Showing posts with label Kelas 9. Show all posts
Showing posts with label Kelas 9. Show all posts

Friday, March 30, 2018

Fungsi Lensa Mata, Kornea, Sklera, Pupil, Retina Dan Saraf Optik

Fungsi Lensa Mata, Kornea, Sklera, Pupil, Retina Dan Saraf Optik - apasih sebenarnya fungsi lensa mata ? mungkin dari kalian banyak yang bertanya tanya mengenai hal itu, pada postingan kali ini saya akan membahas fungsi lensa mata.

Sebenarnya sangat banyak fungsi dan kegunaan mata yang belum banyak kita ketahui, kami merangkum pengertian dan kegunaan lensa mata, organ dalam dan luar mata untuk sobat
Pengertian lensa mata. Lensa mata atau sering juga disebut kristalin adalah bagian mata yang terdapat di belakang pupil mata, yang berfungsi memfokuskan cahaya jatuh ke retina.
Fungsi organ luar mata :

  1. Bulu mata berfungsi menyaring cahaya yang akan diterima.
  2. Alis mata berfungsi menahan keringat agar tidak masuk ke bola mata.
  3. Kelopak mata berfungsi untuk menutupi dan melindungi mata.

Kegunaan organ dalam mata :

  1. Kornea : Fungsi utama kornea adalah untuk membiaskan cahaya. Kornea ini bertanggung jawab untuk memfokuskan sebagian besar cahaya yang masuk ke mata. Ini adalah bagian penting dari mata dan bertindak sebagai lensa terluar mata.
  2. Sklera : sklera dan kornea merupakan bagian mata yang tentunya memiliki fungsi berbeda, 2 bagian mata ini adalah jaringan yang mengandung fibril kolagen ikat yang tertanam dalam matriks extrafibrillar kaya proteoglikan.
  3. Pupil dan iris : pupil atau anak mata adalah pembukaan di tengah mata. Cahaya masuk lewat pupil dan diteruskan melalui lensa mata, yang memusatkan bayangan ke retina. Pupil terletak di belakang retina bagian tengah.
  4. Lensa mata : Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina. Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina. Untuk melihat objek yang jauh (cahaya datang dari jauh), lensa mata akan menipis. Sedangkan untuk melihat objek yang dekat (cahaya datang dari dekat), lensa mata akan menebal.
  5. Retina atau Selaput Jala : Retina adalah selapis tipis sel yang terletak pada bagian belakang bola mata vertebrata dan cephalopoda. Retina merupakan bagian mata yang mengubah cahaya menjadi sinyal saraf. Retina memiliki sel fotoreseptor ("rods" dan "cones") yang menerima cahaya. Sinyal yang dihasilkan kemudian mengalami proses rumit yang dilakukan oleh neuron retina yang lain, dan diubah menjadi potensial aksi pada sel ganglion retina
  6. Saraf optik : Saraf Optik adalah bagian mata yang merupakan susunan saraf, berfungsi untuk menerima informasi visual (penglihatan) kemudian diteruskan ke otak.
itulah pembahasan mengenai Fungsi Lensa Mata, Kornea, Sklera, Pupil, Retina Dan Saraf Optik, semoga dapat membantu :)

Wednesday, March 28, 2018

26+ Fungsi Hati Manusia : Struktur Dan Bagian - Bagian Hati

gambar hati
Fungsi Hati Manusia : Struktur Dan Bagian - Bagian Hati  - Hati atau dengan bahasa lainnya
adalah liver merupakan suatu kelenjar yang terdapat di dalam tubuh yang paling besar dengan ciri cirinya yaitu bentuknya seperti baji dengan warnanya yang merah kecoklatan dengan berat sekitar 1,4 s/d 1,6 kg. Kelenjar ini terletak di bawah rongga perut di sebelah kanan yang deket dan juga dibawah diafragma. Kelenjar hati ini memiliki fungsi atau kedudukan yang sangat vital, tanpa hati makhluk hidup khususnya manusia tidak akan dapat untuk hidup maupun bertahan hidup karena hati ini dapat mengatur sirkulasi tubuh.

Fungsi Hati

Hati sendiri berperan penting bagi tubuh dan memiliki fungsi sebagai berikut.

Beberapa fungsi-fungsi adalah untuk:

  1. Pembuatan (mensintesis) protein, termasuk albumin (untuk membantu mempertahankan volume darah) dan faktor pembekuan darah
  2. Mensintesis, menyimpan, dan proses (memetabolisme) lemak, termasuk asam lemak (digunakan untuk energi) dan kolesterol
  3. Metabolisme dan menyimpan karbohidrat, yang digunakan sebagai sumber untuk gula (glukosa) pada darah yang sel darah merah dan penggunaan otak
  4. Membentuk dan mengeluarkan empedu yang mengandung asam empedu untuk membantu dalam penyerapan usus (mengambil dalam) lemak dan vitamin A yang larut dalam lemak, D, E, dan K.
  5. Menghilangkan, dengan metabolisme dan / atau mengeluarkan, produk yang berpotensi membahayakan biokimia yang diproduksi oleh tubuh, seperti bilirubin dari pemecahan sel darah merah tua, dan amonia dari pemecahan protein
  6. Detoksifikasi, dengan metabolisme dan / atau mengeluarkan, obat-obatan, alkohol, dan racun lingkungan
Sekresi Birubilin berfungsi sebagai pemberi warna pada feses dan juga urine kita hal ini lah yang dapat menentukan  kesehatan dari hati kita.
  1. Pembentukan Sel Darah Merah tubuh sangat membutuhkan hati untu memproduksi sel darah merah karena sel darah merah inidalam hitungan bulan akan hancur sehingga dibutuhkan hati untuk membentuk sel darah merah yang baru.
    1. Membuat Protein Flasma
    2. Mengontrol Sirkulasi Tubuh
    3. Menyempurnakan Eritrosit
    4. Menyimpan Mineral
    5. Menyimpan Glikogen
    6. Hati juga memiliki fungsi untuk menyimpan glikogen atau yang sering di sebut dengan gula otot, Gula otot bisa ada karena hasil dari perubahan yang terjadi antara glukosa sendiri. Glukosa yang di sebabkan karena hormon insulin, jadi hati juga di gunakan untuk mengontrol kadar gula darah.
    7. Menghindari Penggumpalan Darah
    8. Menghindari adanya penggumpalan darah yaitu dengan dilakukannya proses atau cara untuuk mengeluarkan protrombin dan juga fibrinogen
    9. Mengubah Zat Makanan
    10. Zat makanan diubah sesuai kegunaannya. Selain itu fungsi hati juga di gunakan sebagai pengubahan zat makanan yang terjadi pada tubuh manusia dan diaborsi pada usus manusia selanjutnya disimpan pada suatu tempat yang berada di dalam tubuh manusia
    11. Menghasilkan Cairan Empedu fungsi hati yang satu ini yaitu untuk membantu empedu dalam menghasilkan cairan empedu. Cairan empedu ini di hasilkan dari sel darah merah pada tubuh manusia dan yang sudah di olah di dalam hati manusia. Cairan empedu pada tubuh manusia juga memiliki fungsi tersendiri yaitu untuk megemulsikan lemak yang berada di makanan. Kantong empedu ini juga bisa memberikan setengah liter setiap hari nya. Empedu pada tubuh manusia memiliki warna hijau dan memiliki  rasa yang pahit.
    12. Membuang Zat Berbahaya (Kolesterol)
    13. Mengontrol Sirkulasi Hormon
    14. Mengontrol Asam Amino
    15. Kekebalan Tubuh
    16. Membasmi Antigen dan Mikroorganisme
    17. Menghasilkan Zat Imun
    18. Mengontrol Komposisi darah sesuai dengan Kandungan nya.
    19. \Menyimpan Hermatin
    20. Mengeluarkan Glukosa jika dibutuhkan
    21. Pembentukan sel darah merah saat berada di dalam janin
    22. Pembentukan urea
    23. Menyimpan Vitamin yang larut lemak
    24. Menghasilkan protrombin dan fibrinogen.


    Struktur Dan Bagian Bagian Hati

    Hati terdiri dari lobus. Ada dua lobus utama – lobus kanan, yang jauh lebih besar, dan lobus kiri. Dua lobus kecil terletak di belakang lobus kanan. Setiap lobus terdiri dari unit multi-sisi yang disebut lobulus. Sebagian hati memiliki antara 50.000 dan 100.000 lobulus.

    Setiap lobulus terdiri dari vena sentral yang dikelilingi oleh sel-sel hati kecil dikelompokkan dalam lembaran atau bundel. Rongga sinusoid dikenal sebagai memisahkan kelompok sel dalam sebuah lobulus. Sinusoid memberikan hati tekstur kenyal dan memungkinkan untuk menyimpan sejumlah besar darah.

    Seperti organ tubuh lainnya, hati menerima darah yang mengandung oksigen dari jantung. Darah ini memasuki hati melalui arteri hepatik. Hati juga menerima darah penuh dengan nutrisi, atau partikel makanan yang dicerna, dari usus kecil. Darah ini memasuki hati melalui vena portal. Dalam hati, arteri hepatik dan cabang vena portal ke dalam jaringan pembuluh darah kecil yang bermuara di sinusoid.

    Sel-sel hati menyerap nutrisi dan oksigen dari darah mengalir melalui sinusoid. Mereka juga menyaring limbah dan racun. Pada saat yang sama, mereka mengeluarkan gula, vitamin, mineral, dan zat lainnya ke dalam darah. Sinusoid mengalir ke vena sentral, yang bergabung membentuk vena hepatika. Darah meninggalkan hati melalui vena hepatika.

    Setiap lobulus juga mengandung kapiler empedu, tabung kecil yang membawa empedu yang disekresikan oleh sel-sel hati. Kapiler empedu bergabung untuk membentuk saluran empedu, yang membawa empedu dari hati. Segera setelah meninggalkan hati, saluran empedu bergabung bersama, membentuk duktus hepatika. Hati memproduksi empedu terus menerus, bahkan jika usus kecil tidak mencerna makanan. Kelebihan empedu mengalir ke kandung empedu, di mana disimpan untuk digunakan nanti. Empedu dari hati dan kandung empedu mengalir kedalam usus kecil melalui saluran empedu.
    Hati adalah organ padat terbesar dalam tubuh. Hati sebenarnya adalah dua jenis kelenjar. Ini adalah kelenjar sekresi karena memiliki struktur khusus yang dirancang untuk memungkinkan untuk membuat dan mengeluarkan empedu ke dalam saluran empedu. Hal ini juga merupakan kelenjar endokrin karena itu membuat dan mengeluarkan bahan kimia secara langsung ke dalam darah yang memiliki efek pada organ-organ lain di dalam tubuh. Empedu merupakan cairan yang baik membantu dalam pencernaan dan penyerapan lemak serta membawa produk-produk limbah ke dalam usus.
    Ada segala macam kelenjar dalam tubuh yang membuat dan mengeluarkan zat, termasuk pankreas (enzim pencernaan), tiroid dan kelenjar endokrin lainnya (hormon), kelenjar lambung di perut (asam), dan kelenjar getah bening atau kelenjar (kelenjar getah bening).

    Berikut adalah ringkasan dari bagian bagian hati : 
    1. Lobus kiri dan kanan
    2. Vena hepatica
    3. Pembuluh darah yang berfungsi dalam mengangkut darah terdeoksigenasi dan darah yang telah disaring oleh hati ialah darah dari lambung, usus kecil, usus besar, pankreas ke vena kava inferior.
    4. Vena Sentralis
    5. Pada bagian tengah tiap lobules, vena bergabung menjadi vena yang lebih besar dan membentuk vena hepatika dan selanjutnya menuju ke dalam vena kava interior.
    6. Lakuna
    7. Ruangan yang memisahkan antara satu lobules dengan lobulus lainnya.
    8. Diafragma
    9. Membrane otot yang memisahkan dada dari perut.
    10. Kantung Empedu
    11. Bagian dari sistem empedu yang berfungsi dalam reservoir penyimpanan untuk empedu.
    12. Arteri Hepatika Sebuah arteri yang berfungsi dalam mendistribusikan darah ke hati, pankreas dari empedu serta lambung bagian duodenum dari usus halus.
    Sumber :
    • http://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-hati-beserta-fungsi-dan-bagian-bagiannya/
    • https://dosenbiologi.com/manusia/fungsi-hati-dalam-tubuh-manusia
    Demikian lah pembahasan mengenai 26+ Fungsi Hati Manusia : Struktur Dan Bagian - Bagian Hati semoga dapat membantu

    Sunday, March 25, 2018

    Kenampakan Alam Di Indonesia

    Indonesia adalah negara yang luas, memiliki berbagai macam bentuk muka bumi, mulai dari bentuk dataran rendah, dataran tinggi, gunung, jejeran gunung yang disebut dengan pegunungan sampai dengan danau, pantai dan laut.
    Kenampakan alam dapat dibagi atau digolongkan menjadi dua macam, yaitu kenampakan alam daratan dan kenampakan alam perairan.


    Berikut ini penjelasannya:

    A. Kenampakan Alam Wilayah Daratan

    Apakah wilayah daratan ituKenampakan daratan atau wilayah daratan merupakan bagian wilayah bumi yang tidak tergenang oleh air. Daratan adalah tempat untuk kita berpijak. Daratan memiliki beraneka macam bentuk, dianataranya yaitu: gunung, pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah dan pantai.

    1. Gunung

    Gunung adalah bagian bumi yang menonjol. Gungung lebih tinggi dari daerah di sekitarnya.   , tingginya lebih dari 600m di atas permukaan laut. Gunung terdiri dari tiga bagian. Yaitu puncak, lereng dan kaki gunung. Tanah yang berada di sekitar gunung sangat subur.  Hal itu karena tanah disekitar gunung mengandung fosfor dan silika yang berasal dari letusan gunung. Hal ini menyebabkan lereng dan kaki gunung banyak ditumbuhi pohon-pohon lebat dan cocok untuk kegiatan perkebunan. Gunung terdiri dari dua macam, yaitu gunung berapi dan gunung tidak berapi.


    Bagian-Bagian Gunung


    a. Gunung berapi
    Gunung berapi merupakan gunung yang masih aktif, artinya gunung ini masih dapat meletus sewaktu-waktu. Di Indonesia terdapat banyak gunung berapi seperti:

    Gambar Gunung Berapi
    Gambar Gunung Berapi
    1. Gunung Merapi (Jawa Tengah), 
    2. Gunung Tangkuban Perahu (Jawa Barat), 
    3. Gunung Agung dan Gunung Batur (Bali), 
    4. Gunung Lauser (Nanggroe Aceh Darusallam)
    5. Gunung Berapi Tinoombala (Sulawesi Tengah)
    6. Gunung Berapi Krakatau (Banten)
    7. Gunung Lawu (Jawa timur)
    8. Gunung rinjani (NTB)
    9. Gunung Kahung (Kalimantan Selatan)
    10. Gunung Kerinci (Nusa Tenggara Barat)
    Gunung berapi menghasilkan barang-barang tambang, seperti, batu, pasir,  belerang, dan sumber air panas. Sumber air panas dapat menjadi daya tarik pariwisata bagi daerah.
    Selain itu ada beberapa manfaat dari adanya gunung berapi lainnya, sebagai berikut ini:

    • Menghasilkan barang tambang.
    • Sebagai objek pariwisata.
    • Lahan subur cocok untuk kegiatan pertanian
    b. Gunug tidak berapi
    Gunung yang tidak berapi adalah gunung yang tidak meletus lagi, atau tidak aktif. Gunung tidak berapi memiliki kemungkinan meletus sangat kecil, gunung ini juga sering disebut sebagai gunung mati. 

    Gunung yang tidak aktif
    Gambar Gunung yang tidak aktif
    Contoh dari gunung tidak berapi yang ada di Indonesia yaitu:
    1. Gunung Muria (Jawa Tengah), 
    2. Gunung Tambora (NTB), dan 
    3. Gunung Melawan (Kalimantan Tengah).
    Gunung tidak berapi biasanya  banyak dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk kegiatan;
    1. Perkebunan
    2. Suakamargasatwa
    3. Kehutanan, dan
    4. tempat rekreasi.
    Pada gunung tidak berapi berbagai jenis pohon dapat tumbuh. Hutan harus dipelihara agar tidak gundul. Kita juga harus rajin menanam pohon yang baru di lahan hutan agar terjaga kelestariannya.

    2. Pegunungan

    Pegunungan adalah rangkaian gunung yang saling sambung menyambung satu dengan yang lainnya. Dapat juga dijelaskan sebagai deratan dari gunung-gunung. Juga dapat disebut sebagai daerah berbukit yang memanjang. Wilayah pegunungan tingginya yaitu lebih dari  700m di atas permukaan laut.
    Gambar Pegunungan
    Gambar Pegunungan di Indonesia

    Daerah pegunungan yang ada di Indonesia jumlahnya cukup banyak, contohnya yaitu:

    1. Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan
    2. Pegunungan Bawu Kalimantan Timur
    3. Pegunungan Siunandaka Sulawesi Utara
    4. Pegunungan Pompange Sulawesi Tengah
    5. Pegunungan Quarles Sulawesi Selatan
    6. Pegunungan Jaya Wijaya Papua
    7. Pegunungan Pembarisan Jawa Barat
    8. Pegunungan Dieng Jawa Tengah
    9. Pegunungan Sewu DI Yogyakarta
    10. Pegunungan Tengger Jawa Timur
    11. Pegunungan Schwaner Kalbar dan Kalteng
    Ciri dari darah pegunungan yaitu tempatnya memiliki udara yang sejuk, hal ini membuat daerah pegunungan banyak menjadi destinasi wilayah untuk berwisata. Selainitu pegunungan juga sering dimanfaatkan sebagai tempat pertanian, pertanian yang dikembangkan di daerah pegunungan adalah pertanian hortikultura. Pertanian hortikultura adalah pertanian yang mengembangkan jenis tanaman sayur-sayur dan buah-buahan

    3. Dataran Tinggi

    Dataran tinggi adalah daerah luas yang tingginya diatas 200m dari permukaan laut. Dataran tinggi juga sering disebut sebagai platau. Sama seperti pegunungan dataran tinggi memiliki udara yang sejuk. Taukah kamu? pada peta dataran tinggi digambarkan dengan warna coklat.

    Dataran tinggi memiliki beberapa ciri-ciri, diantaranya:

    1. Mempunyai iklim yang sejuk
    2. Mempunyai amplitudo suhu harian dan tahunan yang besar
    3. Area pertanian dibuat terasering
    4. Udaranya terasa kering
    5. Lengas atau kelembaban udara nisbi yang sangat rendah
    6. Jarang turun hujan     
    Gambar Dataran Tinggi
    Gambar Dataran Tinggi

    Contoh dataran tinggi di Indonesia adalah

    1. Dataran Tinggi Puncak, Bogor
    2. Dataran Tinggi Bandung, Jawa Barat
    3. Dataran Tinggi Barui, Sulawesi Tengah
    4. Dataran Tingi Bingkoku, Sulawesi Tenggara 
    5. Dataran Tinggi Malang, Jawa Timur  
    6. Dataran Tinggi Bukit Barisan, Bengkulu
    7. Dataran Tinggi Charles Louis, Papua
    8. Dataran Tinggi Gayo, Aceh
    9. Dataran Tinggi Dieng (Jawa Tengah), 
    10. Dataran Tinggi Alas (Aceh), 
    11. Dataran TinggiBone (Sulawesi Selatan).
    Dataran tinggi banyak dimanfaatkan untuk kegiatan wisata dan perkebunan. Tanaman yang cocok untuk perkebunan antara lain teh, cengkeh, kopi, sayuran dan buah-buahan.

    4. Dataran Rendah

    Dataran rendah adalah daerah yang memiliki ketinggian antara 0-200 m dari atas permukaan air laut. Pada peta dataran rendah digambarkan dengan warna hijau. Dataran rendah umunya berada di dekat pantai. Dataran rendah banyak dimanfaatkan untuk pemukiman, industri dan pertanian. Ibu kota propinsi di Indonesia hampir semuanya berada di dataran rendah dan dekat dengan laut. Seperti kota Jakarta, Semarang, Surabaya dan Pontianak. Tanaman yang cocok di dataran rendah adalah padi, palawija dan tebu.
    Gambar Dataran Rendah
    Gambar Dataran Rendah


    5. Pantai atau Deretan Pantai

    Pantai adalah daerah daratan yang berbatasan langsung dengan laut. Sehingga dapat dikatakan pula pantai adalah batas anatara laut dan daratan. Pantai ada dua macam, ada pantai yang landai dan ada pantai yang terjal. Pantai yang landai biasanya banyak digunaan oleh masyarakat sebagai tempat wisata.
    Beberapa pantai yang menjadi obyek wisata di Indonesia adalah sebagai berikut: 

    1. Pantai Kasih Nangroe Aceh Darussalam
    2. Pantai Cermin Sumatera Utara
    3. Pantai Air Manis Sumatera Barat
    4. Pantai Nala dan Panjang Bengkulu
    5. Pantai Ancol Jakarta
    6. Pantai Pelabuhan Ratu Jawa Barat
    7. Pantai Carita Banten
    8. Pantai Parangtritis DI Yogyakarta
    9. Pantai Panimbangan Kalimantan Barat
    10. Pantai Nirwana Sulawesi Tenggara
    11. Pantai Sanur dan Kuta Bali
    12. Pantai Senggigi NTB
    13. Pantai Losiana NTT
    14. Pantai Korem dan Jendi Papua
    15. Pantai Tanjung Bira dan Losari Sulawesi Selatan
    Gambar Keindahan Pantai di Indonesia
    Gambar Keindahan Pantai di Indonesia
    Selain sebagai tempat wisata, pantai juga dapat dimanfaatkan untuk tempat pelelangan ikan (TPI) dan pembuatan garam.

    6. Tanjung

    Tanjung adalah bagian pada daratan yang menjorok ke laut. Tanjung juga sering disebut dengan istilah ujung. Sementara tanjung yang luas disebut semenanjung. Tanjung di Indonesia jumlahnya ada banyak. Kebanyakan tanjung dimanfaatkan sebagai pelabuhan.
    Gambar Tanjung Perak di Surabaya
    Gambar Tanjung Perak di Surabaya

    Berikut ini beberapa contoh dari tanjung yang ada di Indonesia

    1. Tanjung Sorong di Papua Barat 
    2. Tanjung Batu Nidi di Bali
    3. Tanjung Tanahmea di Sulawesi 
    4. Tanjung Kehidupan di Kalimantan
    5. Tanjung Perak di Surabaya-Jatim
    6. Tanjung Priok di DKIJakarta
    7. Tanjung Batu di Kalimantan Timur
    8. Ujung Kulon di Jawa Barat.


    7. Delta

    Delta adalah bagian daeratang yang berada di tengah-tengah sungai. Delta biasanya berada di muara sungai. Muara sungai adalah tempat bertemunya air sungai dan air laut. 
    Gambar Delta nampak dari satelit
    Gambar Delta nampak dari satelit

    Contoh dari delta adalah 

    1. Delta Sungai Bengawan Solo yang bermuara di Laut Jawa, 
    2. Delta Sungai Mahakam di Kalimantan yang bermuara di Selat Makasar

    B. Kenampakan Alam Wilayah Perairan

    Wilayah Indonesia memiliki wilayah perairan yang lebih luas dari pada daratan. Wilayah perairan adalah bagian pada permukaan bumi yang tergenang oleh air. Kenampakan perairan terdiri dari sungai, danau, laut, selat, teluk, dan rawa.

    1. Sungai

    Sungai adalah air yang mengalir dari daratan dan berakhir di muara atau berakhir di laut. Air sungai mengalir dari hulu ke hilir. Berasal dari sumber mata air, air hujan ataupun campuran. 
    Sungai di Indonesia ada yang kecil dan ada yang besar. Sungai kecil biasanya disebut sebagai ranting sungai sementara sungai yang besar disebut sebagai batang sungai. 
    Gambar Sungai
    Gambar Sungai
    Beberapa sungai besar di Indonesia antara lain 
    1. Sungai Aceh di Aceh, 
    2. Sungai Kampar di Riau, 
    3. Sungai Asahan di Sumatera Utara, 
    4. Sungai Musi di Sumatera Selatan, 
    5. Sungai Bengawan Solo di Jawa Tengah, 
    6. Sungai Brantas di Jawa Timur, 
    7. Sungai Kapuas di Kalimantan Barat, 
    8. Sungai Mahakam di Kalimantan Timur, 
    9. Sungai Digul di Papua.
    Sungai banyak dimanfaatkan oleh masyarakat seperti alat transportasi, pembangkit listrik dan lainnya. Perhatikan manfaat dari sungai berikut ini:
    1. untuk irigasi sawah, pertanian, 
    2. untuk budidaya ikan dengan keramba, 
    3. sungai juga dapat dijadikan sebagai objek pariwisata, 
    4. sungai banyak juga di jadikan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) 
    5. dan ada yang digunakan untuk transportasi (angkutan).
    6. Sungai yang besar dan panjang dimanfaatkan untuk pelayaran, lalu lintas kapal dan sebagainya. Sungai ini banyak ditemui di Sumatra dan Kalimantan. Sungai yang ada di Pulau Jawa berupa sungai kecil dan pendek. Sungai di Jawa dimanfaatkan sebagai pengairan lahan pertanian, dan pembangkit listrik.


    2. Danau

    Danau merupakan cekungan yang luas pada daratan yang digenangi oleh air. Danau ini dikelilingi oleh daratan.  Air pada danau umumnya adalah air tawar. Danau di Indonesia ada dua macam, yaitu danau alami dan danau buatan. Danau alami merupakan danau yang tebentuk secara alami tanpa bantuan tangan manusia. Sebaliknya danau buatan merupakan danau yang dibuat secara sengaja oleh manusia.
    Gambar Danau

    DI Indonesia terdapat banyak danau yang Indah, diantaranya yaitu:

    1. Danau Toba di Sumatera Utara, 
    2. Danau Laut Tawar di NAD, 
    3. Danau Maninjau dan Danau Singkarak di Sumatera Barat, 
    4. Danau Rawapening di Jawa Tengah, 
    5. Danau Sembuluh di Kalimantan Barat, 
    6. Danau Jempang di Kalimantan Timur, 
    7. Danau Matana dan Danau Tempe di Sulawesi Selatan, 
    8. Danau Poso di Sulawesi Tengah, 
    9. Danau Tondano di Sulawesi Utara, 
    10. Danau Batur di Bali, 
    11. Danau Segaraanak di Lombok, 
    12. Danau Kelimutu di Flores, Danau Paniai 
    13. Danau Sentani di Papua.
    Di Indonesia danau sering dimanfaatkan sebagai berikut:
    1. Pembangkit Listrik Tenaga Air
    2. Sarana Irigasi
    3. Membantu Proses produksi barang
    4. Budidaya ikan
    5. Sarana edukasi
    6. Sarana wisaya
    7. Sebagai pembantu sarana transportasi
    8. Sebagai sumber kekayaan hewani dan hayati


    3. Laut

    Laut adalah bagian pada bumi berupa perairan yang luas. Ciri khusus yang umum diketahui yaitu air pada laut memiliki rasa yang asin. Air laut terasa asin karena mengandung zat garam. Maka dari itu anyak petani garam memperoleh garam dari menyaring air laut. Laut di Indonesia dapat di bagi menjai dua yaitu laut dangkal dan laut dalam. Sementara laut yang sangat luas disebut sebagai samudra.
    Gambar Laut
    Gambar Laut

    Beberapa Samudra yang ada di Indonesia yaitu;

    1. Samudra Hindia\
    2. Samudra Pasifik
    Laut di Indonesia, diantaranya yaitu:
    1. Laut Jawa Utara terletak di Pulau Jawa
    2. Laut Arafuru terletak di  Selatan Kepulauan Aru 
    3. Laut Banda  terletak di Selatan Pulau Seram 
    4. Lautan Indonesia terletak di Selatan Pulau Sumatra sampai selatan Pulau Jawa
    Laut di Indonesia banyak dimanfaatkan sebagai saran trasnportasi dan tempat wisata. 

    4. Selat

    Selat adalah laut yang sempit yang diapit oleh dua pulau atau daratan. Selat ada dua yaitu selat alami dan selat buatan. Selat buatan disebut kanal atau terusan. 
    Gambar Selat


    Gamabr Selat

    Selat yang ada di Indonesia diantaranya yaitu:

    1. Selat Sunda (antara pulau Jawa dan Pulau Sumatera) 
    2. selat Bali (antara pulau Jawa dan pulau Bali).
    3. Selat Bangka (Pulau Sumatra dan Pulau Bangka)
    4. Selat Madura (Pulau Jawa dengan Pulau Madura)
    5. Selat Peleng (Pulau Sulawesi dan Pulau Peleng)
    6. Selat Alas (Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa)
    Selat di Indonesia banyak di manfaatkan sebagai jalur transportasi antar pulau, hal ini karena mempermudah jarak antara satu pulau dengan pulau lainya.

    5. Teluk

    Teluk adalah bagian laut yang menjorok ke daratan. Hal ini berbalik dengan tanjung. Teluk banyak di gunakan sebagai obyek wisata.
    Gamabar Teluk
    Gamabar Teluk

    Berikut ini beberapa teluk yang ada di Indonesia

    1. Teluk Sampit Kalimantan 
    2. Teluk Bayur Sumatra Barat 
    3. Teluk Jakarta Jawa 
    4. Teluk Langsa Nanggroe Aceh Darussamalam 
    5. Teluk Berau Papua


    6. Rawa

    Rawa merupkan daerah yang tergenang oleh air dimana bagian  tanahnya berlumpur. Rawa banyak terdapat di daerah yang berdekatan dengan laut atau pantai. Rawa memiliki manfaat yang sangat penting yaitu untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. Sehingga perlu di jaga keberaadaan dari rawa tersebut. Sekarang bahkan banyak rawa yang sudah mulai untuk di kelola menjadi objek wisata.
    Gambar Rawa

    Demikian pembahasannya, semoga pembahasan tentang kenampakan alam di Indonesia ini dapat membantu teman-teman untuk mengenal alam lebih mendalam. Mari kita jaga Alam Indonesia.


    Jangan lupa untuk shere artikel ini jika teman-teman merasa artikel ini bermanfaat.

    Thursday, December 21, 2017

    Contoh Pantun Kiasan Dan Artinya

    Contoh Pantun Kiasan Dan Artinya- Selamat datang di loker ilmu,

    Definisi Pantun Kiasan . Pantun kiasan adalah pantun yang isinya berupa ibarat. Yaitu mengkiaskan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Kadangkalah pantun ini berisi dengan pribahasa.

    Contohnya:


    Berburu ke padang datar,
    mendapat rusa belang di kaki.
    Berguru kepalang ajar,
    bagai bunga kembang tak jadi.

    Cirinya ialah adanya perbandingan. Contoh pantun di atas membandingkan antara orang yang belajar dengan bunga.

    Belajar yang tidak sungguh-sungguh ibarat bunga tetapi tidak mempunyai kembang.

    Pantun Kiasan Beserta Artinya
    kumpulan contoh pantun kiasan dan maknanya.
    Banyak kiasan yang diambil dari fenomena alam.
    Untuk lebih memahami pantun kiasan, ada baiknya untuk meneliti dengan seksama beberapa bait contoh pantun di bawah ini.

    Berikut ini adalah contoh pantun kiasan dengan artinya.


    (1)
    Kusangka masih malam hari,
    rupanya telah datang siang.
    Kusangka bunga mekar berseri,
    rupanya layu dihisap kumbang.
    Maknanya:
    Menyangka bahwa gadis pujaannya masih sendiri, tetapi kenyataannya gadis tersebut sudah diambil orang.

    (2)
    Naik perahu dekat kemudi,
    betapa harum bunga selasih.
    Elok nian resminya padi,
    makin tunduk jika berisi.
    Maknanya:
    Ambilah pelajaran dari padi. Yakni semakin kaya, semakin pandai, semakin hebat, maka ia akan semakin rendah hati di hadapan manusia lainnya.

    (3)
    Tanam ubi tanam kentang,
    petik jagung tiada tersisa.
    Petang kini telah datang,
    tinggi pula batang usia.
    Maknanya:
    Pantun kiasan di atas menjelaskan tentang waktu tua. Yaitu tentang habisnya masa remaja sekaligus datangnya waktu tua.

    (4)
    Diam lisan banyak merenung,
    lompat tinggi anak tupai.
    Hendak hati memeluk gunung,
    apa daya tangan tak sampai.
    Maknanya:
    Memiliki keinginan yang sangat besar namun sangat mustahil tercapai.

    (5)
    Pohon tua disebut buhun,
    banyak dahannya yang berduri.
    Kering dijemur dalam setahun,
    basah oleh hujan sehari.
    Maknanya:
    Usaha yang dilakukan sangat lama sia-sia oleh kesalahan kecil.

    (6)
    Rusa padang belang di kaki,
    mangga kueni amat wangi.
    Tinggi gunung tetap didaki,
    lautan api kan disebrangi.
    Maknanya:
    Pantun kiasan di atas mengandung makna tentang semangat dan tekad yang sangat kuat.

    (7)
    Randu tinggal randu,
    panjang duri hingga sekilan.
    Rindu tinggalah rindu,
    bagai pungguk rindukan bulan.
    Maknanya:
    Seseorang yang jatuh cinta. Hanya saja tidak mungkin cintanya bersatu.

    (8)
    Pandai ikan dalam berenang,
    beda kolam ikannnya lain.
    Sehari sehelai benang,
    setahun menjadi kain.
    Artinya:
    Pantun di atas berisikan pepatah yang artinya jika kita tekun mengerjakan apapun, pasti akan membawa hasil.


    Tentang Pantun Kiasan
    contoh pantun kiasan dengan maknanya.
    Suku Melayu dikenal sangat dekat dengan alam. Alam merupakan guru bagi suku Melayu. Mereka banyak memetik hikmah dari ayat-ayat kauniyah.
    Pantun kiasan banyak terdapat pada pantun Melayu. Suku Melayu sangat pandai merangkai kata.

    Kehalusan bahasa Bahasa Melayu tersirat melalui kata-kata kiasan.

    Hingga saat ini, suku Melayu masih sering menggunakan kata kiasan dalam pantun-pantunnya.

    Selain suku Melayu, suku Minang juga sering menggunakan kiasan dalam berbagai karya sastranya. Tak terkecuali dalam pantun.

    Kiasan ini bisa sindiran.

    Sedangkan pantun dari suku-suku lainnya, seperti Jawa, Sunda, Banjar, dan lainnya sangat sedikit mengandung kiasan.

    Itulah sebabnya, dalam budaya Melayu sangat dikenal pribahasa. Pribahasa merupakan bentuk lain dari kiasan.

    Kata kiasan dan pribahasa sangat mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Berikut ini beberapa pantun kiasan lainnya.

    (9)
    Jalan-jalan ke Palembang,
    sungai Musi luas membentang.
    Di mana bunga mulai berkembang,
    di sana kumbang akan datang.
    Artinya:
    Jika ada anak perempuan yang beranjak gadis, maka banyak laki-laki yang menyukainya.

    (10)
    Kayu jati dibuat papan,
    burung puyuh jauh menghilang.
    Padi kutanam dengan harapan,
    tumbuh pula rumput ilalang.
    Artinya:
    Setiap kali berbuat kebaikan, biasanya ada saja halang rintangan.

    (11)
    Pergi ke pasar membeli beras,
    membeli cincin berhias permata.
    Mengharap hujan turun deras,
    hanya gerimis sekejap mata.
    Artinya:
    Mengharapkan keuntungan yang besar. Tetapi hanya mendapatkan keuntungan yang sangat kecil.

    (12)
    Melihat ikan di tepi kolam,
    pohon pinang jadi tambatan.
    Air beriak tanda tak dalam,
    air tenang menghanyutkan.
    Artinya:
    Orang yang ilmunya sedikit biasanya banyak bicara. Sedangkan orang yang banyak ilmunya lebih tenang.

    (13)
    Keras keras cangkang kerang,
    walau keras tetap dibawa.
    Walaupun punggung parang,
    bila diasah tajam jua.
    Artinya:
    Sebodoh apapun seseorang, bila ia tekun belajar pasti akan menjadi pandai.

    (14)
    Manis rasanya buah sirsak,
    ombak datang bergulung-gulung.
    Dimana bumi dipijak,
    di sana langit dijunjung.
    Artinya:
    Kita sebaiknya menghormati adat istiadat daerah yang kita tinggali.

    Semoga bermanfaat bagi sobat :)
    Jangan lupa share ya :0
    source ( pantuncinta2000.blogspot.com )

    Sunday, December 17, 2017

    Pengertian Puisi, Ciri-Ciri, Jenis, Unsur Puisi

    Pengertian Puisi, Ciri-Ciri, Jenis, Unsur Puisi - Puisi adalah sebuah karya sastra berwujud tulisan yang didalamnya terkandung irama, rima, ritma dan lirik dalam setiap baitnya. Umumnya unsur diatas puisi juga memiki makna dan dapat mengungkapkan perasaan dari sang penyair yang dikemas dalam bahasa imajinatif dan disusun menggunakan struktur bahasa yang padat penuh makna. Puisi merupakan karya seni berupa tulisan yang menggunakan kualitas estetika (keindahan bahasa) sehingga berfokus pada bunyi, irama, dan penggunaan diksi.

    Berdasarkan jenisnya puisi dapat dibagi menjadi dua jenis yakni puisi baru dan pusi lama. Masing masing jenis puisi tersebut tentunya juga memiliki ciri-ciri dan struktur yang berbeda pula antara puisi baru dan puisi lama. Pada artikel kali ini materi belajar akan memberikan materi tentang pengertian puisi, ciri-ciri, struktur, jenis, unsur puisi baik puisi baru maupun puisi lama.


    Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

    1. Sumardi
    Menurut Sumardi puisi adalah salah satu karya sastra dengan bahasa yang dipersingkat, dipadatkan, serta diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata yang imajinatif.

    2. Herman Waluyo
    Menurut Herman Waluyo puisi adalah karya sastra yang bersifat tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia.

    3. Thomas Carlye
    puisi
    Puisi merupakan ungkapan pikiran yang memiliki sifat musikal.

    4. James Reevas
    Menurut James Reevas puisi adalah suatu ekspresi bahasa yang kaya dan penuh dengan daya pikat.

    5. Herbert Spencer
    Puisi merupakan bentuk pengucapan gagasan yang memiliki sifat emosional dengan mempertimbangkan efek keindahan.

    6. Pradopo
    Puisi merupakan rekaman serta interpretasi pengalaman manusia yang sangat penting dan digubah dalam wujud yang berkesan.


    Jenis Jenis puisi


    Puisi di bedakan menjadi 2 jenis yaitu :

    1. Puisi Lama
    Puisi lama merupakan puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan. Aturan puisi lama seperti jumlah kata yang terdapat dalam 1 baris, jumlah baris yang terdapat dalam 1 bait, persajakan atau rima, banyak suku kata pada tiap baris, dan irama.


    Jenis Jenis Puisi Lama

    1. Syair
    Syair berasal dari Arab. Ciri khas dari syair adalah terdiri atas empat baris dalam satu bait dengan sajak a-a-a-a. Syair biasanya berisi tentang suatu cerita dengan nasihat di dalamnya.

    Contoh:

    Syair Pendidikan
    Wahai engkau para pemuda,
    Engkaulah pewaris bangsa,
    Giatlah belajar sepanjang masa,
    Untuk membangun bangsa negara,
    Ilmu bukanlah untuk harta semata,
    Ilmu tak akan lekang oleh usia,
    Sebab ilmu akan membuatmu terjaga,
    Dan ilmu akan membuatmu dewasa,
    Belajarlah tanpa malas,
    Hormatilah semua penghuni kelas,
    Masa depan perlu kerja keras,
    Kalau perlu energi terkuras,
    Hormatilah para guru,
    Pandanglah sebagai orang tuamu,
    Ilmu senantiasa akan masuk dalam kalbu,
    Bersama berkah untuk jiwamu.

    2. Pantun
    Pantun dikenal luas oleh masyarakat. Sampai sekarang pun pantun masih sering digunakan, baik dalam upacara adat atau untuk komunikasi. Acara pernikahan dalam adat Betawi masih melestarikan budaya berpantun di dalamnya. Ciri khas dari pantun adalah:

    bersajak a-b-a-b,
    1 bait terdiri dari 4 baris,
    setiap 1 baris dapat terdiri dari 8 – 12 suku kata,
    2 baris awal merupakan sampiran dan 2 baris berikutnya adalah isi.
    Berdasarkan isinya, pantun terdiri atas pantun anak, pantun muda/i, pantun nasehat, pantun teka-teki, dan pantun jenaka. (Baca juga: jenis jenis pantun, ciri ciri pantun)

    Contoh:

    Pantun nasehat
    Ke Jakarta mampir Tegal
    Bersama kasih bersenang-senang
    Janganlah sampai kita menyesal
    Ingat hidup tak sembahyang
    Lihat gelembung meletup-letup
    Kalau pecah jadi melekat
    Perbanyaklah ilmu saat kau hidup
    Untuk bekal kau di akhirat

    Pantun jenaka
    Waktu kecil minumnya milo
    Hingga besar masih ketagihan
    Beginilah nasib menjadi jomblo
    Ke kondangan tak ada gandengan
    Begini pula namanya cinta
    Hati selalu berbunga-bunga
    Kalau sudah mengingat nona
    Senyum sendiri macam orang gila

    3. Seloka
    Seloka adalah jenis puisi Melayu. Nama lain seloka adalah pantun berkait, hal ini karena terdiri lebih dari satu bait yang masih terkait. Seloka berisi tentang sindiran, ejekan, atau senda gurau yang dinyatakan dalam suatu perumpamaan. Ciri pada seloka adalah bait kedua dan keempat pada bait pertama dipakai pada baris pertama dan ketiga pada bait selanjutnya. Ciri khas ini ada pada setiap bait.
    Contoh :

    Jalan-jalan ke kota batik
    Naik motor milik si Aan
    Jikalau engkau berkendara dengan baik
    Supaya selamat sampai tujuan
    Naik motor milik si Aan
    Siang-siang kena panas
    Supaya selamat sampat tujuan
    Taatilah lalu lintas

    4. Gurindam
    Puisi lama jenis gurindam berisi tentang suatu nasihat, dengan aturan setiap bait terdiri dari 2 baris dan bersajak a-a. Puisi ini berasal dari Tamil (India).
    Contoh:

    Ketika muda malas sembahyang
    Masa tua bisa terguncang
    Siapa tidak hormat orang tua
    Akan jauh dari bau surga

    5. Karmina
    Karmina memiliki nama lain pantun kilat karena mirip dengan pantun tetapi pendek isinya. Jenis puisi ini identik dengan pola sajak lurus (a-a). Pantun kilat ini biasanya digunakan untuk menyindir seseorang.
    Contoh:

    Dahulu beras sekarang ketupat

    Orang pemerat tersiksa si akhirat
    Buah durian tajam berduri
    Baca Al Quran tenangkan hati

    6. Mantra
    Jenis jenis puisi lama yang menarik yaitu mantra, karena mantra sering dikaitkan dengan hal-hal yang mengandung kekuatan ghaib. Mantra mempunyai rima dan irama dan terkenal dengan sifatnya yang misterius. Bahasa yang digunakan dalam mantra biasanya menggunakan majas metafora dan bersifat esoferik. Esoferik merupakan bahasa khusus yang dipakai antara pembicara dan lawan bicara.

    Contoh:

    Mantra yang biasa digunakan untuk meminta kekuatan
    Bismillahirrahmanirrohim
    Hai besi bangunlah engkau si rajabesi
    Yang bernama si ganda bisa
    Engkau duduk di kepala jantungku
    Bersandar di tiang arasy
    Kuminta tinggalkan insanku
    Kuminta rendah insan sekalian
    Berkat aku memakai wujud kodrat sayyidina ali
    Bujur lalu melintang patah
    Lalu juga kehendak Allah
    Berkat lailaha illallah
    Muhammadarrasulullah

    7. Talibun
    Hampir mirip dengan pantun, talibun merupakan jenis jenis puisi lama yang juga mempunyai sampiran dan isi. Hal yang membedakan dengan pantun adalah talibun memuat lebih banyak baris, yaitu sekitar 6 sampai 20 baris. Jumlah baris pada talibun harus berjumlah genap. Dalam talibun, setengah isinya merupakan sampiran dan setengahnya lagi merupakan isi. Misalnya, jika talibun berisi 6 baris maka 3 baris pertama adalah sampiran dan 3 baris selanjutnya adalah isi, dengan sajak a-b-c-a-b-c.
    Contoh:

    Talibun 6 baris
    Penat sudah daku mendaki>
    Puncak tiada lagi terlihat
    Bulan pun tak lagi ada
    Penat sudah daku mendaki
    Hati sudah tiada lagi kuat
    Melihat engkau tak lagi nyata

    Talibun 8 baris
    Duduk berpangku menatap purnama
    Anak tertawa sambil berlari
    Aku pun telah hilang kuasa
    Menangkap pesan yang tersirat
    Anak cucu hormatilah mama
    Agar hilang semua duri
    Jangan sampai berbuat dosa
    Dan selamat kelak di akhirat


    Ciri-Ciri Puisi Lama

    Berikut ciri-ciri puisi lama :
    1. Puisi lama bisanya berupa puisi rakyat dan tidak diketahui nama pengarangnya.
    2. Puisi lama masih terikat oleh berbagai aturan-aturan seperti dari jumlah baris pada setiap baitnya, sajak serta jumlah suku kata pada setiap barisnya.
    3. Disampaikan dari mulut ke mulut dan dapat disebut juga dengan sastra lisan.
    4. Menggunakan majas atau gaya bahasa tetap dan klise.
    6. Biasanya berisikan tentang kerajaan, fantastis, serta istanasentris.


    Jenis jenis Puisi Baru

    Puisi baru menurut isinya dibedakan menjadi 7 jenis, yaitu:

    1. Balada
    Balada adalah puisi berisi kisah/cerita.

    2. Himne
    Himne adalah puisi pujaan untuk menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air atau almamater. Sekarang ini pengertian himne menjadi berkembang. Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (Guru, Pahlawan, Dewa, Tuhan) yang bernafaskan ketuhanan.

    3. Ode
    Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum.

    4. Epigram
    Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup. Epigram berasal dari Bahasa Yunani epigramma  yang berarti unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, iktibar; atau teladan.

    5. Romansa
    Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih. Berasal dari bahasa Perancis romantique  yang berarti keindahan perasaan; persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesra.

    6. Elegi
    Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan. Berisi sajak atau lagu yang mengungkapkan rasa duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terutama karena kematian/kepergian seseorang.

    7. Satire
    Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. Berasal dari bahasa Latin satura yang berarti sindiran; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, korup, zalim, dll.).


    Puisi baru menurut bentuknya dibedakan menjadi sembilan jenis, yaitu:

    1. Distikon
    Distikon adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas dua baris (puisi dua seuntai).

    2. Terzina
    Terzina adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tiga baris (puisi tiga seuntai).

    3. Kuatrain
    Kuatrain adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas empat baris (puisi empat seuntai).

    4. Kuint
    Kuint adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas lima baris (puisi lima seuntai).


    5. Sektet
    Sektet adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas enam baris (puisi enam seuntai).

    6. Septime
    Septime adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tujuh baris (tujuh seuntai).

    7. Oktaf/Stanza
    Oktaf/Stanza adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas delapan baris (double kutrain, atau puisi delapan seuntai).

    8. Soneta
    Soneta adalah puisi yang terdiri atas empat belas baris yang terbagi menjadi dua. Dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris. 

    Soneta berasal dari kata sonneto  (Bahasa Italia) perubahan dari kata sono  yang berarti suara. Jadi soneta secara harfiah berarti puisi yang bersuara. Di Indonesia, soneta masuk dari Negeri Belanda diperkenalkan oleh Muhammad Yamin dan Roestam Effendi, karena itu mereka berdualah yang dianggap sebagai Pelopor/Bapak Soneta Indonesia. 

    Bentuk soneta Indonesia tidak lagi tunduk pada syarat-syarat soneta Italia atau Inggris, tetapi lebih mempunyai kebebasan dalam segi isi maupun rimanya. Yang menjadi pegangan adalah jumlah barisnya (empat belas baris).

    9. Prosa Liris
    Prosa liris merupakan suatu bentuk karya sastra yang berisi curahan perasaan pengarang secara subyektif yang disajikan seperti bentuk prosa, namun menggunakan bahasa berirama yang biasa digunakan dalam puisi. Walaupun ia boleh dikatakan terletak antara prosa dan puisi, namun karena memenuhi kaidah puisi (khususnya irama, diksi dan majas), maka prosa liris tergolong dalam jenis puisi.

    Prosa liris eksis dalam semua zaman sejak zaman Puisi Lama hingga zaman Puisi Kontemporer saat ini. Al Qur’an selaku Kitab Suci ditulis dengan menggunakan gaya bahasa prosa liris. Dalam zaman Puisi Lama karya prosa liris misalnya Kaba Sabai Nan Aluih  (Tulis St. Sati) dan Hikayat Cindur Mata  (Aman Dt. Majoindo). Walapun sangat langka, dalam zaman Puisi Baru dan Puisi Kontemporer masih ada saja penyair yang menulis dalam bentuk prosa liris.


    Ciri-Ciri Puisi Baru

    Ciri-ciri puisi baru antara lain:
    1. Diketahui nama pengarangnya, berbeda dengan puisi lama yang tidak diketahui nama pengarangnya
    2. Perkembangannya secara lisan serta tertulis.
    3. Tidak terikat oleh berbagai aturan-aturan seperti rima, jumlah baris dan suku kata.
    4. Menggunakan majas yang dinamis atau berubah-ubah.
    5. Biasanya berisikan tentang kehidupan.
    6. Biasanya lebih banyak memakai sajak pantun dan syair.
    7. Memiliki bentuk yang lebih rapi dan simetris.
    8. Memiliki rima akhir yang teratur.
    9. Pada tiap-tiap barisnya berupa kesatuan sintaksis.


    Struktur Puisi

    Struktur Batin Puisi

    • Tema/Makna (sense)Tema merupakan unsur utama pada puisi karena tema berkaitan erat dengan makna yang dihasilkan dari suatu puisi. Tanpa tema yang jelas tentunya akan menghasilkan puisi yang tidak jelas maknanya.
    • Rasa (Feeling) yaitu sikap penyair mengenai pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya akan latar belakang sosial dan psikologi penyair, seperti latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketetapan dalam menyikapi suatu masalah tidak tergantung dari kemampuan penyair memili kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, namun juga dari wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan keperibadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.
    • Nada (tone)  Nada berkaitan dengan sikap penyair terhadap pembacanya. Umumnya nada yang digunakan akan bervariasi seperti nada sombong, nada tinggi, nada rendah dan lain sebagainya.
    • Amanat/tujuan maksud (intention)Amanat merupakan pesan yang terkandung didalam sebuah puisi. Amanat dapat ditemukan dengan memaknai puisi tersebut secara langsung.



    Struktur Fisik Puisi

    • Perwajahan Puisi (Tipografi), adalah bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal tersebut menentukan pemaknaan terhadap puisi.
    • Diksi ialah pemilihat kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-katanya dapat mengungkapkan banyak, hal maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.
    • Imaji, yaitu kata atau susunan kata yang mengungkapkan pengalaman indrawi, misalnya penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji terbagi atas tiga yakni imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan merasakan apa yang dialami penyair.
    • Kata Konkret, adalah kata yang memungkinkan memunculkan imaji karena dapat ditangkap indera yang mana kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Seperti kata konkret "salju" dimana melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll, sedangkan kata kongkret "rawa-rawa" melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan dll.
    • Gaya Bahasa, adalah penggunaan bahasa dengan menghidupkan atau meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu dengan bahasa figuratif yang menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya makna. Gaya bahasa disebut dengan majas. Macam-macam majas yaitu metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks
    • Rima/Irama ialah persamaan bunyi puisi dibaik awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup yakni: Onomatope (tiruan terhadap bunyi seperti /ng/ yang memberikan efek magis puisi staudji C. B); Bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi (kata), dan sebagainya; Pengulangan kata/ungkapan ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Rima sangat menonjol dalam pembacaan puisi. 
    Itulah pembahasan mengenai puisi, semoga dapat membantu sobat :)
    Jangan Lupa share ya :)