Showing posts with label Kelas 7. Show all posts
Showing posts with label Kelas 7. Show all posts

Monday, August 27, 2018

Bilangan Cacah Pengertian Beserta Penjelasan dan Contohnya


Pengertian Bilangan Cacah


Bilangan cacah adalah suatu himpunan bilangan asli yang di mulai dari nol dan selalu bertambah satu dengan bilangan setelahnya. Dengan catatan bilangan cacah selalu mengarah ke bilangan positif dan bilangan negatif tidak termasuk kedalam kategori bilangan cacah.

Contoh Bilangan Cacah

Seperti yang telah disebutkan di atas tadi, bahwasannya bilangan cacah merupakan bilangan positif yang di mulai dari nol dan mengarah ke kanan ( positif ), maka bisa disebut sebagai bilangan cacah, penggambarannya seperti berikut :

{0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,…}  Benar
{…,-10,-9,-8,-7,-6,-5,-4,-3,-2,-1,0} Salah
dari contoh di atas sudah jelas bahwa bilangan cacah tidak memiliki nominal negatif.

Apabila suatu bilangan cacah disimbolkan dengan menggunakan huruf “B” maka seluruh himpunan yang menyatakan unsur dari bilangan cacah "B" dapat dituliskan sebagai berikut :

B = {0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,…dst}

Operasi Matematika Pada Bilangan Cacah

Didalam Operasi Matematika Bilangan cacah terdapat 4 operasi matematika, di antaranya sebagai berikut :

  • Penjumlahan
  • Pengurangan
  • Perkalian
  • Pembagian

1. Operasi Penjumlahan Bilangan Cacah

Operasi yang pertama Pada Bilangan cacah adalah penjumlahan, Didalam bilangan cacah berlaku sifat-sifat sebagai berikut :

a. Sifat identitas
Sifat identitas menunjukkan bahwa bilangan cacah dengan nilai berapapun jika dijumlahkan dengan angka nol maka akan menghasilkan bilangan itu sendiri. Sebagai contoh :

a + 0 = 0 + a = a
5 + 0 = 0 + 5 = 5

b. Sifat pengelompokkan (asosiatif)
Pada operasi penjumlahan bilangan cacah a, b dan c berlaku:

(a + b) + c = a + (b + c).

Sebagai contoh :

(1 + 3) + 4 = 4 + (3 + 1) = 8
Sifat pengelompokkan (asosiatif) : jika dikelompokan dengan posisi yang berbeda, hasilnya akan tetap sama.

c. Sifat pertukaran (komutatif)
Pada penjumlahan sembarang bilangan cacah berlaku:

a + b = b + a

Sebagai contoh :

2 + 3 = 3 + 2 = 5
sebenarnya sifat pertukaran ini memiliki kesamaan dengan sifat pengelompokan ( asosiatif ) di mana 2 + 3 = 5 dan 3 + 2 = 5 yang nilai akhirnya selalu sama meskipun posisinya di bolak-balik.

d. Sifat tertutup
Pada penjumlahan dua bilangan cacah a dan b hasilnya berupa bilangan cacah.
Sebagai contoh :

0 + 1 = 1 (bilangan cacah)
2 + 3 = 5 (bilangan cacah)
Sifat tertutup artinya setiap kita menjumlahkan 2 bilangan cacah atau lebih hasilnya merupakan anggota himpunan bilangan cacah.

2. Operasi Pengurangan Bilangan Cacah

Operasi pengurangan bilangan cacah merupakan kebalikan dari operasi penjumlahan. Pada operasi pengurangan bilangan cacah berlaku:

a – b = c
sama artinya dengan:
b + c = a
dimana nilai pada bilangan a harus lebih besar ataupun sama nilainya dengan nilai b. Sifat identitas tidak berlaku pada operasi pengurangan bilangan cacah karena:
a – 0 ≠ 0 – a.

3. Operasi Perkalian Bilangan Cacah

Pada operasi perkalian bilangan cacah berlaku konsep penjumlahan berulang-ulang dari bilangan cacah yang dikalikan, seperti:

3 x 3 = 3 + 3 + 3

sedangkan:

3 + 3 + 3 = 3 x 3
Pada operasi perkalian bilangan cacah berlaku sifat identitas, pengelompokkan, pertukaran dan distributif.

a. Sifat identitas
Perkalian pad bilangan cacah "a" dengan bilangan cacah "1" menghasilkan bilangan "a" itu sendiri atau:

1 x a = a x 1 = a.
dengan syarat harus di kalikan dengan bilangan 1.

b. Sifat pengelompokkan
Pada operasi perkalian bilangan cacah o, p dan q berlaku:

(o x p) x q = o x (p x q).
meskipun di kelompokkan berbeda-beda namun hasil perkaliannya tetap sama.

c. Sifat pertukaran
Pada perkalian bilangan cacah sembarang berlaku:

a x b = b x a.
meskipun posisi a pindah ke b dan sebaliknya hasil yang di peroleh tetap sama.

d. Sifat penyebaran (distributif)
Pada operasi perkalian terhadap penjumlahan bilangan cacah sembarang berlaku:

a x (b + c) = (a x b) + (a x c).
Sifat distributif : suatu penggabungan dengan cara mengkombinasikan bilangan dari hasil operasi terhadap elemen-elemen kombinasi tersebut

e. Sifat tertutup
Perkalian bilangan cacah x dan y menghasilkan bilangan cacah.

2 x 2 = 4
dari contoh di atas 2 x 2 = 4 maka 4 juga di katakan bilangan cacah.

f. Perkalian bilangan cacah dengan bilangan nol akan menghasilkan nilai nol.

3 x 0 = 0
Berapapun nilai bilangan yang di kalikan dengan nol ( 0 ) maka hasil akhirnya pun akan tatap nol

4. Operasi Pembagian Bilangan Cacah

Pada operasi pembagian bilangan cacah berlaku konsep pengurangan berulang yang menghasilkan jumlah pengulangan angka yang dikurangkan.

Sebagai contoh :

12 : 3 = 12 – 3 – 3 – 3 – 3 = 4.
12 – 3 – 3 – 3 – 3 = 4.


Sifat-sifat pertukaran identitas, pengelompokkan maupun distributif tidak berlaku dalam operasi pembagian ini.


semoga bermanfaat :)
Dan jangan lupa share ya.

Sunday, March 25, 2018

15+ Contoh Simbiosis Mutualisme Beserta Gambar dan Penjelasannya

SIMBIOSIS MUTUALISME – Seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Sehingga tidak mungkin satupun makhluk hidup dapat hidup tanpa tergantung dengan makhluk yang lain.

Tuesday, March 06, 2018

12 Sumber Daya Alam Yang Dapat Diperbaharui

Setiap ekosistem di bumi menyimpan banyak sumber daya yang penting bagi kehidupan manusia. Sumber daya tersebut berupa sumber daya alam yang tidak dapat dapat diperbaharui, dan sumber daya alam yang dapat diperbaharui . Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya hasil pelapukan fosil jutaan tahun lalu. Sedangkan sumber daya alam yang dapt diperbaharui mampu berkembang biak.

SDA Yang Dapat Diperbaharui
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang mampu meperbaharui diri sendiri atau memiliki kuantitas yang tidak terhingga, sehingga dapat di pakai terus menerus. Sumber daya alam tidak hanya dapat dipakai sebagai energi alternatif, juga dipakai untuk kebutuhan manusia lainnya. Berkit ini 12 contoh sumber daya alam yang dapat diperbaharui.

1. Matahari
Sinar matahari adalah salah satu sumber energi yang dapat dipakai terus menerus, karena jumlahnya yang tidak terbatas. Matahari adalah pusat dari galaksi bima sakti . Panas matahari, sering di pakai oleh rumah- rumah sebagai sumber energi untuk menghidupkan pemanas air atau pemanas ruangan. Selain itu sinar matahari mulai di pakai sebagai energi pembangkit listrik, karea jumlahnya yang tidak terbatas dan ramah lingkungan.

2. Angin
Angin adalah udara yang bergerak. Angin serng dimanfaatkan sebagai energi alternatif seperti pembangkit listrik tenaga angin, serta alat untuk sistem pengairan. Angin adalah salah satu sumber daya alam yang memiliki kuantitas yang tidak terhingga. Sehingga angin dianggap sebagai energi alternatif yang murah dan ramah lingkungan.

3. Air
Air adalah salah satu sumber daya alam yang memiliki jumlah yang sangat banyak. Air di indonesia sering dipakai sebagai sumber pembangkit listrik. Air juga merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan di bumi.

4. Tanah
Tanah adalah salah satu sumber daya alam yang juga memiliki jumlah yang sangat banyak. Tanah di pakai sebagai bagian dari pertanian, perkebunan, maupun pembangunan. Tanah atau pasir juga di pakai sebagai alat untuk memasak. Di beberapa desa di Indonesia, tanah atau pasir dianggap sebagai pengganti minyak untuk menggoreg kerupuk. Selain itu oleh masyarakat di madura, tanah atau pasir dipakai sebagai tempat tidur karena dianggap lebih sehat dan nyaman.

5. Tumbuhan
Tumbuhan adalah salah satu makhluk hidup di bumi, dan dianggap sebagai salah satu sumber daya alam. Tumbuhan mampu berkembang biak maupun di kembang biakkan oleh manusia. Tumbuhan adalah salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui, karena tumbuhan dapat berkembang biak. Baik oleh usaha sendiri maupun oleh manusia.

6. Hewan Darat
Hewan darat adalah hewan yang hidup di darat. Hewan darat adalah makhluk hidup yang ada di bumi. Hewan darat adalh salah satu dari sumber protein bagi manusia. Selain itu, hewan darat juga dapat menjadi alat transportasi dan alat utuk membantu pekerjaan manusia, seperti sapi untuk membajak dan monyet untuk memetik kelapa. Sama seperti tumbuhan, hewan darat mampu berkembang biak, sehingga menjadi sumber daya alam yang dapat diperbaharui.

7. Hewan Air
Hewan laut adalah hewan yang hidup di air. Hewan air terbagi menjadi hewan air tawar dan hewan air asin. Hewan air juga menjadi sumber protein bagi manusia. Hewan air juga dipercaya mampu menyembuhkan banyak penyakit. Seperti hewan darat, hewan air juga mampu berkembang biak, sehingga dianggap sebagai sumber daya alam yang dapat diperbaharui.

8. Ombak
Ombak adalah aliran air laut yang bergulung- gulung akibat tiupan angin dan perbedaan tekanan air laut. Ombak adalah salah satu sumber daya alam yang memiliki jumlah yang sangat banyak. Ombak dapat dipakai sebagai sumber pembangkat listrik. Selain itu ombak dipakai untuk sumber listrik bagi mercusuar yang ada di tebing.

9. Pasang dan Surut Air Laut
Pasang surut air laut adalah naik dan turunnya permukaan air laut. pasang surut air laut juga dapat dijadikan sebagai sumber tenaga listrik. Walau pemakaian metode ini belum banyak di ketahui dan dipakai oleh negara- negara di dunia. Akan tetapi metode ini mampu membantu pasokan listrik di desa- desa nelayan di pinggir pantai yang belum terkenan aliran listrik.

10. Biomassa
Biomassa adalah sisa- sisa mahkluk hidup yang telah mati, tapi jasadnya masih dapat di pakai oleh manusia. Biomassa antara lain sisa serbuk kayu dan sisa kulit kayu di pakai kembali dalam pembuatan mebel. Selain itu sisa rumput kering di pakai kembali untuk pupuk kompos. Sisa kotoran hewan juga di pakai sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar dari gas alam, yaitu biogas.

11. Geotermal
Geotermal adalah energi yang berasal dari panas bumi. Energi ini dianggap sebagai energi alternatif sebagai pembangkit listrik, karena energi ini adalah energi yang bersih dan ramah lingkungan. Energi ini belum menjadi energi yang umu di pakai, dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.

12. Nuklir
Nuklir adalah energi buatan yang berasal dari proses pemecahan atom. Nuklir banyak dipakai sebagai sumber pembangkit listrik. Salah satu negara yang memakai energi ini adalah jepang. Nuklir juga menjadi alasan berhentinya perang dunia kedua, karena efek ledakan yang di timbulkan oleh nuklir sangat besar.

Demikian tadi 12 sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Walau dapat diperbaharui, beberapa sumber daya, jika dipakai secara terus- menerus, tanpa memberikan kesempatan sumber daya tersebut berkembang biak, maka sumber daya tersebut makin lama akan habis. Seperti punahnya beberapa hewan dan tumbuhan, akibat perburuan liar yang tidak melihat aspek keseimbangan ekosistem. Pemakaian sumber daya alam yang bijak, akan menjaga bumi dari kerusakan akibat ulah manusia.

Thursday, March 01, 2018

Jenis Jenis Sudut Bagian 2

Pada waktu sekolah dasar, kalian sudah mengenal tentang jenis-jenis sudut yaitu sudut siku-siku, sudut lancip dan sudut tumpul. Pengertian ketiga jenis sudut tersebut adalah sebagai berikut:

Sudut siku-siku

merupakan sudut yang dibentuk oleh pertemuan pangkal dua buah garis lurus yang saling tegak lurus.

Sudut lancip 

merupakan sudut yang kaki-kaki sudutnya tidak saling tegak lurus dan jarak kaki sudutnya lebih kecil dari jarak kaki-kaki sudut pada sudut siku-siku.

Sudut tumpul 

sudut yang kaki-kaki sudutnya tidak saling tegak lurus dan jarak kaki sudutnya lebih jauh dari jarak kaki-kaki sudut pada sudut siku-siku.

Pengertian setiap jenis sudut di atas tidaklah salah, tetapi pengertian tersebut masih sangat sederhana dan perlu penjelasan lebih agar pemahaman kalian semakin bertambah. Selain ketiga jenis sudut tersebut, masih terdapat jenis sudut lainnya yang perlu kalian ketahui. Secara umum, terdapat 6 jenis sudut berdasarkan besar sudutnya, yaitu:

a. Sudut Siku-siku

Sudut siku-siku adalah sudut yang besarnya 90°. Sudut ini dicirikan dengan kaki-kaki sudutnya yang saling tegak lurus. Sudut siku-siku biasanya dinotasikan dengan “∟”. Salah satu contoh sudut siku-siku dapat dilihat dari sudut terkecil yang dibentuk oleh jarum panjang dan jarum pendek yang menunjukkan pukul 09.00.

b. Sudut Lancip

Sudut lancip adalah sudut yang besarnya antara 0° dan 90°.

c. Sudut Tumpul

Sudut tumpul adalah sudut yang besarnya antara 90° dan 180°.

d. Sudut Lurus

Sudut lurus adalah sudut yang besarnya 180°. Pada jam analog, sudut ini dapat dilihat saat jam menunjukkan pukul 06.00.

e. Sudut Refleks

Sudut refleks adalah sudut yang besarnya lebih dari 180° dan kurang dari 360°.

f. Sudut Putaran Penuh

Sudut putaran penuh adalah sudut yang besarnya 360°.

Apakah kalian telah memahami penjelasan di atas? Agar pemahaman kalian bertambah, yuk perhatikan beberapa contoh berikut ini.
Contoh

Tentukan jenis sudut dari setiap sudut berikut ini.
a) 36⁰
b) 98⁰
c) 180'
d) 256⁰

Penyelesaian:
Untuk menentukan jenis sudut tersebut, kita harus memahami definisi keenam jenis sudut yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu:
1. Sudut siku-siku adalah sudut yang besarnya 90⁰.
2. Sudut lancip adalah sudut yang besarnya antara 0⁰ dan 90⁰ (0⁰ < α < 90⁰).
3. Sudut tumpul adalah sudut yang besarnya antara 90⁰ dan 180⁰ (90⁰ < α < 180⁰).
4. Sudut lurus adalah sudut yang besarnya 180⁰.
5. Sudut refleks adalah sudut yang besarnya antara 180⁰ dan 360⁰ (180⁰ < α < 360⁰).
6. Sudut putaran penuh adalah sudut yang besarnya 360⁰.
Dengan demikian, kita dapatkan:
a) 36⁰ merupakan sudut lancip karena sudut tersebut berada di antara sudut 0⁰ dan 90⁰ (0⁰ < 36⁰ < 90⁰).
b) 98⁰ merupakan sudut tumpul karena sudut tersebut berada di antara sudut 90⁰ dan 180⁰ (90⁰ < 98⁰ < 180⁰).
c) Mula-mula, kita ubah dahulu dalam satuan derajat (⁰). Oleh karena 1⁰ = 60', maka 1' = 160160⁰. Dengan demikian, 180' = 1806018060⁰ = 3⁰. 3⁰ merupakan sudut lancip karena sudut tersebut berada di antara sudut 0⁰ dan 90⁰ (0⁰ < 3⁰ < 90⁰).
d) 256⁰ merupakan sudut refleks karena sudut tersebut berada di antara sudut 180⁰ dan 360⁰ (180⁰ < 256⁰ < 360⁰).

Tuesday, December 05, 2017

OPERASI HITUNG PADA BILANGAN BULAT

OPERASI HITUNG PADA BILANGAN BULAT - Selamat datang di loker ilmu, pada kali ini kita akan membahas mengenai operasi hitung bilangan bulat, sebenarnya operasi hitung ini sudah kita pelajari waktu kelas 5 sd.

Pada saat menduduki bangku smp kita sudah memasuki tahap berkelanjutan untuk penghitungannya simak di bawah ini.

Rumus Operasi.
berikut ini adalah rumus-rumusnya :
1. Penjumlahan
a. Penjumlahan dengan alat bantu
Dalam menghitung hasil penjumlahan dua bilangan, dapat digunakan dengan menggunakan garis bilangan. Bilangan yang dijumlahkan digambarkan dengan anak panah dengan arah sesuai dengan bilangan tersebut. Apabila bilangan positif, anak panah menunjuk ke arah kanan. Biasanya cara ini di lakukan pada saat kita duduk di bangku sd tujuannya untuk mempermudah kita dalam memahami soal.

Sebaliknya, apabila bilangan negatif, anak panah menunjuk ke arah kiri.

Contoh
Hitunglah hasil penjumlahan berikut dengan menggunakan garis bilangan.
1. 6 + (–8)
Penyelesaian:
Untuk menghitung 6 + (–8), langkah-langkahnya sebagai berikut.
(a) Gambarlah anak panah dari angka 0 sejauh 6 satuan ke kanan sampai pada angka 6.
(b) Gambarlah anak panah tadi dari angka 6 sejauh 8 satuan ke kiri.
(c) Hasilnya, 6 + (–8) = –2.


2. (–3) + (–4)
Penyelesaian:
Untuk menghitung (–3) + (–4), langkah-langkahnya sebagai berikut.
(a) Gambarlah anak panah dari 0 sejauh 3 satuan ke kiri sampai pada angka –3.
(b) Gambarlah anak panah tadi dari angka –3 sejauh 4 satuan ke kiri.
(c) Hasilnya, (–3) + (–4) = –7.Untuk menghitung (–3) + (–4), langkah-langkahnya sebagai berikut.
(a) Gambarlah anak panah dari 0 sejauh 3 satuan ke kiri sampai pada angka –3.
(b) Gambarlah anak panah tadi dari angka –3 sejauh 4 satuan ke kiri.
(c) Hasilnya, (–3) + (–4) = –7.


b. Penjumlahan tanpa alat bantu
Penjumlahan pada bilangan yang bernilai kecil dapat dilakukan dengan bantuan garis bilangan. Namun, untuk bilangan-bilangan  yang bernilai besar, hal itu tidak dapat dilakukan.

1) Kedua bilangan bertanda sama
Jika kedua bilangan bertanda sama (keduanya bilangan positif atau keduanya bilangan negatif), jumlahkan kedua bilangan tersebut. Hasilnya berilah tanda sama dengan tanda kedua bilangan.

Contoh:
a) 125 + 234 = 359
b) –58 + (–72) = –(58 + 72) = –130

2) Kedua bilangan berlawanan tanda
Jika kedua bilangan berlawanan tanda (bilangan positif dan bilangan negatif), kurangi bilangan yang bernilai lebih besar dengan bilangan yang bernilai lebih kecil tanpa memerhatikan tanda. Hasilnya, berilah tanda sesuai bilangan yang bernilai lebih besar.

Contoh:
a) 75 + (–90) = –(90 – 75) = –15
b) (–63) + 125 = 125 – 63 = 62

2. Sifat-Sifat Penjumlahan
a. Sifat tertutup
Pada penjumlahan , selalu menghasilkan bilangan yang sama juga. Hal ini dapat dituliskan sebagai berikut. Untuk setiap bilangan a dan b, berlaku a + b = c dengan c juga.

Contoh :
a. –16 + 25 = 9
–16 dan 25, 9 merupakan bilangan bulat.

b. Sifat komutatif
Sifat komutatif disebut juga sifat pertukaran. Penjumlahan dua bilangan selalu diperoleh hasil yang sama walaupun kedua bilangan tersebut dipertukarkan tempatnya. Hal ini dapat dituliskan sebagai berikut. Untuk setiap bilangan a dan b, selalu berlaku a + b = b + a.

Contoh :
a. 6 + 5 = 5 + 6 = 11
b. (–7) + 4 = 4 + (–7) = –3
c. 8 + (–12) = (–12) + 8 = –4
d. (–9) + (–11) = (–11) + (–9) = –20

c. Mempunyai unsur identitas
Bilangan 0 (nol) merupakan unsur identitas pada penjumlahan. Artinya, untuk sembarang bilangan apabila ditambah 0 (nol), hasilnya adalah bilangan itu sendiri. Hal ini dapat dituliskan sebagai berikut. Untuk sebarang bilangan a, selalu berlaku a + 0 = 0 + a = a.

d. Sifat asosiatif
Sifat asosiatif disebut juga sifat pengelompokan. Sifat ini dapat dituliskan sebagai berikut. Untuk setiap bilangan a, b, dan c, berlaku (a + b) + c = a + (b + c).

Contoh :
a. (4 + (–5)) + 6 = –1 + 6 = 5
4 + ((–5) + 6) = 4 + 1 = 5
Jadi, (4 + (–5)) + 6 = 4 + ((–5) + 6).

b. (–3 + (–9)) + 10 = –12 + 10 = –2
–3 + ((–9) + 10) = –3 + 1 = –2
Jadi, (–3 + (–9)) + 10 = –3 + ((–9) + 10).

e. Mempunyai invers
Invers suatu bilangan artinya lawan dari bilangan tersebut. Suatu bilangan dikatakan mempunyai invers jumlah, apabila hasil penjumlahan bilangan tersebut dengan inversnya (lawannya) merupakan unsur identitas (0 (nol)). Lawan dari a adalah –a, sedangkan lawan dari –a adalah a. Dengan kata lain, untuk setiap bilanganselain nol pasti mempunyai lawan, sedemikian sehingga berlaku a + (–a) = (–a) + a = 0.

3. Pengurangan
Seperti pada penjumlahan, untuk menghitung hasil pengurangan dua bilangan dapat digunakan bantuan garis bilangan. Namun sebelumnya coba kalian ingat kembali materi di tingkat sekolah dasar, bahwa operasi pengurangan merupakan penjumlahan dengan lawan bilangan pengurang.

Perhatikan uraian berikut.
a. Pengurangan dinyatakan sebagai penjumlahan dengan lawan bilangan pengurang . Bandingkan hasil penjumlahan dan pengurangan berikut.
1) 4 – 3

2) 4 + (–3)

3) –5 – (–2)

4) –5 + 2


Dari perbandingan di atas, diperoleh hubungan sebagai berikut.
4 – 3 = 4 + (–3) = 1
–5 – (–2) = –5 + 2 = –3

Pada pengurangan, mengurangi dengan suatu bilangan sama artinya dengan menambah dengan lawan pengurangnya. Secara umum, dapat dituliskan sebagai berikut.
Untuk setiap bilangana dan b, maka berlaku a – b = a + (–b).

a. 7 – 9 = 7 + (–9) = –2
b. –8 – 6 = –8 + (–6) = –14
c. 15 – (–5) = 15 + 5 = 20
d. –12 – (–6) = –12 + 6 = –6

Pada contoh di atas dapat kalian lihat bahwa hasil dari pengurangan dua bilangan, juga menghasilkan hal yang sama. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pada operasi pengurangan berlaku sifat tertutup.

b. Pengurangan dengan alat bantu
Berdasarkan penjelasan di atas, pelajarilah cara menghitung hasil pengurangan dua bilangan dengan bantuan garis bilangan berikut ini.

1. 4 – 7
Penyelesaian:
Untuk menghitung 4 – 7, langkah-langkahnya sebagai berikut.
(a) Gambarlah anak panah dari angka 0 sejauh 4 satuan ke kanan sampai pada angka 4.
(b) Gambarlah anak panah tersebut dari angka 4 sejauh 7 satuan ke kiri sampai pada angka –3.
(c) Hasilnya, 4 – 7 = –3.


2. –3 – (–5)
Penyelesaian:
Langkah-langkah untuk menghitung –3 – (–5) sebagai berikut.
(a) Gambarlah anak panah dari angka 0 sejauh 3 satuan ke kiri sampai pada angka –3.
(b) Gambarlah anak panah tersebut dari angka –3 sejauh 5 satuan ke kanan sampai pada angka 2.
(c) Hasilnya, –3 – (–5) = 2.

4. Perkalian
Kalian telah mengetahui bahwa perkalian adalah operasi penjumlahan berulang dengan bilangan yang sama. Perhatikan
contoh berikut.
4 x 5 = 5 + 5 + 5 + 5 = 20
5 x 4 = 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 20
Meskipun hasilnya sama, perkalian 4 x 5 dan 5 x 4 berbeda artinya. Secara umum, dapat dituliskan sebagai berikut.


a. Menghitung hasil perkalian
Perhatikan uraian berikut.
1. 2 x 4 = 4 + 4 = 8
2. 2 x 3 = 3 + 3 = 6
3. 2 x 2 = 2 + 2 = 4
4. 2 x 1 = 1 + 1 = 2
5. 2 x 0 = 0 + 0 = 0
6. –2 x 4 = – (2 x 4) = – (4 + 4) = –8
7. –2 x 3 = – (2 x 3) = – (3 + 3) = –6
8. –2 x 2 = – (2 x 2) = – (2 + 2) = –4
9. –2 x 1 = – (2 x 1) = – (1 + 1) = –2
10. –2 x 0 = – (2 x 0) = – (0 + 0) = 0
11. 2 x (–2) = (–2) + (–2) = –4
12. 2 x (–1) = (–1) + (–1) = –2
13. (–2) x (–3) = – (2 x (–3)) = – ((–3) + (–3)) = 6
14. (–2) x (–2) = – (2 x (–2)) = – ((–2) + (–2)) = 4
15. (–2) x (–1) = – (2 x (–1)) = – ((–1) + (–1)) = 2
Jika kalian mengamati perkalian bilangan di atas, kalian akan memperoleh sifat-sifat berikut.
Jika p dan q adalah bilangan maka
1) p x q = pq.
2) (–p) x q = –(p x q) = –pq.
3) p x (–q) = –(p x q) = –pq.
4) (–p) x (–q) = p x q = pq.

b. Sifat-sifat perkalian
1) Sifat tertutup
Untuk mengetahui sifat tertutup pada perkalian , salin dan tentukan hasil perkalian berikut.
1. 3 x 8 = ....
2. 3 x (–8) = ....
3. (–3) x 8 = ....
4. (–3) x (–8) = ....

Jika kalian mengerjakan dengan benar, kalian akan memperoleh sifat berikut.
Untuk setiap dan q, selalu berlaku p x q = r dengan r juga bilangan bulat.

2) Sifat komutatif
Untuk mengetahui sifat komutatif pada perkalian, salin dan tentukan hasil perkalian berikut.
1. 2 x (–5) = ....
2. (–3) x (–4) = ....
3. (–5) x 2 = ....
4. (–4) x (–3) = ....
Apa yang dapat kalian simpulkan dari perkalian pasangan di atas?

Jika kalian mengerjakan dengan benar, kalian akan memperoleh sifat berikut.
Untuk setiap p dan q, selalu berlaku p x q = q x p.

3) Sifat asosiatif
Untuk mengetahui sifat asosiatif pada perkalian bilangan
bulat, salin dan tentukan hasil perkalian berikut.
1. 3 x (–2 x 4) = ....
2. (–2 x 6) x 4 = ....
3. (3 x (–2)) x 4 = ....
4. –2 x (6 x 4) = ....
Apa yang dapat kalian simpulkan dari perkalian pasangan di atas?

Jika kalian mengerjakan dengan benar, kalian akan memperoleh sifat berikut.
Untuk setiap, q, dan r selalu berlaku (p x q) x r = p x (q x r).

4) Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan
Untuk mengetahui sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan, salin dan tentukan hasil perkalian berikut.
1. 2 x (4 + (–3)) = ....
2. (–3) x (–8 + 5) = ....
3. (2 x 4) + (2 x (–3)) = ....
4. ((–3) x (–8)) + (–3 x 5) = ....
Apa yang dapat kalian simpulkan dari perkalian pasangan di atas?

Jika kalian mengerjakan dengan benar, kalian akan memperoleh sifat berikut.
Untuk setiap p, q, dan r selalu berlaku p x (q + r) = (p x q) + (p x r).

5) Sifat distributif perkalian terhadap pengurangan
Untuk mengetahui sifat distributif perkalian terhadap pengurangan, salin dan tentukan hasil perkalian berikut.
1. 5 x (8 – (–3)) = ....
2. 6 x (–7 – 4) = ....
3. (5 x 8) – (5 x (–3)) = ....
4. (6 x (–7)) – (6 x 4) = ....
Apa yang dapat kalian simpulkan dari perkalian pasangan di atas?

Jika kalian mengerjakan dengan benar, kalian akan memperoleh sifat berikut.
Untuk setiap p, q, dan r selalu berlaku p x (q – r) = (p x q) – (p x r).

6) Memiliki elemen identitas
Untuk mengetahui elemen identitas pada perkalian, tulis dan tentukan hasil perkalian berikut.
1. 3 x 1 = ....
2. (–4) x 1 = ....
3. 1 x 3 = ....
4. 1 x (–4) = ....
Apa yang dapat kalian simpulkan dari perkalian pasangan di atas?

Jika kalian mengerjakan dengan benar, kalian akan memperoleh sifat berikut.
Untuk setiap p, selalu berlaku p x 1 = 1 x p = p.
Elemen identitas pada perkalian adalah 1.

5. Pembagian
a. Pembagian sebagai operasi kebalikan dari perkalian Perhatikan uraian berikut.
(i) 3 x 4 = 4 + 4 + 4 = 12 Di lain pihak, 12 : 3 = 4 atau dapat ditulis 3 x 4 = 12 <-> 12 : 3 = 4.
(ii) 4 x 3 = 3 + 3 + 3 + 3 = 12 Di lain pihak, 12 : 4 = 3, sehingga dapat ditulis 4 x 3 = 12 <-> 12 : 4 = 3.

Dari uraian di atas, tampak bahwa pembagian merupakan operasi kebalikan (invers) dari perkalian. Secara umum dapat ditulis sebagai berikut.
Jika p, q, dan r .  dengan q faktor p, dan q tidak sama dengan 0 maka berlaku p : q = r <-> p = q x r.

b. Menghitung hasil pembagian
Coba ingat kembali sifat perkalian. Dari sifat tersebut, diperoleh kesimpulan berikut.
Untuk setiap p, q, r . q tidak sama dengan 0 dan memenuhi p : q = r berlaku
(i) jika p, q bertanda sama, r adalah positif;
(ii) jika p, q berlainan tanda, r adalah negatif.

c. Pembagian dengan bilangan nol
Untuk menentukan hasil pembagian dengan bilangan nol (0), ingat kembali perkalian dengan bilangan nol.
Untuk setiap a berlaku a x 0 = 0 <-> 0 : a = 0

Jadi, dapat dituliskan sebagai berikut. Untuk setiap a, berlaku 0 : a = 0; a tidak sama dengan 0. Hal ini tidak berlaku jika a = 0, karena 0 : 0 = tidak terdefinisi.

d. Sifat pembagian
Apakah pembagian pada bilangan bulat bersifat tertutup? Perhatikan bahwa 15 : 3 = 5, 8 : 2 = 4, 2 : 2 = 1. Sekarang, berapakah nilai dari 4 : 3?
Apakah kalian menemukan nilai dari 4 : 3 . Karena tidak ada yang memenuhi, maka hal ini sudah cukup untuk menyatakan bahwa pembagian pada bilangan bulat tidak bersifat tertutup.

Kerjakan contoh soal berikut untuk menguji pemahaman kalian terhadap apa yang telah kalian baca tersebut.
1. Tentukan hasil pembagian berikut ini.
a. 90 : 5 f. –108 : (–18)
b. 56 : (–8) g. –72 : 4
c. –84 : 7 h. 52 : 0
d. 51 : (–3) i. 0 : (–49)
e. –64 : (–8) j. 128 : (–8)
2. Tentukan hasil pembagian berikut.
a. 72 : 6 d. –30 : (–6)
b. 52 : 3 e. 82 : –9)
c. –70 : 4 f. –96 : (–18)
3. Tentukan pengganti m, sehingga pernyataan berikut menjadi benar.
a. m x (–4) = –88
b. 9 x m = –54
c. m x (–7) = 91
d. m x –13 = –104
e. –16 x m = 112
f. 8 x m = –136
g. m x 12 = 156
h. m x (–6) = –144
4. Tentukan nilai pengganti huruf-huruf berikut sehingga menjadi kalimat yang benar.
a. 6 x p = (–3) x 6
b. 2 x (–q) x 9 = 9 x 3 x 2
c. 3 x a x (–2) = 3 x (5 x (–2))
d. 7 x (–a – b) = (7 x (–8)) + (7 x (–2))
5. a. Tentukan hasil perkalian berikut.
(i) (5 x 4) x (–3) dan 5 x (4 x (–3))
(ii) (6 x (–2)) x 7 dan 6 x ((–2) x 7)
(iii) (8 x (–6)) x (–5) dan 8 x ((–6) x (–5))
(iv) ((–7) x (–9)) x (–4) dan (–7) x ((–9) x (–4))
b. Berdasarkan soal (a), sifat apakah yang berlaku pada perkalian tersebut? Apa yang dapat kalian simpulkan?
6. Dengan menggunakan sifat distributif, tentukan nilai dari
a. 8 x (–24)) + (8 x (–16))
b. ((–17 x (–25)) + ((–25) x (–19))
c. ((–7) x (–16)) – ((–2) x (–16))
d. (29 x (–9)) – (9 x (–9))
7. Tulislah arti perkalian berikut, kemudian selesaikan.
a. 8 x 4
b. 2 x (–3)
c. 3 x p
d. 4 x (–p)
e. 4 x 8
f. 5 x (–2p)
8. Hitunglah hasil perkalian berikut.
a. 7 x (–18)
b. (–12) x (–15)
c. (–16) x 9
d. 25 x 0
e. (–24) x (–11)
f. 35 x (–7)
9. Dengan menggunakan sifat-sifat yang berlaku pada penjumlahan , hitunglah hasil penjumlahan berikut.
a. 23 + (–19) + 37
b. 32 + (–27) + (–43)
c. (–51) + 75 + 51
d. –38 + (–45) + (–22)
e. (–49) + 56 + (–31)
f. 25 + (–17) + (–28)
10. Suatu permainan diketahui nilai tertingginya 100 dan nilai terendahnya –100. Seorang anak bermain sebanyak 6 kali dan memperoleh nilai berturut-turut 75, –80, –40, 65, x, dan –50. Jika jumlah nilai anak tersebut seluruhnya 60, tentukan nilai x yang memenuhi.

Itulah sedikit mengenai operasi hitung pada bilangan bulat, semoga dapat membantu sobat :)
Jangan lupa share ya :)

Saturday, November 04, 2017

Manusia Purba Di Indonesia | Ciri Ciri, Jenis, Sejarah Beserta Penemu Manusia Purba

Manusia Purba Di Indonesia | Ciri Ciri, Jenis, Sejarah, Penemu Manusia Purba Beserta Gambarnya - Selamat datang di loker ilmu, hay sobat loker apakah kalian tau mengenai nenek moyang di indonesia ? unruk kali ini kita akan membahas tentang manusia purba di indonesia untuk lebih lengkapnya  simak penjelasan di bawah ini.

Manusia Purba di Indonesia
Sejak abad ke-18, para ahli dari luar negeri tertarik untuk mengadakan penelitian tentang manusia purba di Indonesia. Ahli arkeologi yang pertama datang adalah seorang dokter Belanda yang bernama Eugene Dubois. Pada awalnya ia mengadakan penelitian di daerah Sumatra Barat, namun ia tidak berhasil menemukan kerangka yang mirip dengan manusia. Kemudian, dari Sumatra ia berpindah tempat untuk melakukan penelitiannya lalu ke Pulau Jawa, di sini ia berhasil menemukan tengkorak manusia. Pemuan yang pertama kali yang ia dapatkan pada daerah Trinil, kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Pada waktu penggalian diketahui, bahwa bumi berlapis-lapis, dan pada setiap lapisan kerap ditemukan fosil-fosil tumbuhan, hewan, dan manusia yang menjadi ciri khusus dari setiap lapisan. Fosil merupakan sisa-sisa dari manusia, hewan, dan tumbuhan yang membatu karena tertimbun tanah selama ribuan, bahkan jutaan tahun yang lalu. Berikut ini akan dibahas mengenai jenis-jenis fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia. Coba kamu cermati dan pelajari.

a. Pithecantropus
Pada 1890, Dr. Eugene Dubois, seorang ahli arkeologi menemukan fosil di daerah Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Fosil pertama kali yang berhasil ia temukan adalah tempurung kepala dan tulang rahang. Dalam tahap penggalian selanjutnya, pada tempat yang sama ia menemukan tulang paha kiri. Setelah dikonstruksi, tubuh fosil temuannya diperkirakan tingginya antara 165 sampai dengan 180 cm dengan fragmen tubuh yang masih sederhana dengan cara mereka berjalan yang masih belum sempurna.

Cara mereka berjalan sudah mulai berdiri tegak dengan volume otaknya masih kecil. Organ tubuh luarnya masih menyerupai binatang primata. Karena sudah berjalan dengan berdiri tegak walaupun belum sempurna seperti sekarang, maka fosil ini diberi nama Pithecantropus erectus, artinya manusia kera yang dapat berjalan tegak. Selain itu, fosil ini sering disebut sebagai fosil manusia Jawa. Pada 1936, berbekal dengan temuan Dubois, dua orang peneliti yaitu, Duyfes dan Van Koenigswald kembali berhasil menemukan fosil erectus di Perning, kabupaten Mojokerto (Jawa Timur).

Hasil temuan pada waktu itu berupa tengkorak seorang anak-anak dengan usia di kisaran 6 tahun, diperkirakan hidup 1,9 juta tahun yang lalu. Karena ditemukan di Mojokerto, maka Pithecantropus erectus kali ini dinamakan Pithecantropus mojokensis (manusia kera dari Mojokerto) atau disebut juga Pithecantropus robustus.


b. Megantropus
Fosil Megantropus ditemukan di desa Sangiran pada 1936 sampai dengan 1941. Penemunya adalah Van Koenigswald. Meganthropus diperkirakan hidup 2 juta tahun yang lalu dan para ahli menyebutnya Meganthropus palaeojavanicus, artinya manusia raksasa dari Jawa Kuno. Fragmen tubuh yang ditemukannya adalah berupa rahang atas dan bawah. Makanan utama Meganthropus diperkirakan adalah tumbuh-tumbuhan


c. Homo Sapiens
Jenis manusia di Indonesia diperkirakan hidup antara 25.000 sampai dengan 40.000 tahun yang lalu. Jenis manusia ini merupakan salah satu manusia yang telah sanggup membuat sebuah alat-alat dari batu maupun tulang binatang, sekalipun dengan masih sangat sederhana mereka telah dapat mengolah makanan dan hasil buruan. Volume pada otaknya diperkirakan 1.000 sampai dengan 2.000 cc dengan tinggi yang bervariasi antara 130 - 210 cm, berat badan diperkirakan antara 30 - 150 kg. Fosil Homo yang ditemukan adalah Homo soloensis dan Homo wajakensis.

1) Homo soloensis
Homo soloensis ditemukan pada 1931 - 1933 oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Van Koenigswald dengan hasil temuan berupa satu seri tengkorak yang jumlahnya sangat besar di daerah Ngondong, dekat Blora (Jawa Tengah). Hasil penelitian menunjukkan jenis manusia ini tingkatannya lebih tinggi dari fosil sebelumnya. Fosil ini dinamakan Homo soloensis atau yang di sebut manusia dari Solo diperkirakan hidup antara 35.000 - 15.000 tahun SM.

2) Homo wajakensis
Fosil jenis ini ditemukan oleh BD. Van Rietshoten di daerah Wajak, Tulung Agung (Jawa Timur) pada 1889. Kemudian, fosil ini diberi nama sesuai dengan daerah di mana ia ditemukannya, yaitu Homo wajakensis. Pada 1920, Eugene Dubois menemukan sebuah fosil yang sama dan ia memberinya nama Wajakensis II. Menurut para ahli, fosil ini adalah bentuk perubahan dari Homo soloensis, dan jenis inilah diperkirakan nenek moyang dari penduduk asli pulau Irian (Papua) dan sekitarnya.

Homo wajakensis mempunyai volume otak kira-kira 1530 - 1650 cc. Di antara semua jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia, Homo wajakensis merupakan jenis yang paling tinggi tingkat kecerdasan dan peradabannya.

Itulah pembahasan kita kali ini , semoga sobat dapat terbantu :)
Jangan lupa share ya :)

Tenaga Endogen dan Eksogen | Pengertian, Macam-Macam Tenaga Endogen dan Eksogen Beserta Contohnya (Lengkap)

tenaga endogen dan eksogen | pengertian, macam-macam tenaga endogen dan eksogen beserta contohnya - Selamat datang di Loker ilmu, Hay sobat loker, Kita kemarin telah membahas mengenai bentuk muka bumi dan kita telah mengetahui apa itu relief. Berdasarkan tempat asal tempat pembentuknya relief bumi dibedakan menjadi dua macam tenaga, yaitu:



Tenaga Endogen
Tenaga endogen, adalah suatu tenaga yang berasal dari dalam bumi, sumbernya dari magma dan sifatnya adalah membangun kulit bumi. Yang termasuk tenaga endogen adalah sebagai berikut.

1. Tektonik
Tektonik, adalah suatu tenaga yang mengubah kulit bumi dari dalam yang menyebabkan terjadinya dislokasi (perubahan lokasi) permukaan bumi berupa lipatan, patahan maupun retakan kulit bumi dan batuan. Lapisan bumi yang tadinya datar karena tenaga dari dalam bumi (endogen) akan terbentuk lipatan. Karena adanya gaya (dorongan) dari dua arah yang berlawanan, maka akan menghasilkan lipatan yang baru.

a) Lipatan
Lipatan terjadi karena pergerakan tenaga endogen yang sifatnya mendatar dari dua arah yang berlawanan. Bagian lipatan yang merupakan puncak disebut antiklinal dan bagian yang rendah atau lembah disebut sinklinal. Contoh daerah lipatan yang besar adalah daerah pegunungan lipatan muda mediterania. Macam-macam lipatan berdasarkan ketegakan posisi sumbu dan bentuk pelipatannya terdiri atas lipatan tegak, lipatan rebah, lipatan condong, dan lipatan kelopak. Akibat tekanan, lapisan kulit bumi terlipat sehingga membentuk puncak lipatan (antiklin) dan lembah lipatan (sinklin).

b) Patahan
Patahan adalah bentukan alam sebagai akibat adanya proses pematahan pada lapisan batuan pembentuk kulit bumi. Patahan biasanya terjadi karena adanya retakan pada suatu bentangan. Patahan dapat juga terjadi karena adanya pengurangan lapisan dalam kerak bumi, contohnya karena letusan vulkanisme sehingga satu bagian kulit bumi merosot ke daerah sekitarnya.

2. Vulkanik
Vulkanik dapat diartikan segala aktivitas magma dari perut bumi mencapai lapisan yang lebih atas (permukaan bumi). Magma yang menembus permukaan bumi membentuk letusan yang dapat melahirkan gunung api. Letusan gunung api ada dua macam, yaitu ledakan (eksplosif) dan lelehan (efusif). Magma, artinya batuan cair yang pijar dengan suhu tinggi yang terdiri dari berbagai macam mineral dan gas sebagai sumber tenaga untuk menekan keluar. Berdasarkan bentuk erupsinya, terdapat tiga macam gunung api, yaitu:

a) Bentuk gunung api perisai atau prisma
Gungung api perisai atau prisma adalah bentuk gunung api yang lerengnya melandai sehingga menutupi suatu daerah yang sangat luas. Bentuk gunung api perisai ini terbentuk akibat letusan yang sangat cair (efusif). Di Indonesia tidak ada gunung api tipe perisai. Contoh bentuk gunung api perisai adalah Gunung Mauna Kea dan Mauna Loa di Kepulauan Hawaii.

b) Bentuk gunung api maar atau corong
Gunung api maar adalah bentuk gunung api yang puncaknya berbentuk corong sehingga gunung api ini sering disebut gunung corong. Gunung api ini terbentuk akibat letusan yang sangat besar yang terjadi satu kali sehingga akibat letusannya meninggalkan lubang yang sangat besar seperti corong. Contoh gunung api bentuk
maar adalah Gunung Pinacate (Meksiko), Gunung Monte Nouvo (Italia), Gunung Lamongan (Jatim, Indonesia), Gunung Merdada (Dieng, Indonesia)

c) Gunung api strato atau kerucut
Gunung api strato atau kerucut adalah gunung api yang bentuknya seperti kerucut raksasa. Gunung bentuk kerucut ini terjadi sebagai akibat dari letusan gunung api yang berulang-ulang secara bergantian antara erupsi eposif (lelehan magma) dan erupsi eksplosif (ledakan) yang berupa lelehan lava dan material padat lainnya. Sebagian besar gunung api yang ada di Indonesia adalah tipe gunung api strato atau kerucut, contohnya Gunung Gede, Gunung Pangrango dan Gunung Ceremai di Jawa Barat. Ilmu yang mempelajari gunung berapi disebut vulkanologi.

3. Seismik
Seismik (gempa), yaitu getaran permukaan bumi sebagai akibat tenaga tektonik atau letusan vulkanik. Gempa bumi adalah hentakan dari bumi yang menyebabkan tanah berguncang. Gempa terjadi akibat proses endogenik yang dihasilkan ketika lapisan batu-batuan di bawah tanah bergerak. Kerusakan terjadi ketika guncangan mencapai permukaan. Getaran gempa dimulai dari bawah tanah di suatu titik yang disebut fokus. Selanjutnya, getaran merambat dari fokus dalam bentuk lingkaran konsentrik, seperti riak gelombang yang merambat di permukaan air. Akibat dari peristiwa gempa bumi biasanya terjadi kerusakan, dan kerusakan yang paling besar terjadi pada episentrum, yaitu titik pada permukaan tepat di fokus.
beberapa istilah yang berhubungan dengan gempa bumi sebagai berikut.
1. Episentrum yaitu suatu titik di permukaan bumi yang menjadi tempat merambatnya getaran gelombang gempa bumi.
2. Hiposentrum adalah titik pusat tempat terjadinya gempa di permukaan bumi.
3. Seismograf adalah alat pengukur dan pencatat kekuatan gempa.
4. Seismologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gempa bumi, ilmuwan yang khusus mempelajari tentang gempa bumi biasa disebut Seismolog.

berdasarkan penyebabnya :
a) Gempa tektonik, artinya gempa yang terjadi akibat pergeseran lapisan litosfer dalam lapisan kulit bumi yang berupa pergeseran atau pematahan struktur lapisan batuan secara vertikal atau horizontal, biasanya gempa jenis ini paling besar dan banyak menimbulkan kerugian.

b) Gempa vulkanik, gempa yang disebabkan adanya letusan gunung berapi dan bersifat lokal, artinya daerah yang kena gempa hanya di sekitar kawasan letusan gunung berapi saja.

c) Gempa tanah runtuh (longsor), terjadi karena turunnya (subsidence) atau anjloknya bagian tanah pada gua atau pada daerah tambang. Kepulauan di Indonesia dilalui oleh jalur pegunungan lipatan dunia dimana jalur tersebut masih labil dan berpotensi untuk terjadinya gempa tektonik. Titik pusat gempa disebut hiposentrum. Makin dangkal hiposentrum, makin kuat gempa yang terjadi. Titik di permukaan bumi yang tepat secara vertikal di atas hiposentrum dinamakan episentrum.

Pantai Barat Sumatra, Pantai Selatan Jawa, sepanjang Bali dan Nusa Tenggara merupakan daerah pergerakan litosfer Asia dengan dasar Samudera Hindia yang sangat berpeluang menyebabkan gempa dan pembentukan gunung api, demikian juga dengan Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua. Gempa yang terjadi di dasar laut akan sangat berbahaya karena dapat diikuti dengan gelombang pasang yang sangat besar, disebut tsunami, seperti yang terjadi di NAD pada 26 Desember 2004 yang telah menelan korban lebih dari 200.000 orang. Selain di NAD dan Sumatra Utara, tsunami tersebut juga terjadi di negara-negara Asia Selatan, seperti Sri Lanka, India, Thailand

Tenaga Eksogen
Tenaga eksogen, yaitu tenaga yang berasal dari luar kulit bumi itu sendiri. Sifat tenaga ini adalah merusak kulit bumi. Tenaga eksogen dipengaruhi oleh air, angin, makhluk hidup, dan salju (es). Pada dasarnya, tenaga eksogen dibedakan menjadi empat bagian, yaitu:
pelapukan, pengangkutan, pengikisan, dan pengendapan. Pelapukan terjadi karena panas sinar matahari mengenai batuan pada malam harinya menyusut secara tiba-tiba. Lama-kelamaan batuan tersebut pecah (proses pelapukan).

Kemudian, pecahan-pecahan tersebut tertimbun di sekitar batuan dan hanyut ke tempat yang rendah (proses pengangkutan). Air yang mengalir, misalnya sungai, pada saat banjir airnya deras. Dalam perjalanannya, air tersebut mengikis dasar sungai juga pinggiran sungai. Akibatnya, daerah aliran sungai makin dalam dan lebar (proses pengikisan), kemudian mineral-mineral hasil pengikisan tersebut terbawa hingga ke muara sungai dan diendapkan, yang lama kelamaan membentuk daratan baru (proses pengendapan). untuk lebih jelasnya simak berikut ini.

1. Pelapukan
Pelapukan merupakan proses alami hancurnya batuan tertentu menjadi berbagai jenis tanah. Berdasarkan penyebabnya, proses pelapukan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu pelapukan kimia, fisika, dan biologi. Pelapukan kimia adalah pelapukan yang terjadi karena reaksi kimia yang mengakibatkan hancurnya batuan. Peristiwa pelapukan kimia dapat terjadi karena batuan bereaksi dengan bahan kimia tertentu, misalnya batuan gamping yang melapuk karena terkena air.

Pelapukan fisika adalah proses hancurnya batuan karena proses fisika pada batuan tersebut. Pelapukan jenis ini biasanya tidak akan mengubah sifat dasar dan komposisi batuan yang mengalaminya. Pelapukan fisika biasanya terjadi karena temperatur di sekitar batuan selalu berubah-ubah secara cepat. Pelapukan biologi adalah proses hancurnya batuan karena aktivitas makhluk hidup. Pelapukan biologi biasanya disertai oleh pelapukan kimia. Misalnya batu yang hancur karena ditumbuhi lumut, dan tanaman lain, atau batu yang berlubang karena dilubangi semut.

2. Erosi  
Erosi didefinisikan sebagai proses terjadinya pengikisan pada bagian-bagian tertentu di muka bumi. Materi dari bagian yang mengalami pengikisan tersebut dapat mengalami perpindahan dari tempat asalnya. Proses perpindahan materi tersebut dinamakan transportasi. Berdasarkan penyebabnya, erosi dapat dibedakan menjadi lima jenis sebagai berikut.

Ablasi, yaitu erosi yang terjadi karena aliran air yang mengikis batuan atau permukaan bumi. Saat terjadi hujan di gunung, batuan dan tanah yang ada di permukaan gunung terkikis oleh air hujan yang mengalir dari puncak ke kaki gunung. Deflasi terjadi karena adanya hembusan angin yang mengikis permukaan bumi. Contohnya, angin laut yang berhembus dari laut ke daratan dapat mengikis batuan dan pasir yang ada di daerah pantai.

Korosi terjadi karena hembusan angin yang membawa butiran pasir. Angin yang meniupkan butiran pasir menerpa bagian batuan tertentu sehingga batuan tersebut melapuk dan terkikis. Abrasi terjadi di pantai karena gelombang air laut mengikis tepian pantai. Contohnya, pasir pantai dan karang yang tergerus oleh gelombang laut yang surut. Eksarasi merupakan erosi yang terjadi karena gerakan es yang mencair atau gletser. Air dari es yang mencair di puncak gunung salju mengikis permukaan gunung di sepanjang jalur yang dilalui.

3. Sedimentasi / Pengendapan
Sedimentasi merupakan proses pengendapan material hasil erosi pada tempat tertentu. Semua yang mengendap kemudian akan menyatu dan membentuk batuan baru yang disebut batuan sedimen. Berdasarkan penyebabnya, sedimentasi dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
Sedimentasi akuatis atau sedimentasi karena air sungai, yaitu proses pengendapan materi-materi yang terbawa oleh aliran air di tempat-tempat yang dilaluinya. Hasil pembentukan dari proses sedimentasi fluvial adalah delta dan bantaran sungai. Delta berupa daratan di dekat pantai yang terbentuk karena pengendapan lumpur, tanah, pasir dan batuan yang terbawa oleh air sungai. Adapun bantaran sungai merupakan daratan semacam delta yang terbentuk di tepi sungai.

Sedimentasi aeolis atau sedimentasi karena angin, yaitu proses pengendapan materi-materi yang terbawa oleh hembusan angin di tempat-tempat yang dilalui oleh tiupan angin tersebut. Hasil pembentukan dari proses sedimentasi aeolis antara lain adalah gumuk pasir (sand dunes). Sedimentasi marine atau sedimentasi karena air laut, yaitu proses pengendapan material yang terbawa oleh gelombang air laut. Hasil pembentukan dari proses sedimentasi marine antara lain tumpukan karang di pantai, bar (endapan pasir yang panjang seperti pematang) di pantai, tombolo (bar yang terbentuk dekat pantai dan terhubung dengan daratan), serta karang atol (karang yang bentuknya terputus-putus).

Kenampakan-kenampakan alam yang terbentuk akibat adanya proses sedimentasi oleh tenaga air antara lain delta, nehrung, tombolo, dataran banjir. Delta adalah endapan tanah yang terdapat di muara sungai. Bentuk-bentuk delta antara lain delta kipas, delta runcing, dan delta kaki burung atau lobben, Nehrung adalah endapan pasir tepi pantai yang melintang seperti lidah banyak dijumpai di sekitar teluk atau estuaria.

Tombolo adalah endapan pasir yang menghubungkan daratan dengan pulau yang berada di dekat pantai. Dataran banjir adalah dataran yang berada di kanan kiri sungai dan terbentuk akibat luapan saat terjadi banjir.

Itulah pembahasan dari topik kita kali ini semoga dapat menambah wawasan sobat :)
Jangan lupa klik share ya :)