposisi dan contoh teks eksposisi di internet.

Didalam dunia pendidikan teks eksposis sering dijadikan salah satu materi soal dalam beberapa ujian sekolah yang sering menggunakan kata kunci pengertian teks eksposisi, jenis teks eksposisi, struktur teks eksposisi, dan tentunya contoh teks eksposisi itu sendiri. Didalam penggunaanya untuk kehidupan sehari-hari teks eksposisi sering digunakan untuk memberikan penjelasan tentang suatu kejadian secara terperinci dari sudut pandang orang yang bercerita.

Baca Juga : Ciri khusus Kantong Semar | Manfaat dan Ciri Khusus

Bagi mereka yang telah mempelajari teks eksposisi sudah bisa di katakan memiliki pemahaman tatabahasa indonesia yang cukup baik dan benar karena didalam mengarang atau menulis teks eksposisi yang baik dan benar maka kita di tuntut menggunakan tatabahasa yang baik mulai dari pembendaharaan kata, teknik penyajian dan lain sebagainya, sehingga bisa menciptakan penyajian informasi yang singkat, padat, jelas dan akurat. Didalam artikel ini anda akan mempelajari lebih dalam dan mengupas habis tentang pengertian,struktur kalimat, jenis dan contoh teks eksposisi.

Seperti pada judul di artikel kali ini kita akan membahas tentang teks eksposisi. Teks Eksposisi tersebut terbagi menjadi 4 bagian yakni:
  • Pengertian teks eksposisi
  • Jenis teks eksposisi
  • Struktur teks eksposisi
  • Contoh teks eksposisi
 Untuk dapat memahami apa itu teks eksposisi maka simaklah artikel dengan seksama.

1. Pengertian Teks Eksposisi

Pengertian teks eksposisi adalah teks yang berisi paragraf atau karangan/tulisan yang didalamnya terkandung sejumlah informasi yang disajikan secara singkat, padat, akurat dan mudah untuk dipahami bagi pembacanya. Paragraf atau teks eksposisi memiliki sifat nyata dan Ilmiah atau dapat dikatakan sebagai teks non fiksi.

2. Tujuan Teks Eksposisi

Tujuan teks eksposisi adalah untuk memberikan penjelasan dengan sejelas-jelasnya mengenai sejumlah informasi tertentu kepada para pembaca, sehingga dengan membaca teks eksposisi maka pembaca akan menerimaa pengetahuan secara rinci dari suatu hal atau kejadian tanpa harus bertatap muka dengan pengarang.

3. Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Teks eksposisi memiliki beberapa ciri-ciri umum. Ciri-cici ini digunakan Sebagai pembeda dan untuk menentukan apakah sebuah teks tergolong dalam teks eksposisi atau bukan. Ciri-ciri teks eksposisi terdari dari :
  • Menjelaskan informasi atau pengetahuan tentang suatu hal
  • Gaya informasi yang bersifat mengajak 
  • Penyampaian menggunakan bahasa baku dan disampaikan secara lugas 
  • Bersifat netral atau tidak memihak 
  • Fakta dipakai sebagai alat kontritasi dan alat kontribusi 

4. Struktur Teks Eksposisi

Struktur teks sendiri pada umumnya terdiri menjadi 4 bagian utama yaitu pembukaan, isi, argumentasi, dan penegasan ulang. Mengenai penjelasan pada susunan teks eksposisi adalah sebagai berikut :
  • Pembukaan (orientasi) : Struktur pada teks eksposisi yang pertama adalah pembukaan (orientasi). Pada bagian ini kita akan mengetahui pandangan awal yang dikarang oleh penulis tentang sebuah permasalahan dengan rangkaian yang sangat relevan.
  • Isi (Thesis) : Thesis adalah isi dari teks eksposisi yang di dalamnya berisi tentang kumpulan pendapat orang lain yang dianggap lebih ahli terkait permasalahan dan pokok bahasan yang tengah dibahas. Untuk mengidentifikasi struktur teks eksposisi yang satu ini sangat mudah, kita dapat mengidentifikasi thesis dengan memperhatikan pemilihan katanya. seperti contoh "berdasarkan penuturan" dan lain sebagainya.
  • Argumentasi : Argumentasi adalah struktur teks eksposisi yang di dalamnya memuat tentang bukti-bukti relevan untuk mendukung thesis atau isi dari teks eksposisi. Pada umumnya argumentasi akan mengandung fakta fakta yang relevan dan berkaitan dengan pokok bahasan seperti tanggal, latar, narasumber, dan penggunaan angka angka yang umumnya bersifat konkrit.
  • Penegasan ulang: Penegasan ulang memuat dalam teks eksposisi didalamnya memuat kesimpulan yang meliputi pembukaan, thesis hingga argumentasi yang disampaikan penulis dan disampaikan dengan bahasa yang berbeda dan lebih singkat.
Baca Juga : Cara menginstal Aplikasi Myob Pada Komputer

5. Jenis-jenis Teks Eksposisi

Dalam pembahasannya teks eksposisi dibagi menjadi 6 jenis. Setiap jenis pada teks eksposisi memiliki pengertian dan penggunaan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Secara umum teks eksposisi dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis diantaranya :
  • Teks Eksposisi berita : Memberikan informasi dari suatu kejadian, teks eksposisi ini sering dijumpai dalam berita atau surat kabar.
  • Teks Eksposisi perbandingan : Menerangkan ide atau gagasan pada kalimat utama dengan metode perbandingan.
  • Teks Eksposisi proses : Berisi tentang panduan atau tata cara membuat sesuatu.
  • Teks Eksposisi definisi : Berisi tentang pengertian dari suatu obyek.
  • Teks Eksposisi pertentangan, berisi pertentangan antara sesuatu obyek dengan obyek yang lain. biasa menggunakan frasa penghubung “akan tetapi, meskipun begitu, sebaliknya.”
  • Teks Eksposisi analisis : proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa sub-bagian, Kemudian melakukan pengembangan secara berurutan.

6. Kaidah Teks Eksposisi

Unsur kebahasaan atau bagian-bagian yang menyusun teks eksposisi. Unsur kebahasaan yang ada pada teks eksposisi terbagi menjadi 3 ,yaitu :
  • Pronomina : yaitu kata ganti orang yang dapat digunakan terutama pada saat pernyataan pendapat pribadi diungkapkan. Pronomina dapat dikelompokkan menjadi dua bagian: 
Pronomina Persona (kata ganti orang) : yakni persona tunggal. Misalnya: Ia, Dia, Anda, Kamu, Aku, Saudara, -nya, -mu, -ku, si-. Dan pesona jamak contohnya seperti: Kita, Kami, Kalian, Mereka, Hadirin, Para.
Pronomina Nonpersona (kata ganti bukan orang) : yakni pronomina penunjuk, misalnya adalah : Ini, Itu, Sini, Situ, Sana. Dan pronomina penanya, misalnya: Apa, Mana dan Siapa.
  • Konjungsi : atau yang biasa di sebut kata penghubung yang digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi. Berikut ini adalah jenis konjungsi yang dapat kita jumpai dalam teks eksposisi, di antaranya:
  • Konjungsi eksternal adalah konjungsi yang menghubungkan dua kejadian, deskripsi benda, atau kausalitas di dalam klausa kompleks atau antara dua klausa simpleks. Konjungsi eksternal banyak dipakai pada genre atau jenis teks seperti laporan, deskripsi, eksplanasi, rekonstruksi, dan prosedur. Hal tersebut disebabkan kelima genre tersebut merupakan pengungkapan deskripsi peristiwa dan kualitas konjungsi eksternal dapat dibagi lagi menjadi 4 kategori lagi yaitu:
Penambahan (dan, atau)
Perbandingan (tetapi, sementara)
Waktu (setelah, sebelum, sejak, ketika)
Sebab akibat (sehingga, karena, sebab, jika, walaupun, meskipun)
  • Konjungsi internal adalah konjungsi yang menghubungkan argumen atau ide yang terdapat di antara dua klausa simpleks atau dua kelompok klausa. Konjungsi internal banyak dipakai dalam genre atau jenis teks eksposisi, diskusi, atau eksploitasi. Hal tersebut terjadi disebabkan ketiga genre tersebut secara utuh adalah ekspresi penyampaian gagasan dengan memakai argumentasi. Konjungsi internal dapat dbagi menjadi 4 kategori makna, diantaranya : 
        Konjungsi waktu: sebelum, setelah itu, kemudian sesudah, setelah, lalu
        Konjungsi gabungan: dengan serta, dan,
        Konjungsi pembatasan: asal, selain kecuali
        Konjungsi tujuan: supaya, agar, untuk
        Konjungsi persyaratan: asalkan, bilamana, apabila jika, jikalau, apabila, bila
        Konjungsi perincian: adalah, yaitu, antara lain, yakni, ialah
        Konjungsi sebab-akibat: akibat, akibatnya, sehingga, karena, sebab
        Konjungsi pertentangan: namun, melainkan, sedangkan, akan tetapi, tetapi
        Konjungsi pilihan: atau
        Konjungsi penguatan/penegasan: hanya, lagi pula, itu pun, apalagi, bahkan
        Konjungsi penjelasan: bahwa
        Konjungsi perbandingan: serupa, ibarat, bagai, seperti,
        Konjungsi penyimpulan: jadi, dengan demikian oleh sebab itu, oleh karena itu
        • Kalimat sendiri terdiri dari kalimat tunggal dan kalimat majemuk. berikut pengertiannya :
        Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdapat satu pola kalimat yang memiliki satu subjek dan satu predikat yang diperluas dengan berbagai keterangan. Kalimat tunggal hanya terdiri atas satu subjek, satu predikat dan objek atau keterangan (seandainya ada)
        Kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk ini terbagi dari induk kalimat dan anak kalimat. Cara membedakan anak kalimat dan induk kalimat yaitu dengan melihat letak konjungsi.
        • Kata Leksikal : Dalam teks eksposisi digunakan untuk mempengaruhi atau mengubah persepsi pembaca agar pembaca mengikuti atau menerima pendapat penulis teks, baik berupan nomina, verba, adjektiva (Sifat) , maupun adverbia (kata keterangan)  ( kata kata yang artinya bisa dilihat di dalam kamus )
        Nomina: kata yang mengacu pada benda, baik berupa benda nyata ataupun abstrak.
        Verba: kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses atau keadaan yang bukan sifat.
        Adjektiv: kata yang digunakani untuk menggambarkan sifat atau keadaan orang, benda dan binatang.
        Adverbia: kata yang melengkapi atau memaparkan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara dan lain sebagainya.
        • Ada topik yang dijelaskan : Sebagai Teks bersifat informatif, tentu ada topik yang dijelaskan sehingga dapat menambah wawasan atau pengetahuan bagi pembacanya. Penjelasan tersebut bisa disertai dengan fakta, data, contoh, tabel, bagan atau grafik sehingga dapat memperjelas informasi dan mempermudah pemahaman. Pada kutipan di atas, topik yang dijelaskan adalah " Perawatan Kaki".
        • Menyajikan fakta : Teks eksposisi sering digunnakan untuk memaparkan karya karya ilmiah. Ciri utama teks ilmiah adalah selalu menampilkan sejumlah fakta. Pada teks eksposisi, fakta digunakan untuk memperjelas informasi, sedangkan di teks argumentasi digunakan untuk menyajikan atau memengaruhi pembaca.
        • Bahasa : Teks eksposisi ditulis dalam berbagai bahasa baku dengan gaya bahasa yang informatif. Eksposisi tidak berusaha meyakinkan atau memengaruhi oembaca, tetapi hanya menguraikan topik dengan sejelas jelasnya agar mudah dipahami oleh pembaca.
        Beberapa Contoh Teks Eksposisi Singkat Beserta Strukturnya :

        Contoh teks eksposisi tentang Ekonomi


        Tesis

        Ekonomi Rakyat merupakan istilah untuk “kegiatann ekonomi rakyat banyak”. Jika dikaitkann dengan kegiatan pertanian, makaa yg dimaksut dengan kegiatan ekonomi rakyat tersebut ialah kegiatan pertaniann, maka yang dimaksud dengann kegiatan ekonomi rakyatt adalah kegiatan ekonomii petani atau peternakan atau nelayan kecill, petani gurem, nelayann tanpa perahu, petani tanpa tanah dan lain sebagainya; dan bukan peternak besar, MNC pertanian, perkebunann dan sejenisnya.
        Argumentasi

        Perspektiff lain dari ekonomi rakyat sendiri dapat pula dilihat dengan menggunakan perspektif jargonn:”ekonomi darii rakyat, olehh rakyat, dan untukk rakyat”

        “Dari rakyat”, memiliki arti bahwa kegiatan ekonomi berkaitan dengan penguasaan rakyatt dan aksesibilitass rakyat terhadapp sumber daya ekonomi itu sendiri. Rakyat menguasaii dan mempunyai hak atas sumberr daya untuk mendukungg kegiatan produktiff dan konsumtifnya.
        Baca Juga : Contoh Teks Anekdot Lucu Terbaru
        “Oleh Rakyat”, adalah proses produksii dan konsumsi dilakukann dan diputuskann oleh rakyat. Rakyat memiliki hakk atas pengelolaann proses produktiff dan konsumtiff tersebut. Berkaitann dengann sumberdaya (produktiff dan konsumtif), rakyat mempunyaii alternatif untuk memilihh dan menentuukan sistemm pemanfaatan, seperti berapa banyakk jumlah yang harus dimanfaatkann, siapa yang memanfaatkanya, bagaimana proses pemanfaatan, bagaimanaa menjaga kelestarian bagii proses pemanfaatan secara berkala, dan lain sebagainya. 

        “Untuk rakyat”, artinya rakyatt banyak merupakan ‘beneficiaries' utama darii setiapp kegiatann produksi dan konsumsii. Rakyat menerimaa manfaat, dan indikator dari manfaat yang paling utama adalahh kepentingan rakyatt.

        Penegasan Ulang

        Dalam hal inii butuh pulaa dikemukakann bahwa ekonomi rakyat bisa berkaitan dengan siapa saja, dalam artii bahwa kegiatan transaksii bisa dilakukan jugaa dengan “non ekonomi rakyat”. Juga takk ada pembatasan mengenai suatu besaran, jenis produkk, permodalan, sifat usaha dan lain sebagainya. Ekonomii rakyat tidak ekslusif tetapii inklusif dan bersifat terbuka. Kendati demikian, sifat fundamentall diatas telah pulaa menciptakan suatuu sistem ekonomi yangg terdiri dari pelakuu ekonomii, norma, kesepakatan dan mekanismee transaksi, yang umumnyaa telah memfasilitasii ekonomii rakyatt untuk bisa bertahann hidup dan berkembangg sejalan dengan perkembangan sosial ekonomi masyarakatnnyaa.

        Itulah materi tentang Pengertian, Jenis, Struktur, Dan Contoh Teks Eksposisi yang dapat kita pelajari. Perlu diingat bahwa teks eksposisi merupakan teks yang bersifat memaparkan suatu kejadian secara jelas sejelas-jelasnya. Contoh teks eksposisi sendiri terdapat banyak dan seringkali berada disekitar kita tanpa kita sadari. Untuk mencari lebih banyak contoh mengenai teks eksposisi kalian bisa membaca surat kabar berita.

        Contoh 1
        Majas adalah gaya bahasa yang digunakan di dalm suatu tulisan atau perkataan lisan untuk membuat efek-efek tertentu sehingga bahasa tersebut menjadi lebih hidup. Penggunaan majas banyak kita temui di dalam tulisan-tulisan seperti buku cerita, karangan dan lain-lain. Majas bisa menjadi suatu ciri khas atau gaya seorang pengarang dalam menuagnkan ide-idenya dalam bentuk tulisan. Di dalam penggunaannya majas dikelompokan menjadi 3 kelompok majas, yaitu majas perbandingan, pertentangan, penegasan dan sindirian.

        Contoh 2
        Metonimi merupakan jenis gaya kias yang menggunakan kata- kata untuk pengertian yang lebih luas aau yang lebih sempit dari artinya yang lazim. Kata- kata dengan makna luas atau menyempit digunakan untuk menamai hal-hal atau sesuatu yang dimaksudkan.

        Contoh 3
        Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen murni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit.

        Baca Juga : Macam - Macam Jenis Sudut dan Penjelasan

        Contoh 4
        Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer. Jahe biasa digunakan sebagai bahan masakan atau penyedap rasa alami. Selain bisa digunakan sebagai rempah-rempah, tanaman ini juga bisa mengobati beberapa penyakit seperti batuk, panas dalam dan masih banyak lagi. Tanaman jahe memiliki tinggi sekitar 30 hingga 100 cm. Daunnya berbentuk menyirip dengan panjang sekitar 15 hingga 23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Jahe memiliki rimpang atau akar berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Akar inilah yang diambil dan dimanfaatkan sebagai jahe. Rasa dominan pedas dan hangat pada jahe disebabkan oleh senyawa keton yang bernama zingeron. Terdapat 3 jenis jahe yang sangat popular di pasaran yaitu, jahe gajah, jahe kuning dan jahe merah.

        Contoh 5
        Definisi krisis ekonomi adalah istilah yang digunakan di bidang ekonomi dan mengacu pada perubahan drastis pada perekonomian. Perubahan ekonomi terjadi secara cepat mengarah pada turunnya nilai tukar uang dan harga kebutuhan pokok yang semakin tinggi. Krisis ekonomi dapat melanda suatu negara apabila perubahan perekonimian sudah tidak dapat dibendung lagi

        Kemacetan dan Masa Depan Kota
         By: Novi Ermawati

         Tesis :
         Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial (lihat misalnya Morlock, 1985). Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.

         Argumentasi :
        Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah.

        Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates). Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis.

        Pengegasan Ulang :
        Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis.

        WTO Globalisasi
         By : puspitagitaprnama.blogspot.com

         Tesis :
         Peran dan Manfaat WTO Globalisasi memberikan dampak berupa perubahan pada pasar internasional, salah satunya adalah liberalisasi perdagangan, yang dipandang sebagai suatu upaya untuk meningkatkan daya saing ekonomi.

         Argumentasi :
         Indonesia yang menganut perekonomian terbuka sangat sulit untuk mengelak dari dinamika ekonomi internasional yang semakin mengglobal ini. Konsekuensinya, pasar domestik Indonesia tidak terlepas dari gejolak pasar dunia yang semakin liberal, karena kebijakan unilateral dan ratifikasi kerjasama perdagangan internasional (regional dan global) yang harus dilakukan Indonesia. World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia merupakan satu-satunya badan internasional yang secara khusus mengatur masalah perdagangan antar negara.

         Pengegasan Ulang :
         Sistem perdagangan multilateral WTO diatur melalui suatu persetujuan yang berisi aturan-aturan dasar perdagangan internasional sebagai hasil perundingan yang telah ditandatangani oleh negara-negara anggota.

        Contoh Paragraf Teks Eksposisi Tentang Ekonomi :

         Ekonomi Indonesia
         By : Aditama

         Tesis :
         Ekonomi rakyat adalah “kegiatan ekonomi rakyat banyak” . Jika dikaitkan dengan kegiatan pertanian, maka yang dimaksud dengan kegiatan ekonomi rakyat adalah kegiatan ekonomi petani atau peternak atau nelayan kecil, petani gurem, petani tanpa tanah, nelayan tanpa perahu, dan sejenisnya; dan bukan perkebunan atau peternak besar atau MNC pertanian, dan sejenisnya.

         Argumentasi
         Perspektif lain dari ekonomi rakyat dapat pula dilihat dengan menggunakan perspektif jargon: “ekonomi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”

         “Dari rakyat”, berarti kegiatan ekonomi itu berkaitan dengan penguasaan rakyat dan aksesibilitas rakyat terhadap sumberdaya ekonomi. Rakyat menguasai dan memiliki hak atas sumberdaya untuk mendukung kegiatan produktif dan konsumtifnya.

         “Oleh rakyat”, berarti proses produksi dan konsumsi dilakukan dan diputuskan oleh rakyat. Rakyat memiliki hak atas pengelolaan proses produktif dan konsumtif tersebut. Berkaitan dengan sumberdaya (produktif dan konsumtif), rakyat memiliki alternatif untuk memilih dan menentukan sistem pemanfaatan, seperti berapa banyak jumlah yang harus dimanfaatkan, siapa yang memanfaatkan, bagaimana proses pemanfaatannya, bagaimana menjaga kelestarian bagi proses pemanfaatan berikutnya, dan sebagainya.

         “Untuk rakyat”, berarti rakyat banyak merupakan ‘beneficiaries utama dari setiap kegiatan produksi dan konsumsi. Rakyat menerima manfaat, dan indikator kemantaatan paling utama adalah kepentingan rakyat.

         Penegasan Ulang :
        Dalam hal ini perlu pula dikemukakan bahwa ekonomi rakyat dapat berkaitan “dengan siapa saja”, dalam arti kegiatan transaksi dapat dilakukan juga dengan “non-ekonomi-rakyat”. Juga tidak ada pembatasan mengenai besaran, jenis produk, sifat usaha, permodalan, dan sebagainya. Ekonomi rakyat tidak eksklusif tetapi inklusif dan terbuka. Walaupun demikian, sifat fundamental diatas telah pula menciptakan suatu sistem ekonomi yang terdiri dari pelaku ekonomi, mekanisme transaksi, norma dan kesepakatan (“rule of the game”) yang khas, yang umumnya telah memfasilitasi ekonomi rakyat untuk survive dan berkembang sejalan dengan perkembangan sosial ekonomi masyarakatnya.

        share jika bermanfaat :)
        source : materi4belajar



        Tuesday, March 27, 2018

        50+ Contoh Teks Anekdot

        50+ Contoh Teks Anekdot - Apa sih sebenarnya teks ankdot itu ?? Mungkin kalian sudah sering mendengar ungkapan kata tersebut namun belum paham juga, ! tapi hal tersebut sudah saya bahas pada artikel Teks Anekdot | Ciri - Ciri, Struktur, Tujuan dan Kaidah Kebahasaan.

        Pada artikel ini kita hanya akan membahas mengenai contoh teks anekdot mulai dari contoh teks anekdot sindiran, teks anekdot politik sampai contoh teks anekdot panjang.

        Berikut adalah contoh teks anekdot :

        Contoh Cerita Anekdot Pendek

        Di suatu hari yang cerah, sebab mumpung sedang terang mataharinya, ada percakapan yang tidak terlalung penting antar guru dengan muridnya.

        Murid : Ibuuuu guru, bu guru diperbolehkan tidak yah di hukum sebab perbuatan yang belum dikerjakannya?

        Ibu Guru : Iya tidak boleh loh nak, seseorang itu baru bisa dikasih hukuman jika dia sudah mengerjakan kesalahan.

        Murid : Terima kasih banget, saya belum menyelesaikan PR soalnya buuu ?

        Ibu Guru : O000… dasar murid Ed****!


        Contoh Cerita Anekdot Lucu
        contoh cerita teks anekdot lucu
        mediagame.com

        Diceritakan ada sebuah keluarga yang bahagia dan di dalam keluarga tersebut terdapat sepasang kaka beradik yang pergi hendak berkebun, tetapi tiba-tiba mereka dengan terburu-buru pulang rumah.

        Kakak : Ma, tolong ini darurat, adik tertelan kecoa mahh !!

        Mamah : Astaga, kok bisa terjadi sih kak !! Bagaimana kronologinya? Segera kamu panggil ayah agar ayah membawa dokter ke sini.

        Kakak : Oh jika gitu tambah jadi masalah lagi bu, tunggu sebentar saja kecoanya mati, karena kakak udah beri adik racun serangga tadi ?

        Yang ada si adik malah wafat kelles wkwk …

        Contoh Cerita Anekdot Singkat Tentang Sedekah
        contoh teks anekdot tentang sedekah
        hadiwibowo.com

        Dikisahkan pada suatu cerita seorang pengemis tua yang lagi meminta sedekah ke seorang anak muda, anggap saja seorang mahasiswa.

        Pengemis : Mas, bapak minta sedekahnya …

        Mahasiswa : (Dengan menggigit HP kemudian ia membuka dompet dan mengambil uang 10 ribuan) ini pak, kembaliin 5 ribu yah pak.

        Pengemis : Ini mas kembaliannya, dengan menjulurkan mangkuk yang isinya uang.

        Mahasiswa : Loh pak, ko’ ini duitnya 7 ribu ?

        Pengemis : Tidak apa apa mas, itung-itung saya juga sedekah ke mas ?

        Contoh Teks Anekdot Bahasa Jawa
        contoh teks anekdot bahasa jawa
        youtube.com
        Mboten Ngertos

        Ada dua sosok pemuda asal Sumatera yang sedang melakukan perantauan menuju Pulau Jawa. Mereka berdua ialah Angga dan Shafira. Angga mengerti betul bahasa Jawa dan Shafira sama sekali mengerti bahasa Jawa.

        Di suatu hari mereka jalan jalan disekeliling rumah kontrakan mereka.

        Shafira : “Wow, Indah sekali rumahnya, besar bertingkat juga. Siapa gerangan yang punya rumah ini ?”

        Angga : “Mboten Ngertos”

        Shafira : “Oohh … punya dia mboten ngertos”

        Shafira mengamati mobil-mobil yang berbaris dan terparkir di depan sebuah gedung besar, kemudian dia  bertanya kembali ke Angga.

        Shafira : “Wah kalau mobil mewah tersebut milik siapa ? banyak amat mobilnya.”

        Angga : “Mboten ngertos”

        Shafira : “Mboten ngertos hebat banget yah, jika begitu aku mau ah berguru dengan mboten ngertos saja.”

        Tak lama hanya beberapa menit, lalu mereka berjalan ke arah gang kecil dan mendapati keramaian.

        Shafira : “Siapa yang meninggal Ngga ?”

        Angga : “Mboten ngertos.”

        Shafira :”Yak, jika begitu saya gak jadi deh berguru ke mboten ngertos dong ?”

        Akhirnya mereka berdua balik pulang ke rumah dan Arya pun memberitahukan akan arti sebenarnya“mboten ngertos”. Saat tahu artinya, mereka pun tertawa bersama-sama.

        Contoh Teks Anekdot Pendidikan
        contoh teks anekdot pendidikan
        via blogspot.com
        Fasilitas Kantin Sekolah

        Di suatu hari, di suatu sekolah lebih tepatnya di dalam kelas, ada sesosok guru yang lagi mengabsen anak-anak muridnya sebelum mengawali pelajaran.

        Guru : “Septi ?”

        Dina : “Hadir bu!”

        Guru : “Agung?”

        Dina : “Tidak tahu bu, paling Doni masih berada di luar kelas bu!”

        (Tidak lama kemudian, datanglah Doni masuk ke dalam kelas)

        Doni : “Minta izin bu, apakah boleh saya masuk kelas ?

        Guru : “Kamu habis dari mana saja Doni ?”

        Doni : “Saya Baru saja membeli makanan di luar sekolah bu”

        Guru : “Looh, kita kan memiliki kantin sendiri. Terus ngapaian kamu perlu kesana ?”

        Doni : “Iya bu, namun kantinnya mirip gudang, sudah kotor dan kecil amat.”

        (Seluruh murid pun akhirnya tertawa menyimak perkataan Doni tersebut)

        Guru : “Kamu itu, mendingan di sekolah ini memiliki kantin, namun kamu ada betulnya juga sih. Karena memang kantin di sekolahan kita agak kurang sadar tentang menjaga kebersihannya.”

        Mendengar masalah tersebut, kelas kembali lagi ke aktifitas belajar mengajar dan lalu ibu guru bikin jadwal piket buat kantin dan meminta kepala sekolah supaya memperbaiki kantin tersebut.

        Contoh Teks Anekdot Kesehatan
        contoh teks anekdot beserta strukturnya
        penulispro.com
        Obat Sakit Kepala

        Abstraksi

        Pada suatu hari di bulan puasa, sesosok kakek hidup bersama dengan cucunya yang lagi asyik melihat televisi.

        Orientasi

        Seperti biasa si kakek lagi menonton acara kesukaannya, yakni “Ganteng Ganteng Serigala”. Di tiap dua puluh menit sekali selalu terdapat iklan, salah satu iklan yang muncul ialah iklan obat sakit kepala. Pada Iklan tersebut menerangkan kalau obat tersebut bisa diminum kapan saja.

        Krisis

        Lagi asyik-asyiknya melihat televisi, mendadak ada rasa sakit di kepala si kakek tersebut. Si kakek kemudian manggil cucunya yang sedang asyik main di kamar supaya membelikannya  obat sakit kepala.

        seusai cucunya tiba di rumah, langsung saja kakek minum obat tersebut.

        Reaksi

        Si cucu yang mengamati kejadian tersebut kemudian bertanya kepada si kakek “Kakek kan lagi puasa, kenapa minum obat ?”

        Koda

        Dengan tidak ragu-ragu dan seperti tidak merasa berdosa, Sang kakek pun menjawab “Itulah hebatnya bodrex cu, bisa diminum kapan saja !:D!”.

        Contoh Teks Anekdot Politik
        contoh teks anekdot politik
        tempo.com
        Baju Tahanan KPK

        Abstraksi

        Dua orang kader parpol panggil aja namanya Angga dan Abdillah. Mereka sama-sama ingin mencalonkan diri menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

        Orientasi

        Seusai memberikan berkas pencalonannya ke KPU di wilayahnya, Angga dan Abdillah pun berbincang bincang disertai dengan menyeruput kopi di kantin gedung itu. Mereka terlihat sedang melakukan perbincangan yang seru.

        Krisis

        Angga: “Di, di negara kita ini sebagian besar politisi sudah banyak yang kaya raya!”

        Abdillah : “Jika permasalahan tersebut aku pun juga sudah tahu, Ngga!”

        Angga : “Begitu kayanya mereka, mereka bahkan sanggup memiliki baju paling mahal di Indonesia.”

        Abdillah : “Looh, maksud kamu apa itu baju termahal  ?”

        Angga : “Yaah, apalagi jika bukan baju tahanan KPK.”

        Reaksi

        Abdillah : “Loh, kok baju tahanan KPK sih ?” (Bingung)

        Arya : “Ya iya dong, coba saja kamu pikir, seorang politisi sekurangnya-kurangnya perlu mencuri uang negara 1 milyar terlebih dulu, baru dapat mengenakan baju tersebut.”

        Abdillah : “Owh, maksud kamu gitu toh, baru dong aku.”

        Koda

        Mereka lalu memesan kopi lagi disertai mengingat kembali teman-teman mereka yang telah mampu untuk memakai baju termahal tersebut.”

        Contoh Teks Anekdot Hukum
        contoh teks anekdot lucu
        via blogspot.com
        Mencuri Sandal

        Abstraksi

        Di suatu pagi, Angga lagi asyik menyantap soto di warung makan favoritnya. Seusai merasa kenyang, Angga langsung berdiri dan bergegas pulang.

        Orientasi

        Di tengah tengah berpergian untuk pulang, Angga tertimpa musibah berupa kecelakaan karena kena serempet sepeda motor yang lagi ugal-ugalan. Akibat kecelakaan itu, akhirnya putus sandal Angga.

        Secara terpaksa Angga berjalan kaki dengan tidak disertai memakai sandal. Dikarenakan jarak rumahnya yang jauh, akhirnya dia memilih mau berkunjung ke toko terdekat buat membeli sandal. Namun, apa buat, jumlah uang di dompetnya tidak cukup.

        Krisis

        Karena jumlah uang tak cukup, Angga akhirnya memiliki niatan buat menggosop sanda di masjid yang lokasinya cuma beberapa meter dari toko sandal tersebut. Angga akan menggosop sandal paling bagus yang terdapat di masjid tersebut.

        Dengan duduk di teras masjid, ia sambil juga melihat tiap orang yang akan memasuki ke masjid. Sehingga nantinya saat incarannya sedang sibuketika targetnya sibuk beribadah ia segera mengambil sandal tersebut.

        Ternyata aksinya berlangsung dengan tanpa adanya hambatan, Angg sukses memperoleh sandal yang warnanya hitam dan merupakan sandal yang paling bagus dari masjid itu. Tidak terduga, si pemilik mengetahui kalau Angga sudah menggosop sandalnya.

        Langsung saja, secara spontan si empunya berteriak dan mengejar Arya. Malang betul si Angga, perutnya yang buncit bikin dia tak mampu untuk lari kencang. Angga pun akhirnya di tangkap dan di bawa ke kantor polisi.

        Seusai dilaksanakan penyelidikan, Angga di jatuhi hukuman disertai pasal pencurian, lalu kasusnya akan disidangkan satu minggu kembali. Malang banget si Angga, cuma perkara sepele saja bisa bikin dia dibawa di hadapan meja hijau.

        Reaksi

        Akhirnya tiba juga Hari persidangan, Angga berada di kursi tersangka disertai muka yang tertunduk.

        Hakim : “Baiklah, Angga, umur 23 tahun, sudah terbukti ketahuan mencuri sandal yang berharga 30.000 rupiah. Oleh sebab itu, anda akan dikenai hukuman untuk 5 tahun penjara.”

        Angga : “looh?! Pak, ini tak adil bagi saya, kenapa hukuman saya sangat lebih berat daripada dengan para koruptor ?”

        Koda

        Lalu hakim menjelaskan ke si Angga, bahwa ia mencuri sendal, maka dia merugikan seseorang dengan nilai 30.000 rupiah saja. Sementara para koruptor melakukan korupsi duit 2 miliar, maka ia sama saja merugikan 200 juta rakyat Indonesia.

        Nah jika dihitung-hitung, koruptor cuma bikin rugi 10 rupiah saja masing masing orang. Sehingga kerugian karena aksi yang dikerjakan oleh Arya lebih gede dibandingkan aksi yang dikerjakan oleh para koruptor.

        Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya
        teks anekdot layanan publik
        pricearea.com
        Beo Nakal

        Citra, Sassi dan Shafira saling bertetangga dan sering bersama-sama berangkat menuju kantor. Untuk sampai jalan raya agar bisa naik kendaraan umum, mereka diharuskan melalui suatu gang yang diantara rumah tersebut terdapat peliharaan burung beo.

        Tiap kali tiga perempuan tersebut melalui depan rumah orang yang memiliki peliharaan beo, selalu saja si burung beo bilang tiga warna. Sassi mulai merasa curiga kalau burung beo tersebut sudah tahu akan warna celana dalam mereka bertiga.

        Untuk memastikan hal tersebut betul atau tidak, mereka mengadakan kesepakatan buat mengenakan warna celana dalam yang sama.

        Di esok harinya mereka kembali melalui gang tersebut, si beo mengucapkan “Hitam, hitam, hitam.” Ketiga perempuan itu terkagum kagum dan tercengang. Di hari selanjutnya, secara tepat juga si beo mampu menebak warna celana dalam mereka seraya mengatakan “Pink, pink, pink.”

        Citra memiliki siasat yang agak konyol. “Bagaimana jika besok kita tak sama sekali mengenakan celana dalam ? Coba, Akan berkata apa si beo usil itu ?” Di esok harinya saat mereka melewati kembali, si beo di dalam sangkarnya tersebut mondar-mandir kayak kebingungan.

        Citra dan teman-temannya tersebut mulai tertawa sebab dapat ngerjain burung beo yang suka usli tersebut. Namun tertawa mereka tidak langsung lama, karena si beo bilang, “lurus, lurus, keriting.”

        Contoh Teks Anekdot Lucu
        contoh teks anekdot sosial
        moslemforall.com
        Tukang Roti

        Di suatu hari, datang tukang roti yang melalui depan rumah, kemudian teman ane si enggal memanggil dia. Tak lama, datanglah tukang roti itu mendekati kita yang sedang istrirahat santai di taman depan rumah.

        Enggar : “Adanya Roti jenis apa saja bang ?”

        Tukang Roti : “Bisa bermacam maca, dek.”

        Enggar : “Terus bang, roti ini apa yah rasanya ?”

        Tukang Roti : “Roti ini coklat dek rasanya.”

        Enggar : “Kalo roti ini rasa apa bang ?”

        Tukang Roti : “roti rasa strawberry dek.”

        Enggar : “kalo ini rasa apa bang ?”

        Tukang Roti : “ini rasa nanas dek.”

        Enggar : “Loh, terus mana rotinya bang ? sejak tadi mulu bicaranya buah-buahan terus ? memangnya abang jual apa sih, roti atau buah ? Jika kaya begini ane gak jadi jadi beli bang”

        Tukang Roti : *Hening*

        Dalam sekejab si tukang jual roti tersebut pingsan mendadak.

        Struktur Bagian-Bagian dari Teks Anekdot berjudul Tukang Roti :
        Abstraksi : Di suatu hari, datang tukang roti yang melalui depan rumah,
        Orientasi : kemudian teman ane si enggal memanggil dia
        Krisis : “Loh, terus mana rotinya bang ? sejak tadi mulu bicaranya buah-buahan terus ? memangnya abang jual apa sih, roti atau buah ? Jika kaya begini ane gak jadi jadi beli bang”
        Reaksi : *Hening*
        Koda : Dalam sekejab si tukang jual roti tersebut pingsan mendadak.
        Kesetrika

        di suatu pagi yang masih cerah, muncul sesosok laki-laki yang sedang ke rumah sakit karena kedua buah telinganya lagi kena luka bakar.

        Doker : “looh, ada apa yang terjadi dengan telinga anda pak?”

        Pasien : “begini dokter ceritanya, sebelumnya saya lagi menyetrika baju, nah, ketika saya lagi  menyetrika baju, secara mendadak telpon saya bunyi dan mendering. Sebab reflek, akhirnya ketika saat itu saya lagi memegang setrika, langsung saja saya tempelkan ke telinga kiri saya dok.”

        Dokter : “oh, begitu toh ceritanya, saya mengerti keluhan  bapak, kemudian untuk telinga bapak yang sebelah kanan itu apa yang terjadi?”

        Pasien : “Nah ini dia masalahnya dokter, si bego tersebut kembali menelpon.”

        Bagian-Bagian Struktur dari Teks Anekdot Kesetrika :
        Abstraksi : Di suatu pagi yang cerah
        Orientasi : muncul sesosok laki-laki yang sedang ke rumah sakit karena kedua buah telinganya lagi kena luka bakar.
        Krisis : “begini dokter ceritanya, sebelumnya saya lagi menyetrika baju, nah, ketika saya lagi  menyetrika baju, secara mendadak telpon saya bunyi dan mendering. Sebab reflek, akhirnya ketika saat itu saya lagi memegang setrika, langsung saja saya tempelkan ke telinga kiri saya dok”
        Reaksi : “oh, begitu toh ceritanya, saya mengerti keluhan  bapak, kemudian untuk telinga bapak yang sebelah kanan itu apa yang terjadi?”
        Koda : “Nah ini dia masalahnya dokter, si bego tersebut kembali menelpon.”
         Demikianlah pembahasan mengenai 50+ Contoh Teks Anekdot semoga dapat membantu sobat.

        Saturday, December 02, 2017

        Besaran dan Satuan Dalam Fisika Kelas X

        Pengertian Besaran dan Satuan Dalam Fisika Kelas X - Selamat datang di Loker ilmu.


        A. Pengertian Besaran

        Pengertian Besaran adalah segala sesuatu yang dapat di ukur dan dinyatakan dalam angka dan mempunyai satuan. Dalam pengertian yang lain. besaran dapat juga diartikan sebagai pernyataan yang mengandung pengertian ukuran dan memiliki satuan atau hal-hal yang akan diketahui ukurannya.


        Syarat besaran

        a. Dapat di ukur atau dihitung
        b. Dapat dinyatakan dengan angka atau mempunyai nilai.
        c. Mempunyai saatuan.

        Besaran berdasarkan cara memperolehnya dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu :
        1. Besaran Fisika yaitu hasil yang diperoleh dari pengukuran. Karena diperoleh dari pengukuran maka harus ada alat ukurnya. Sebagai contoh adalah massa. Massa merupakan besaran fisika karena massa dapat diukur dengan menggunakan neraca.
        2. Besaran non Fisika yaitu hasil yang diperoleh dari penghitungan. Dalam hal ini tidak diperlukan alat ukur tetapi alat hitung sebagai misal kalkulator. Contoh besaran non fisika adalah Jumlah.

        Baca Juga : Sejarah Terhadap Perkembangan Kekuasaan Bangsa Eropa di Indonesia Secara Singkat


        Macam macam besaran

        Karena untuk besaran fisika sendiri di bagi menjadi dua yaitu sebagai berikut.
        1. Besaran Pokok adalah hasil yang telah ditentukan lebih dulu berdasarkan kesepatan para ahli fisika.Dalam fisika besaran pokok yang paling umum ada 7 macam yaitu :
        a. Panjang (m).
        b. Massa (kg).
        c. Waktu (s).
        d. Suhu (K).
        e. Kuat Arus Listrik (A).
        f. Intensitas Cahaya (cd).
        g. Jumlah Zat (mol).

        Besaran pokok mempunyai ciri khusus antara lain :
        a. Diperoleh dari pengukuran langsung.
        b. Mempunyai satu satuan (tidak satuan ganda).
        e. Ditetapkan terlebih dahulu.

        2. Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok.
        Contoh :
        a. Luas (di turunkan dari panjang)
        b. Percepatan (diturunkan dari jarak atau panjang dan waktu)
        c. Volume (diturunkan dari panjang)
        d. Gaya (diturunkan dari massa, panjang dan waktu)

        Ciri khusus besaran turunan:
        a. Diperoleh dari pengukuran langsung atau tak langsung
        b. Mempunyai satuan lebih dari satu. Contoh: Gaya mempunyai dua satuan yaitu N (Newton) dan kg.m/s²
        c. Diturunkan dari besaran pokok.

        Baca Juga : Rangkuman Materi Tentang Pengertian Listrik Statis Lengkap Dengan Pembahasan Dan Contoh Soalnya

        B. Pengertian Satuan

        Satuan adalah acuan yang digunakan dalam pengukuran atau pembanding dalam suatu pengukuran besaran. Untuk menyeragamkan hasil pengukuran secara Internasional maka pada tahun 1950 para Ilmuan membuat kesepakatan dan menetapkan satuan yang disebut Satuan Internasional (SI). Menurut satuan SI, ditetapkan satuan dasar: meter, kilogram, sekon (MKS) sedangkan sentimeter, gram, sekon (CGS).

        Satuan dibedakan menjadi 2:
        1. Satuan tidak baku : Satuan tidak baku hanya berlaku disuatu tempat sehingga tidak dapat digunakan ditempat lain. Hasil pengukuran yang dilakukan 1 orang hasilnya akan berbeda dengan pengukuran yang dilakukan oleh orang lain. Contoh: hasta, depa, jengkal, tombak, dsb.
        2. Satuan baku (Standar) : Satuan baku merupakan satuan yang menggunakan pembanding tetap yang diakui secara Internasional sehingga nilai satuannya harus sama dan mudah ditiru.


        Syarat satuan

        a. Mudah ditiru
        b. Bersifat tetap
        c. Tidak berubah-ubah
        d. Bersifat Internasional


        Rumus besaran dan satuan

        berikut adalah rumus dari satuan.

        Rumus satuan.
        klik gambar untuk memperjelas.

        Keterangan :

        -Panjang(p)
        -Lebar(l)
        -Tinggi(t)
        -Satuannya meter(m).

        -Massa(m)
        -Satuannya kilogram(kg).

        -Waktu(t)
        -Satuanya sekon(s).

        -Perpindahan(x)
        -Satuannya meter(m).


        Rumus besaran turunan.

        Luas (L)                      = Panjang(p) * Lebar(l)
                                           = (m)*(m)
                                           = (m)2

        Volume (V)              = Panjang(p) * Lebar(l) * Tinggi(t)
                                       = (m) * (m) * (m)
                                       = (m)3

        Massa Jenis (ρ)     ={Massa(m)} : {Volume(v)}
                                     =(kg) : (m)3
                                      = kg(m)-3

        Kecepatan (V)      ={Perpindahan(x)} : {Waktu(t)}
                                     =(m) : (s)
                                     = m(s)-1

        Percepatan (a)    = {kecepatan(v)} : {Waktu(t)} 
                                             = {m(s)-1} : (s)
                                             = m(s)-2

        Gaya (F)                   = massa(m) * Percepatan(a)
                                              = [kg * m(s)-2]
                                              = kgm(s)-2
                                              = Newton(N)

        Usaha (W)               = Gaya(F) * Perpindahan(x)
                                              = kgm(s)-2 * (m)
                                              = kg(m)2(s)-2
                                              = Joule(J)

        Energi Potensial (EP)  = massa(m) * Percepatan(a) * tinggi(t)
                                                         = (kg) * m(s)-2 * (m)
                                                         = kg(m)2(s)-2
                                                         = Joule(J)

        Energi Kinetik (EK)   = 1/2* massa(m) * {kecepatan(v)}2
                                                        =1/2* (kg) * {m(s)-1}2
                                                        = kg(m)2(s)-2
                                                        = Joule(J)

        Daya (P)                     = {usaha(W)} : {Waktu(t)}
                                            = (Kgm2s-2) : (s)
                                            = Kgm2s-3
                                            = Watt

        Tekanan     (T)            = {Gaya(F)} : {Luas Penampang per satuan (A)}
                                            = {kgm(s)-2} : (m)2
                                            = N/m2
                                            = Pascal (Pa)

        Muatan Listrik (Q) = {Kuat arus Listrik (I)} * {waktu(t)}
                                            = (A) * (s)
                                            = A.s
                                            =Coulomb (C)

        Frekuensi (f)           = 1/{Periode(T)}
                                            = 1/s
                                            = (s)-1


        Itulah sedikit ulasan mengenai besaran dan satuan emoga dapat membantu sobat :)
        Jangan lupa share ya :)

        Tuesday, November 21, 2017

        6 ( Enam ) Pengertian, Fungsi, Tugas dan Jenis-Jenisnya Bank Umum

        6 ( Enam ) Pengertian, Fungsi, Tugas dan Jenis-Jenisnya Bank Umum - Selamat datang di Loker ilmu, Pada kali ini kita akan membahas mengenai Bank umum, Pada umumnya fungsi bank itu hampir sama hanya saja yang membedakan cuma point-point tertentu, untuk lebih jelasnya simak di bawah ini.

        Pengertian Bank Umum
        1. Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Fungsi bank umum adalah kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank umum disebut juga bank komersial karena tujuannya adalah mencari keuntungan.

        2. Menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998, pengertian bank umum adalah bank yang melakukan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

        3. Menurut Peraturan Bank Indonesia No. 9/7/PBI/2007, Pengertian bank umum adalah bank yang kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran, dalam usahanya secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah.

        4. Bank umum menurut para ahli perbankan di negara-negara maju adalah sebagai institusi keuangan yang berorientasi pada laba. Untuk mencapai tujuannya tersebut bank umum melaksanakan fungsi intermediasi. Karna bank umum diizinkan mengumpulkan dana berbentuk deposito, bank umum juga disebut sebagai lembaga keuangan depositori. Bank umum juga disebut sebagai bank umum pencipta uang (giral) karena berdasarkan kemampuannya menciptakan uang (giral).

        5. Bank umum adalah lembaga keuangan yang bertugas menghimpun dana dari masyarakat (funding) dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit (lending), bank umum juga berfungsi sebagai agent of trust, agent of equity, dan agent of development.

        6. Bank umum sering disebut dengan bank komersial (commercial bank). Jasa yang diberikan bank umum bersifat umum, itu artinya dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada.

        Baca Juga : Bank Sentral Indonesia ( BI ) | Pengertian, Kedudukan, Tujuan Dan Wewenang

        Tugas Bank Umum
        Tugas pokok Bank Umum tertuang dalam Undang-Undang yaitu Pasal 6 UU No.10 Tahun 1998 antara lain sebagai berikut:
        1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
        2. Memberikan kredit.
        3. Menerbitkan surat pengakuan utang.
        4. Membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya.
        5. Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah.
        6. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antarpihak ketiga.
        7. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga (safe deposit box).

        Fungsi Bank Umum
        Fungsi dari bank umum sendiri di bedakan menjadi 3 antara lain :
        1. Agent of Trust (Agen Kepercayaan)
        Yaitu lembaga yang landasannya kepercayaan. Dasar utama kegiatan perbankkan adalah kepercayaan ( trust ), baik dalam penghimpun dana maupun penyaluran dana. Masyarakat akan mau menyimpan dana dananya di bank apabila dilandasi kepercayaan.

        2. Agent of Equity (Agen Ekuitas/Permodalan) 
        Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Kegiatan bank berupa penghimpun dan penyalur dana sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil.

        3. Agent of Development (Agen Pembangunan)
        Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Disamping melakukan kegiatan penghimpun dan penyalur dana, bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain kepada masyarakan. Jasa yang ditawarkan bank ini erat kaitannya dengan kegiatan perekonomian masyarakat secara umum.

        Jenis Jenis Bank Umum
        Berdasarkan kemampuannya dalam melayani masyarakat luas, maka bank umum dikelompokkan menjadi 2 (dua) macam. Pembagian jenis ini disebut juga pembagian berdasarkan kedudukan atau status bank tersebut. Kedudukan menunjukkan ukuran kemampuan bank dalam melayani masyarakat, baik dari segi jumlah produk, modal atau kualitas pelayanannya.

        1. Bank Devisa
        Bank devisa adalah bank yang mendapat persetujuan atau ditunjuk oleh Bank Sentral (Bank Indonesia) untuk dapat melakukan kegiatan usaha bidang perbankan dalam valuta asing. Bank devisa memiliki kelebihan yaitu bisa menawarkan jasa-jasa bank yang berkaitan dengan mata uang asing tersebut. Contohnya: transfer uang ke luar negeri, transaksi ekspor dan impor, jual beli valuta asing dan lainnnya.

        Daftra BANK Umum Swasta Nasional Non-Devisa
        01. Bank Rakyat Indonesia Agroniaga, Tbk.
        02. Bank Antar Daerah.
        03. Bank Artha Graha Internasional, Tbk.
        04. Bank BNI Syariah.
        05. Bank Bukopin,Tbk.
        06. Bank Bumi Arta.
        07. Bank ICB Bumiputera Indonesia, Tbk.
        08. Bank Central Asia , Tbk.
        09. Bank CIMB Niaga, Tbk.
        10. Bank danamon Indonesia,Tbk.
        11. Bank Ekononomi Raharja. Tbk.
        12. Bank Ganesha.
        13. Bank Hana.
        14. Bank Himpunan Saudara 1906, Tbk.
        15. Bank ICBC Indonesia.
        16. Bank Index Selindo.
        17. Bank SBI Indonesia.
        18. Bank Internasional Indonesia, Tbk.
        19. Bank QNB Kesawan, Tbk.
        20. Bank Maspion Indonesia.
        21. Bank Mayapada Internasional, Tbk.
        22. Bank Mega, Tbk.
        23. Bank Mestika Dharma.
        24. Bank Metro Ekspress.
        25. Bank Mualamat Indonesia.
        26. Bank Mutiara, Tbk.
        27. Bank Nusantara Parahyangan, Tbk.
        28. Bank OCBC NISP, Tbk.
        29. Pan Indonesia Bank, Tbk.
        30. Bank Permata Tbk.
        31. Bank Sinarmas, Tbk.
        32. Bank Of India Indonesia, Tbk.
        33. Bank Syariah Mandiri.
        34. Bank Syariah Mega Indonesia.
        35. Bank UOB Indonesia

        Baca Juga : Jenis Jenis Bank Yang Ada Di Indonesia Dan Fungsinya

        2. Bank Non-Devisa
        Merupakan bank yang belum mempunyai izin untuk melaksanakan transaksi sebagai bank devisa sehingga tidak dapat melaksanakan transaksi seperti halnya bank devisa.

        Daftra BANK Umum Swasta Nasional Non-Devisa
        01. Anglomas Internasional Bank.
        02. Bank Artos Indonesia.
        03. Bank BCA Syariah.
        04. Bank Bisnis Internasional.
        05. Bank Jasa Jakarta.
        06. Bank Kesejahteraan Ekonomi.
        07. Bank Ina Perdana.
        08. Bank Harda Internasional.
        09. Bank Fama Internasional.
        10. Bank Sahabat Sampoerna.
        11. Centratama Nasional Bank.
        12. Bank dinar Indonesia.
        13. Bank Mayora.
        14. Bank Mitra Niaga.
        15. Bank Multi Arta Sentosa (Mas).
        16. Bank Nationalnobu (Alfindo Sejahtera).
        17. Bank Panin Syariah.
        18. Prima Master Bank.
        19. Bank Pundi Indonesia, Tbk.
        20. Bank Royal Indonesia.
        21. Bank Sahabat Purba Danarta.
        22. Bank Sinar Harapan Bali.
        23. Bank Andara.
        24. Bank Syariah BRI.
        25. Bank Syariah Bukopin.
        26. Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk.
        27. Bank Victoria Internasional, Tbk.
        28. Bank Victoria Syariah.
        29. Bank Yudha Bhakti.
        30. Bank Jabar Banten Syariah.

        Kegiatan Usaha Bank Umum
        Kegiatan-kegiatan usaha yang sering dilakukan oleh bank umum antara lain:
        1. menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan.
        2. memberikan kredit.
        3. menerbitkan surat pengakuan utang.
        4. membeli dan menjual surat berharga.
        5. menyediakan pembiayaan.
        6. menyediakan tempat untuk menyimpan benda-benda berharga bagi nasabah.
        7. melakukan kegiatan jual beli valuta asing.

        Itulah beberapa ulasan mengenai bank Umum, semoga dapat membantu sobat :)
        Jangan lupa share dan follow blog ini ya :)


        Jenis Jenis Bank Yang Ada Di Indonesia Dan Fungsinya

        Jenis Jenis Bank Yang Ada Di Indonesia Dan Fungsinya - Selamat datang di Loker ilmu, pada kali ini kita akan mengulas mengenai tentang Jenis bank yang ada di negara kita.

        Jenis Bank Berdasarkan Fungsinya
        Menurut kegiatan atau fungsinya bank di bedakan menjadi 3 macam, Untuk lebih Jelanya simak di bawah ini.
        1. Bank Sentral
        Bank sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga atau nilai suatu mata uang yang berlaku di negara tersebut, yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi atau naiknya harga-harga yang dalam arti lain turunnya suatu nilai uang. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali dan selalu berada pada nilai yang serendah mungkin atau pada posisi yang optimal bagi perekonomian (low/zero inflation), dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka bank sentral dengan menggunakan instrumen dan otoritas yang dimilikinya.

        Bank Sentral merupakan bank yang bertanggung jawab penuh untuk menjaga kestabilan akan nilai rupiah dan mengatur serta mengawasi kegiatan lembaga-lembaga keuangan. Bank Indonesia (BI) adalah bank sentral Republik Indonesia. Bank ini memiliki nama lain De Javasche Bank yang dipergunakan pada masa Hindia Belanda. Sebagai bank sentral, BI mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.

        Menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, Bank Indonesia merupakan lembaga negara yang independen, bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak-pihak lainnya, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang tersebut. Menurut undangundang itu juga, tujuan didirikannya Bank Indonesia adalah untuk mencapai kestabilan nilai rupiah. Yang dimaksud kestabilan nilai rupiah adalah kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa serta terhadap mata uang negara lain. Kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa dapat dilihat dari perkembangan laju inflasi. Adapun kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang negara lain, dapat dilihat dari perkembangan nilai tukar rupiah.

        Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia memiliki tugas-tugas sebagai berikut:
        1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter.
        2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.
        3. Mengatur dan mengawasi bank.
        Bank Indonesia menetapkan peraturan, memberikan dan mencabut izin usaha bank, melaksanakan pengawasan serta memberi sanksi bagi bank yang melanggar peraturan.

        Untuk Lebih Lengkapnya Mengenai Bank Indonesia Baca Disini : Bank Sentral Indonesia ( BI ) | Pengertian, Kedudukan, Tujuan Dan Wewenang

        2. Bank Umum
        Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Dikatakan umum karena memberikan jasa kepada masyarakat umum, dan dapat beroperasi di seluruh wilayah.

        Menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998, pengertian bank umum adalah bank yang melakukan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

        Usaha-usaha yang bisa dilakukan bank umum meliputi:
        1. Memperoleh profit/keuntungan sebesar-besarnya dari cara menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat (pemberi kredit).
        2. Memberikan pinjaman (kredit) kepada masyarakat dengan menanammkan bunga kredit.
        3. Melakukan inkaso dengan bank lainnya
        4. Melakukan jual beli surat-surat berharga.
        5. Menerima titipan barang-barang berharga.
        6. Melakukan kegiatan pengiriman uang.
        6. Melakukan kegiatan-kegiatan perbankan lainnya yang sesuai dengan undang-undang dan ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia.

        Untuk Lebih Lengkapnya Mengenai Bank Indonesia Baca Disini :6 ( Enam ) Pengertian, Fungsi, Tugas dan Jenis-Jenisnya Bank Umum

        3. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
        Bank Perkreditan Rakyat adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dan menyalurkan dana sebagai usaha BPR. Dan kegiatan yang di lakukan bpr lebih sempit jangkauannya dari Bank Umum.

        Status BPR ini diberikan kepada Bank Desa, Lumbung Desa, Bank Pasar, Bank Pegawai, Lumbung Pitih Nagari (LPN), Lembaga Perkreditan Desa (LPD), Badan Kredit Desa (BKD), Badan Kredit Kecamatan (BKK), Kredit Usaha Rakyat Kecil (KURK), Lembaga Perkreditan Kecamatan (LPK), Bank Karya Produksi Desa (BKPD), dan/atau lembaga-lembaga lainnya yang dipersamakan berdasarkan UU Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 dengan memenuhi suatu persyaratan tatacara yang ditetapkan dengan suatu Peraturan Pemerintah.

        Menurut pasal 13 UU Perbankan No. 10 tahun 1998, Bank Perkreditan Rakyat mempunyai suatu kegiatan usaha yaitu sebagai berikut.
        1. Bertugas untuk menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan yang berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
        2. Bertugas memberikan kredit.
        3. Bertugas untuk menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan prinsip syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
        4. Bertugas untuk menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, dan/atau tabungan pada bank lain.

        Adapun larangan yang di berikan kepada BPR dalam melakukan usaha-usaha sebagai berikut:
        1. Menerima simpanan berupa giro,
        2. Ikut serta dalam lalu lintas pembayaran, seperti transfer dan kliring,
        3. Melakukan kegiatan usaha valuta asing,
        4. Melakukan penyertaan modal,
        5. Melakukan usaha asuransi.

        Contoh BPR di antaranya adalah Bank Desa, Bank Kredit Desa (BKD) dan Bank Pasar.

        Jenis Bank Menurut Bentuk Badan Usaha
        Menurut bentuk-bentuk badan usaha, ada lima macam bank, yaitu:
        1. Bank berbentuk Perseroan Terbatas (PT).
        Bank yang sumber dananya berasal dari para investor yang menanamkan modalnya dengan cara membeli saham sehingga bentuk badan hukumnya adalah perseroan terbatas. contohnya adalah bank swasta nasional seperti diungkapkan diatas.

        2. Bank berbentuk Firma.
        Bank yang dimiliki oleh beberapa orang sebagai pemilik modal utamanya yang bekerja sama membentuk bank.

        3. Bank berbentuk Koperasi.
        Bank milik koperasi merupakan bank yang kepemilikan saham-sahamnya oleh perusahaan yang berbadan hukum koperasi. Contoh bank milik koperasi adalah Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin).

        4. Bank berbentuk Perusahaan Perseorangan.
        Bank milik perseorangan sehingga berbentuk Badan usaha milik perseorangan.

        5. Bank berbentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
        Bank yang dimiliki olehpemerintah sehingga berbentuk Badan Usaha Milik Pemerintah. contohnya adalah bank-bank milik pemerintah


        Jenis Bank Menurut Kepemilikan
        Menurut kepemilikannya bank dapat dikelompokkan sebagai berikut:
        1. Bank milik Negara
        Bank milik negara adalah bank yang modalnya berasal dari negara dan bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan seluruh kegiatannya diawasi oleh pemerintah dan keuntungannya adalah milik pemerintah.

        Contohnya antara lain : BNI 1946, BRI (Bank Rakyat Indonesia), Bank Mandiri, dan BTN (Bank Tabungan Negara).

        Sedangkan bank milik pemerintah daerah (Pemda) terdapat di daerah tingkat I dan tingkat II. Bank milik pemerintah daerah adalah bank milik pemerintah daerah yang terdapat di setiap daerah.

        Contoh bank pemerintah daerah : BPD DKI Jakarta, BPD Jawa Barat, BPD Jawa Tengah, BPD Jawa Timur, BPD Sumatera Utara, BPD Sumatra Selatan, BPD Sulawesi Selatan, dan BPD lainnya:

        2. Bank milik Swasta
        Bank milik swasta adalah bank yang modalnya berasal dari pihak swasta. Bank swasta hanya bisa didirikan setelah mendapat izin dari Menteri Keuangan dan meminta pertimbangan-pertimbangan dari Bank Indonesia sebagai bank sentral. Dan seluruh atau sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta nasional. Akte pendiriannya menunjukkan kepemilikan swasta, begitu pula pembagian keuntungannya untuk pihak swasta.

        Contoh bank milik swasta : Bank Mega, Bank Lippo dan BCA.

        3. Bank Koperasi
        Bank koperasi adalah bank yang modalnya berasal dari perkumpulan koperasi.

        Contoh: Bukopin (Bank Umum Koperasi Indonesia).

        4. Bank milik campuran
        Kepemilikan saham bank campuran dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta nasional. Saham bank campuran secara mayoritas dimiliki oleh warga negara Indonesia.

        Contoh bank campuran antara lain : Sumitono Niaga Bank, Bank Merincop, Bank Sakura Swadarma, Bank Finconesia, Mitsubishi Buana Bank, Inter Pacifik Bank, Paribas BBD Indonesia, Ing Bank, Sanwa Indonesia Bank, dan Bank PDFCI.

        5. Bank Milik Asing
        Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri, baik milik swasta asing atau pemerintah asing. Kepemilikannya dimiliki oleh pihak luar negeri.

        Contohnya ABN AMRO bank, City Bank, dan lain-lain.

        Jenis Bank Berdasarkan Kegiatan Operasionalnya
        Berdasarkan kegiatan operasionalnya bank di bedakan menjadi dua, antara lain sebagai berikut :
        1. Bank konvensional
        Bank konvensional ialah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional, yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran secara umum berdasarkan prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan. Contoh : Bank Mandiri, Bank BCA, Bank BRI dan lain sebagainya.

        Bank konvensional pada umumnya beroperasi dengan mengeluarkan produk-produk untuk menyerap dana masyarakat antara lain tabungan, simpanan deposito, simpanan giro; menyalurkan dana yang telah dihimpun dengan cara mengeluarkan kredit antara lain kredit investasi, kredit modal kerja, kredit konsumtif, kredit jangka pendek; dan pelayanan jasa keuangan antara lain kliring, inkaso, kiriman uang, Letter of Credit, dan jasa-jasa lainnya seperti jual beli surat berharga, bank draft, wali amanat, penjamin emisi, dan perdagangan efek.

        2. Bank Syariah
        Perbankan syariah atau perbankan Islam (Arab: المصرفية الإسلامية al-Mashrafiyah al-Islamiyah) adalah suatu sistem perbankan yang pelaksanaannya berdasarkan hukum Islam (syariah). Pembentukan sistem ini berdasarkan adanya larangan dalam agama Islam untuk meminjamkan atau memungut pinjaman dengan mengenakan bunga pinjaman (riba), serta larangan untuk berinvestasi pada usaha-usaha berkategori terlarang (haram). Sistem perbankan konvensional tidak dapat menjamin absennya hal-hal tersebut dalam investasinya, misalnya dalam usaha yang berkaitan dengan produksi makanan atau minuman haram, usaha media atau hiburan yang tidak Islami, dan lain-lain.

        Dalam bank syariah, kedudukan bank adalah sebagai pemodal (investor). Sedangkan nasabahnya bertindak sebagai Mitra Pemakai Modal. Sedangkan dalam bank umum, hubungan antara bank dan nasabah adalah sebagai kreditur (menyimpan) dan debitur (meminjam) saja.

        Dalam menjalankan usahanya, bank syariah memiliki tiga prinsip, yaitu:
        a. Prinsip Mudhorobah
        Berdasarkan prinsip ini, bank berperan memberikan modal, sedangkan nasabah memberikan keahlian. Kemudian, laba yang diperoleh dibagi menurut rasio nisbah yang disetujui.

        b. Prinsip Murobahah
        Berdasarkan prinsip ini, nasabah membeli komoditi dengan rincian tertentu dan bank mengirimkannya kepada nasabah berdasarkan imbalan harga tertentu sesuai kesepakatan awal kedua pihak.

        c. Prinsip Musharokah
        Berdasarkan prinsip ini, bank dan nasabah sama-sama menyumbang modal dengan tingkat tertentu, kemudian laba dibagi dengan rasio tertentu, sesuai kesepakatan.

        Jenis Bank Dari Segi Status
        Jenis bank dilihat dari segi status adalah sebagai berikut.
        1. Bank Devisa
        Bank devisa merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi ke luar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan, misalnya transfer ke luar negeri, inkaso ke luar negeri, travellers cheque, dan pembayaran L/C. Persyaratan untuk menjadi bank devisa ditentukan oleh Bank Indonesia.

        2. Bank Non-devisa
        Bank nondevisa merupakan bank yang belum mempunyai izin untuk melaksanakan transaksi sebagai bank devisa, sehingga tidak dapat melaksanakan transaksi yang berhubungan dengan luar negeri.

        Itulah beberapa ulasan mengenai Jenis jenis bank yang ada di indonesia semoga dapat membantu sobat :)
        Jangan lupa share ya :)

        Sunday, November 19, 2017

        Bank Sentral Indonesia ( BI ) | Pengertian, Kedudukan, Tujuan Dan Wewenang

        Bank Sentral Indonesia ( BI ) | Pengertian, Kedudukan, Tujuan Dan Wewenang - Selamat datang di Loker ilmu, pada kali ini kita akan membahas tentang Bank Sentral Indonesia atau yang biasa di sebut BI, Kantor pusat BI berada sendiri berada di jakarta untuk lebih lengkapnya simak di bawah ini :

        Pengertian Bank Sentral
        Bank sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga atau nilai suatu mata uang yang berlaku di negara tersebut, yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi atau naiknya harga-harga yang dalam arti lain turunnya suatu nilai uang. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali dan selalu berada pada nilai yang serendah mungkin atau pada posisi yang optimal bagi perekonomian (low/zero inflation), dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka bank sentral dengan menggunakan instrumen dan otoritas yang dimilikinya.

        Bank Indonesia (BI) adalah bank sentral Republik Indonesia. Bank ini memiliki nama lain De Javasche Bank yang dipergunakan pada masa Hindia Belanda. Sebagai bank sentral, BI mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.

        Tujuan Pengaturan Dan Pengawasan BANK
        Pengaturan dan pengawasan bank diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi perbankan Indonesia sebagai:
        1. Lembaga kepercayaan masyarakat dalam kaitannya sebagai lembaga penghimpun dan penyalur dana

        2. Pelaksana kebijakan moneter : Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera.
        Tujuan Kebijakan Moneter
        a. Menjaga keseimbangan ekonomi
        b. Menjaga keseimbangan harga
        c. Membuka lapangan pekerjaan

        3. Lembaga yang ikut berperan dalam membantu pertumbuhan ekonomi serta pemerataan, agar tercipta sistem perbankan yang sehat,baik sistem perbankan secara menyeluruh maupun individual, dan mampu memelihara kepentingan masyarakat dengan baik, berkembang secara wajar dan bermanfaat bagi perekonomian nasional.

        Untuk mencapai tujuan tersebut pendekatan yang dilakukan dengan menerapkan:
        1. Kebijakan memberikan keleluasaan berusaha (deregulasi) : Bank memberikan keleluasaan kepada bank-bank untuk menetapkan suku bunga. Pemerintah berharap dengan kebijakan deregulasi perbankan maka akan tercipta kondisi dunia perbankan yang lebih efisien dan kuat dalam menopang perekonomian.
        Tujuan Deregulasi
        a. Meningkatkan peran perbankan dalam pembangunan ekonomi.
        b. Menciptakan alat-alat moneter berdasarkan mekanisme pasar dan menjaga.
        c. Kestabilan moneter dengan menggunakan alat yang diciptakannya.
        d. Melakukan pengendalian devisa dan mendorong ekspor nonmigas.
        e. Menunjang pengembangan pasar modal.
        f. Menunjang pengembangan usaha kecil dan koperasi.

        2. Kebijakan prinsip kehati-hatian bank (prudential banking) : suatu prinsip yang menegaskan bahwa bank dalam menjalankan kegiatan usaha baik dalam penghimpunan terutama dalam penyaluran dana kepada masyarakat harus sangat berhati-hati. Tujuan dilakukannya prinsip kehati-hatian ini agar bank selalu dalam keadaan sehat menjalankan usahanya dengan baik dan mematuhi ketentuan-ketentuan dan norma-norma hukum yang berlaku di dunia perbankan. Prinsip kehati-hatian tertera dalam Pasal 2 dan Pasal 29 ayat (2) UU No 10 tahun 1998.

        3. Pengawasan bank yang mendorong bank untuk melaksanakan secara konsisten ketentuan intern yang dibuat sendiri (self regulatory banking) dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan tetap mengacu kepada prinsip kehati-hatian.

        Kewenangan Pengaturan dan Pengawasan Bank
        Pengaturan dan pengawasan bank oleh BI meliputi wewenang sebagai berikut:
        1. Kewenangan memberikan izin (right to license)
        Kewenangan untuk menetapkan tatacara perizinan dan pendirian suatu bank. Cakupan pemberian izin oleh BI meliputi pemberian izin dan pencabutan izin usaha bank, pemberian izin pembukaan, penutupan dan pemindahan kantor bank, pemberian persetujuan atas kepemilikan dan kepengurusan bank, pemberian izin kepada bank untuk menjalankan kegiatan-kegiatan usaha tertentu.

        2. Kewenangan untuk mengatur (right to regulate)
        Kewenangan untuk menetapkan ketentuan yang menyangkut aspek usaha dan kegiatan perbankan dalam rangka menciptakan perbankan sehat yang mampu memenuhi jasa perbankan yang diinginkan masyarakat.

        3. Kewenangan untuk mengawasi (right to control)
        Kewenangan melakukan pengawasan bank melalui pengawasan langsung (on-site supervision) dan pengawasan tidak langsung (off-site supervision). berikut penjelasannya :
        a. Pengawasan langsung dapat berupa pemeriksaan umum dan pemeriksaan khusus, dengan bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang keadaan keuangan bank dan untuk memantau tingkat kepatuhan bank terhadap peraturan yang berlaku serta untuk mengetahui apakah terdapat praktik-praktik yang tidak sehat yang membahayakan kelangsungan usaha bank.

        b. Pengawasan tidak langsung adalah pengawasan melalui alat pemantauan seperti laporan berkala yang disampaikan bank, laporan hasil pemeriksaan dan informasi lainnya. Dalam pelaksanaannya, apabila diperlukan BI dapat melakukan pemeriksaan terhadap bank termasuk pihak lain yang meliputi perusahaan induk, perusahaan anak, pihak terkait, pihak terafiliasi dan debitur bank. BI dapat menugasi pihak lain untuk dan atas nama bank sentral melaksanakan tugas pemeriksaan.

        3. Kewenangan untuk mengenakan sanksi (right to impose sanction), yaitu kewenangan untuk menjatuhkan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan terhadap bank apabila suatu bank kurang atau tidak memenuhi ketentuan. Tindakan ini mengandung unsur pembinaan agar bank beroperasi sesuai dengan asas perbankan yang sehat.

        Status Kedudukan Bank Indonesia
        1. Sebagai Lembaga Negara yang Independen
        Babak baru dalam sejarah Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang independen dimulai ketika sebuah undang-undang baru, yaitu Undang-Undang No. 23/1999 tentang Bank Indonesia, dinyatakan berlaku pada tanggal 17 Mei 1999. Undang-undang ini memberikan status dan kedudukan sebagai suatu lembaga negara independen dan bebas dari campur tangan pemerintah ataupun pihak lainnya. Sebagai suatu lembaga negara yang independen, Bank Indonesia mempunyai otonomi penuh dalam merumuskan dan melaksanakan setiap tugas dan wewenangnya sebagaimana ditentukan dalam undang-undang tersebut. Pihak luar tidak dibenarkan mencampuri pelaksanaan tugas Bank Indonesia, dan Bank Indonesia juga berkewajiban untuk menolak atau mengabaikan intervensi dalam bentuk apapun dari pihak manapun juga. Untuk lebih menjamin independensi tersebut, undang-undang ini telah memberikan kedudukan khusus kepada Bank Indonesia dalam struktur ketatanegaraan Republik Indonesia. Sebagai Lembaga negara yang independen kedudukan Bank Indonesia tidak sejajar dengan Lembaga Tinggi Negara. Disamping itu, kedudukan Bank Indonesia juga tidak sama dengan Departemen, karena kedudukan Bank Indonesia berada di luar Pemerintah. Status dan kedudukan yang khusus tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai otoritas moneter secara lebih efektif dan efisien.

        2. Sebagai Badan Hukum
        Status Bank Indonesia baik sebagai badan hukum publik maupun badan hukum perdata ditetapkan dengan undang-undang. Sebagai badan hukum publik Bank Indonesia berwenang menetapkan peraturan-peraturan hukum yang merupakan pelaksanaan dari undang-undang yang mengikat seluruh masyarakat luas sesuai dengan tugas dan wewenangnya. Sebagai badan hukum perdata, Bank Indonesia dapat bertindak untuk dan atas nama sendiri di dalam maupun di luar pengadilan.

        Itulah ulsan mengenai tentang bank sentral untuk pembahasan lebih lanjut tunggu postingan berikutnya ya sobat :)
        Jangan lupa Share :)

        Friday, November 10, 2017

        Teks Anekdot | Ciri - Ciri, Struktur, Tujuan dan Kaidah Kebahasaan

        Teks Anekdot | ciri-ciri, struktur, tujuan, kaidah kebahasaan,  - Selamat datang di Loker ilmu, hay sobat loker pada kali ini saya akan membahas mengenai teks anekdot yang pada artikel sebelumnya kita telah membahas Teks Eksposisi, Teks Eksplanasi, saat kita belajar mengenai bahasa indonesia pasti tak akan lepas dengan macam macam jenis teks, dan di antara teks tersebut adalah teks anekdot. Umumnya semua jenis teks memiliki ciri-ciri, struktur teks, dan kaidah kebahasaan di dalamnya tujuannya agar mempermudah kita dalam membedakan masing masing jenis teks. Pada kali ini kita akan mengulas sedikit tentang teks anekdot, untuk lebih lengkapnya simak penejelasan berikut.

        Pengertian Teks Anekdot
        Menurut saya pribadi teks anekdot adalah suatu gagasan yang di rangkai menjadi cerita singkat yang di dalamnya terdapat ke unsuran lelucon namun memiliki maksud atau tujuan untuk mengktritik orang ataupun golongan, pada umunya teks anekdot hanya bertopik pada layanan publik, politik, lingkungan, dan sosial.  Itu tadi adallah menurut pendapat saya pribadi namun ada sumber lain yang mengatakan bahwasannya Teks anekdot merupakan sebuah karangan cerita atau kisah yang bisa jadi berdasarkan  pengalaman hidup seseorang yang ditulis secara singkat, pendek dan lucu tentang berbagai topik seperti pendidkan, politik, hukum, sindiran, kritikan, dan sebagainya. Dalam teks anekdot itu sendiri, perlu diketahui bahwa teks anekdot tidak hanya berisikan kisah-kisah cerita lucu semata melainkan terdapat juga amanat, pesan moral, serta ungkapan tentang suatu kebenaran secara umum.

        Ciri-ciri Teks Anekdot
        Pada penjelasan di atas tadi sudah saya sebutkan bahwasannya setiap teks juga memiliki ciri-ciri, tujuannya tak lain untuk mempermudah kita dalam membedakan teks yang satu dengan teks yang lainnya, berikut adalah ciri-ciri teks anekdot :

        1. Teks anekdot sendiri memiliki sifat humor atau lelucon pada isinya, artinya teks anekdot berisikan kisah-kisah lucu atau bualan.

        2. Teks anekdot memiliki sifat menggelitik, artinya teks anekdot akan membuat pembacanya merasa terhibur dengan kelucuan yang ada dalam teks.

        3. Terselip kritikan atau tujuan : Mungkin ini juga dapat menjadi salah satu tujuan dari dibuatnya sebuah teks berbentuk anekdot, di mana pembuatnya akan menyelipkan kritik dengan cara yang lebih lucu dan mampu diterima oleh masyarakat.

        4. Menampilkan tokoh-tokoh atau figure yang dekat dengan kehidupan sehari-hari atau juga orang penting : biasanya pada sebuah teks anekdot terdapat tokoh atau figure yang ada dalam dunia nyata dan mudah kita temui dalam keseharian. Contohnya seperti orang-orang pemerintahan, anggota keluar, dan lainnya.

        5. Memiliki sifat humoris, lucu, menggelitik, dan berbau lelucon tapi menyindir : Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, teks yang berupa anekdot memang dibuat untuk memberi kritik dengan cara yang berbeda. Semacam guyonan yang sengaja dibuat dengan tujuan tertentu seperti menyindir. Biasanya menyindiri di sini berkaitan dengan isu sosial dalam negeri yang sudah menjadi rahasia umum.

        6. Teks yang mendekati perumpamaan : Perumpaan pada sebuah teks dengan struktur anekdot mendekati bentuk sebuah dongeng. Layaknya karangan cerita berdasarkan imajinasi dan ditambah dengan segala hal yang bersifat nyata atau benar-benar terjadi di masayarakat.

        Kisah cerita yang dalam teks anekdot disajikan hampir menyerupai dongeng, menceritakan tentang karakter hewan dan manusia sering terhubung secara umum dan realistis.

        Struktur Teks Anekdot
        Teks anekdot juga memiliki struktur-struktur sebagai penyusun dan struktur tersebut harus di perhatikan dalam pembentukannya. Teks anekdot sendiri memiliki 7 struktur yang masing struktur memiliki artian tersendiri, untuk mengetahui lebih lanjut simak penjelasan di bawah :

        1. Abstraksi, bagian ini terletak pada bagian awal paragraf, pada bagian ini berisikan gamabaran awal tentang isi dari teks anekdot, Abstrak ditaruh di awal paragraf dengan fungsi untuk menggambarkan mengenai teks tersebut secara umum agar pembaca dapat membayangkan.

        2. Orientasi, pada bagian ini berisikan awal mula, latar belakang terjadinya suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi dalam teks, atau juga di sebut bagian yang menjelaskan latar belakang mengapa peristiwa utama dalam cerita dapat terjadi.

        3. Event, berisikan rangkaian peristiwa yang terjadi dalam teks.

        4. Krisis, bagian ini berisikan tentang pemunculan permasalahan yang terjadi dalam teks anekdot,  yang di dalamnya menjelaskan mengenai pokok masalah utama dengan warna unik juga tidak biasa. Atau bahkan terjadi pasa penulisnya sendiri.

        5. Reaksi, bagian ini berisikan langkah penyelesaian masalah yang timbul dalam bagian krisis. Reaksi adalah bagian yang akan melengkapi berupa penyelasaian masalah menggunakna cara-cara yang juga unik dan berbeda.

        6. Koda, pada bagian ini akan muncul perubahan yang terjadi pada tokoh dalam teks.

        7. Re-orientasi, bagian ini merupakan bagian akhir dari teks sekaligus sebagai penutup dari teks itu sendiri.

        Tujuan Teks Anekdot
        Pada umunya suatu teks pasti memiliki tujuan yang di suguhkan untuk para pembacanya begitu pula dengan teks anekdot ini. Berikut di bawah ini merupakan beberapa tujuan dari penulisan teks anekdot.

        1. Membuat dan membangkitkan tawa dan selera humor bagi pembacanya.
        2. Sebagai salah satu saran penghibur.
        3. Sebagai saran pengkritik. Lebih baik kita menyampaikan kritikan melalui karya daripada kita mengkritik lewat medsos.
        4. Membuat pendengarnya terhibur
        5. Menggambarkan karakter-karekter dengan singkat.
        6. Mengandung makna akan cerita singkat seputar kenangan-kenangannya.

        Ciri Kebahasaan
        1. Kata kias atau konotasi
        Kata kias atau konotasi adalah kata yang tidak memiliki makna sebenarnya. Kata kias bisa berupa ungkapan dan peribahasa. Ungkapan adalah kelompok kata yang khusus digunakan untuk menyatakan sesuatu sedangkan peribahasa adalah kalimat yang memiliki makna kias.
        Contoh : daun muda yang bermakna gadis (ungkapan)

        2. Kalimat sindiran yang diungkapkan dengan pengandaian, perbandingan, dan lawan kata atau antonim.
        Contoh :
        Peristiwa yang di jadikan topik diandaikan jika terjadi pada orang lain atau negara lain (sindiran dengan pengandaian)
        Badannya semakin lama semakin kurus seperti es lilin (perbandingan)
        Orang pintar dikatakan bodoh dan orang bodoh dikatakan pintar (antonim)

        3. Pertanyaan retoris
        Pertanyaan retoris adalah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban.
        Contoh : Apakah kamu mau meninggal hari ini?

        4. Kalimat yang menyatakan ajaran moral/pesan kebaikan

        5.  Konjungsi
        Konjungsi adalah kata hubung. Kata hubung yang sering digunakan dalam teks anekdot adalah kata hubung waktu (konjungsi temporal) yaitu, setelah, lalu, kemudian dan sebab-akibat yaitu, maka, karena, oleh sebab itu. Kalimat pengandaian digunakan penulis untuk berandai-andai.

        Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot
        Teks anekdot juga memiliki kaidah kebahasaan tersendiri berbeda dari teks lainnya. Kaidah kebahasaan itu bisa kalian lihat di bawah ini.
        1. Menggunakan kata keterangan waktu lampau
        2. Menggunakan kata penghubung
        3. Terdapat penggunaan kata kerja
        4. Urutan peristiwa berdasarkan waktu
        5. Menggunakan jenis pertanyaan retorik, yaitu kalimat pertanyaan yang tidak mengharuskan untuk dijawab.

        Contoh teks anekdot

        Tebak-tebakan

        Udin : Oi bro, gua punya tebak-tebak nih, kalo lu bisa jawab lu gua telaktir apa aja dah,

        Peot : Sebenernya sih males, tapi kalau bisa jawab lu traktir gua, oke dah

        Udin : Gajah, gajah apa yang belalainya pendek?

        Peot : mikir (setahu gua gajah belalinya panjang semua dah) , kaga tau ah din.

        Udin : Gajah pesek (hehehehe)

        Pemesan : Mba, saya boleh pesen?

        Penjual : Boleh mas, mau pesen apa dan berapa jumlahnya?

        Pemesan : oh, enggak kok saya engga mau pesen barang…

        Penjual : terus pesan apa mas?

        Pemesan : Saya Cuma mau pesen, … jaga kesehatan, jangan lupa makan dan inget sholat lima waktu ya .. J

        Penjual : #$%@&^*?\

        Otong dan Pak Polisi

        Saat malam hari si otong pergi mengendari motor niatnya sih mau beli martabak, eh pas sampai di jalan Jendral Sudirman ternyata ada polisi yang menghentikan otong, lalu terjadilah percakapan :

        Polisi : pritt ! “selamat malam, pak, boleh lihat surat – suratnya apa, bapa saya tilang pak.

        Otong : wah, apaan nih, emang salah saya apa ya pa?

        Polisi : Lampu motor bapa, tidak menyala saat berkendara di malam hari seperti ini, dan ini sangat bahaya, sangat rawan untuk terjadi kecelakaan.

        Otong : (mencari-cari alesan) gini loh pak polisi, sekarang kan saya sedang ada di jalan Jendral Sudriman, yang bapak bisa lihat sendiri keadaan di sinih terang, lampu dimana – mana, jadi untuk apa saya menyalakan lampu saya?

        Polisi : (tiba-tiba jongkok dan mengambil 2 pentil yang ada pada ban yang akhirnya ban tersebut kempes karena tidak ada angin)

        Otong : (kebingungan) pak kenapa bapak mencabut kedua pentil ban saya, kan ban saya kempes dan saya tidak bisa melanjutkan perjalanan.

        Polis : siapa juga yang ngempesin ban, bapak, saya Cuma mengeluarkan angin yang bapak simpan di ban, kan di sinih banyak angin, jadi untuk apa bapak simpang-simpan angin, di ban lagi.

        Otong : (nangis … )

        Di sebuah sekolah, terlihat seorang guru tengah mengajar di sebuah ruang kelas. Sofa merupakan salah satu murid di kelas tersebut.
        “Sebelum mengakhiri pelajaran, ibu guru akan memberikan sedikit pengumuman.”, sontak terdengar riuh tanda protes dari murid-murid.
        “Tenang-tenang!”, sang guru kembali mengambil alih keadaan. “Ada kabar gembira, mulai pelajaran tahun depan, sekolah kita akan menjadi SBI.”. Kelas pun kembali riuh setelah mendengar pengumuman dari sang guru.
        “Berarti sekolah kita bakal jadi sekolah bertaraf internasional, Bu?”, tanya seorang murid.
        “Benar sekali. Seiring meningkatnya taraf sekolah kita, kita juga harus mempersiapkan hal-hal untuk meningkatkan kapabilitas kita, baik itu dari staf pengajar maupun dari siswa-siswinya. Kira-kira menurut kalian apa saja yang harus kita persiapkan?”, sang guru melemparkan pertanyaan ke murid-muridnya.
        “Kemampuan bahasa Inggris, Bu. Karena kalau sekolah kita menjadi SBI, maka bahasa pengantar sehari-harinya menjadi bahasa Inggris, Bu.”, sahut salah seorang murid.
        “Ya, benar sekali. Ada lagi yang menambahkan?”
        “Harus nyiapin uang lebih banyak, Bu.”, celetuk Sofa dari baris belakang.
        “Apa maksud kamu, Sofa?”, sang guru heran dengan jawaban muridnya.
        “Ya iya, Bu. Kita harus mempersiapkan uang bayaran lebih banyak. Karena kalau sekolah kita jadi SBI bukan cuma tarafnya yang internasional, tapi ‘tarifnya’ juga internasional.”
        Tawa pun pecah di seluruh ruang kelas, sang guru pun hanya bisa menggelengkan kepala menanggapi jawaban salah satu muridnya.

        Kesetrika

        di suatu pagi yang masih cerah, muncul sesosok laki-laki yang sedang ke rumah sakit karena kedua buah telinganya lagi kena luka bakar.

        Doker : “looh, ada apa yang terjadi dengan telinga anda pak?”

        Pasien : “begini dokter ceritanya, sebelumnya saya lagi menyetrika baju, nah, ketika saya lagi  menyetrika baju, secara mendadak telpon saya bunyi dan mendering. Sebab reflek, akhirnya ketika saat itu saya lagi memegang setrika, langsung saja saya tempelkan ke telinga kiri saya dok.”

        Dokter : “oh, begitu toh ceritanya, saya mengerti keluhan  bapak, kemudian untuk telinga bapak yang sebelah kanan itu apa yang terjadi?”

        Pasien : “Nah ini dia masalahnya dokter, si bego tersebut kembali menelpon.”

        Itulah pembahasan mengenai teks anekdot, semoga sobat dapat terbantu :)
        Jangan lupa share ya :)
        source : buku paket kelas 10