Showing posts with label Kelas 7. Show all posts
Showing posts with label Kelas 7. Show all posts

Monday, August 27, 2018

Bilangan Cacah Pengertian Beserta Penjelasan dan Contohnya


Pengertian Bilangan Cacah


Bilangan cacah adalah suatu himpunan bilangan asli yang di mulai dari nol dan selalu bertambah satu dengan bilangan setelahnya. Dengan catatan bilangan cacah selalu mengarah ke bilangan positif dan bilangan negatif tidak termasuk kedalam kategori bilangan cacah.

Contoh Bilangan Cacah

Seperti yang telah disebutkan di atas tadi, bahwasannya bilangan cacah merupakan bilangan positif yang di mulai dari nol dan mengarah ke kanan ( positif ), maka bisa disebut sebagai bilangan cacah, penggambarannya seperti berikut :

{0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,…}  Benar
{…,-10,-9,-8,-7,-6,-5,-4,-3,-2,-1,0} Salah
dari contoh di atas sudah jelas bahwa bilangan cacah tidak memiliki nominal negatif.

Apabila suatu bilangan cacah disimbolkan dengan menggunakan huruf “B” maka seluruh himpunan yang menyatakan unsur dari bilangan cacah "B" dapat dituliskan sebagai berikut :

B = {0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,…dst}

Operasi Matematika Pada Bilangan Cacah

Didalam Operasi Matematika Bilangan cacah terdapat 4 operasi matematika, di antaranya sebagai berikut :

  • Penjumlahan
  • Pengurangan
  • Perkalian
  • Pembagian

1. Operasi Penjumlahan Bilangan Cacah

Operasi yang pertama Pada Bilangan cacah adalah penjumlahan, Didalam bilangan cacah berlaku sifat-sifat sebagai berikut :

a. Sifat identitas
Sifat identitas menunjukkan bahwa bilangan cacah dengan nilai berapapun jika dijumlahkan dengan angka nol maka akan menghasilkan bilangan itu sendiri. Sebagai contoh :

a + 0 = 0 + a = a
5 + 0 = 0 + 5 = 5

b. Sifat pengelompokkan (asosiatif)
Pada operasi penjumlahan bilangan cacah a, b dan c berlaku:

(a + b) + c = a + (b + c).

Sebagai contoh :

(1 + 3) + 4 = 4 + (3 + 1) = 8
Sifat pengelompokkan (asosiatif) : jika dikelompokan dengan posisi yang berbeda, hasilnya akan tetap sama.

c. Sifat pertukaran (komutatif)
Pada penjumlahan sembarang bilangan cacah berlaku:

a + b = b + a

Sebagai contoh :

2 + 3 = 3 + 2 = 5
sebenarnya sifat pertukaran ini memiliki kesamaan dengan sifat pengelompokan ( asosiatif ) di mana 2 + 3 = 5 dan 3 + 2 = 5 yang nilai akhirnya selalu sama meskipun posisinya di bolak-balik.

d. Sifat tertutup
Pada penjumlahan dua bilangan cacah a dan b hasilnya berupa bilangan cacah.
Sebagai contoh :

0 + 1 = 1 (bilangan cacah)
2 + 3 = 5 (bilangan cacah)
Sifat tertutup artinya setiap kita menjumlahkan 2 bilangan cacah atau lebih hasilnya merupakan anggota himpunan bilangan cacah.

2. Operasi Pengurangan Bilangan Cacah

Operasi pengurangan bilangan cacah merupakan kebalikan dari operasi penjumlahan. Pada operasi pengurangan bilangan cacah berlaku:

a – b = c
sama artinya dengan:
b + c = a
dimana nilai pada bilangan a harus lebih besar ataupun sama nilainya dengan nilai b. Sifat identitas tidak berlaku pada operasi pengurangan bilangan cacah karena:
a – 0 ≠ 0 – a.

3. Operasi Perkalian Bilangan Cacah

Pada operasi perkalian bilangan cacah berlaku konsep penjumlahan berulang-ulang dari bilangan cacah yang dikalikan, seperti:

3 x 3 = 3 + 3 + 3

sedangkan:

3 + 3 + 3 = 3 x 3
Pada operasi perkalian bilangan cacah berlaku sifat identitas, pengelompokkan, pertukaran dan distributif.

a. Sifat identitas
Perkalian pad bilangan cacah "a" dengan bilangan cacah "1" menghasilkan bilangan "a" itu sendiri atau:

1 x a = a x 1 = a.
dengan syarat harus di kalikan dengan bilangan 1.

b. Sifat pengelompokkan
Pada operasi perkalian bilangan cacah o, p dan q berlaku:

(o x p) x q = o x (p x q).
meskipun di kelompokkan berbeda-beda namun hasil perkaliannya tetap sama.

c. Sifat pertukaran
Pada perkalian bilangan cacah sembarang berlaku:

a x b = b x a.
meskipun posisi a pindah ke b dan sebaliknya hasil yang di peroleh tetap sama.

d. Sifat penyebaran (distributif)
Pada operasi perkalian terhadap penjumlahan bilangan cacah sembarang berlaku:

a x (b + c) = (a x b) + (a x c).
Sifat distributif : suatu penggabungan dengan cara mengkombinasikan bilangan dari hasil operasi terhadap elemen-elemen kombinasi tersebut

e. Sifat tertutup
Perkalian bilangan cacah x dan y menghasilkan bilangan cacah.

2 x 2 = 4
dari contoh di atas 2 x 2 = 4 maka 4 juga di katakan bilangan cacah.

f. Perkalian bilangan cacah dengan bilangan nol akan menghasilkan nilai nol.

3 x 0 = 0
Berapapun nilai bilangan yang di kalikan dengan nol ( 0 ) maka hasil akhirnya pun akan tatap nol

4. Operasi Pembagian Bilangan Cacah

Pada operasi pembagian bilangan cacah berlaku konsep pengurangan berulang yang menghasilkan jumlah pengulangan angka yang dikurangkan.

Sebagai contoh :

12 : 3 = 12 – 3 – 3 – 3 – 3 = 4.
12 – 3 – 3 – 3 – 3 = 4.


Sifat-sifat pertukaran identitas, pengelompokkan maupun distributif tidak berlaku dalam operasi pembagian ini.


semoga bermanfaat :)
Dan jangan lupa share ya.

Sunday, March 25, 2018

15+ Contoh Simbiosis Mutualisme Beserta Gambar dan Penjelasannya

SIMBIOSIS MUTUALISME – Seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Sehingga tidak mungkin satupun makhluk hidup dapat hidup tanpa tergantung dengan makhluk yang lain.

Tuesday, March 06, 2018

12 Sumber Daya Alam Yang Dapat Diperbaharui

Setiap ekosistem di bumi menyimpan banyak sumber daya yang penting bagi kehidupan manusia. Sumber daya tersebut berupa sumber daya alam yang tidak dapat dapat diperbaharui, dan sumber daya alam yang dapat diperbaharui . Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya hasil pelapukan fosil jutaan tahun lalu. Sedangkan sumber daya alam yang dapt diperbaharui mampu berkembang biak.

SDA Yang Dapat Diperbaharui
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang mampu meperbaharui diri sendiri atau memiliki kuantitas yang tidak terhingga, sehingga dapat di pakai terus menerus. Sumber daya alam tidak hanya dapat dipakai sebagai energi alternatif, juga dipakai untuk kebutuhan manusia lainnya. Berkit ini 12 contoh sumber daya alam yang dapat diperbaharui.

1. Matahari
Sinar matahari adalah salah satu sumber energi yang dapat dipakai terus menerus, karena jumlahnya yang tidak terbatas. Matahari adalah pusat dari galaksi bima sakti . Panas matahari, sering di pakai oleh rumah- rumah sebagai sumber energi untuk menghidupkan pemanas air atau pemanas ruangan. Selain itu sinar matahari mulai di pakai sebagai energi pembangkit listrik, karea jumlahnya yang tidak terbatas dan ramah lingkungan.

2. Angin
Angin adalah udara yang bergerak. Angin serng dimanfaatkan sebagai energi alternatif seperti pembangkit listrik tenaga angin, serta alat untuk sistem pengairan. Angin adalah salah satu sumber daya alam yang memiliki kuantitas yang tidak terhingga. Sehingga angin dianggap sebagai energi alternatif yang murah dan ramah lingkungan.

3. Air
Air adalah salah satu sumber daya alam yang memiliki jumlah yang sangat banyak. Air di indonesia sering dipakai sebagai sumber pembangkit listrik. Air juga merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan di bumi.

4. Tanah
Tanah adalah salah satu sumber daya alam yang juga memiliki jumlah yang sangat banyak. Tanah di pakai sebagai bagian dari pertanian, perkebunan, maupun pembangunan. Tanah atau pasir juga di pakai sebagai alat untuk memasak. Di beberapa desa di Indonesia, tanah atau pasir dianggap sebagai pengganti minyak untuk menggoreg kerupuk. Selain itu oleh masyarakat di madura, tanah atau pasir dipakai sebagai tempat tidur karena dianggap lebih sehat dan nyaman.

5. Tumbuhan
Tumbuhan adalah salah satu makhluk hidup di bumi, dan dianggap sebagai salah satu sumber daya alam. Tumbuhan mampu berkembang biak maupun di kembang biakkan oleh manusia. Tumbuhan adalah salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui, karena tumbuhan dapat berkembang biak. Baik oleh usaha sendiri maupun oleh manusia.

6. Hewan Darat
Hewan darat adalah hewan yang hidup di darat. Hewan darat adalah makhluk hidup yang ada di bumi. Hewan darat adalh salah satu dari sumber protein bagi manusia. Selain itu, hewan darat juga dapat menjadi alat transportasi dan alat utuk membantu pekerjaan manusia, seperti sapi untuk membajak dan monyet untuk memetik kelapa. Sama seperti tumbuhan, hewan darat mampu berkembang biak, sehingga menjadi sumber daya alam yang dapat diperbaharui.

7. Hewan Air
Hewan laut adalah hewan yang hidup di air. Hewan air terbagi menjadi hewan air tawar dan hewan air asin. Hewan air juga menjadi sumber protein bagi manusia. Hewan air juga dipercaya mampu menyembuhkan banyak penyakit. Seperti hewan darat, hewan air juga mampu berkembang biak, sehingga dianggap sebagai sumber daya alam yang dapat diperbaharui.

8. Ombak
Ombak adalah aliran air laut yang bergulung- gulung akibat tiupan angin dan perbedaan tekanan air laut. Ombak adalah salah satu sumber daya alam yang memiliki jumlah yang sangat banyak. Ombak dapat dipakai sebagai sumber pembangkat listrik. Selain itu ombak dipakai untuk sumber listrik bagi mercusuar yang ada di tebing.

9. Pasang dan Surut Air Laut
Pasang surut air laut adalah naik dan turunnya permukaan air laut. pasang surut air laut juga dapat dijadikan sebagai sumber tenaga listrik. Walau pemakaian metode ini belum banyak di ketahui dan dipakai oleh negara- negara di dunia. Akan tetapi metode ini mampu membantu pasokan listrik di desa- desa nelayan di pinggir pantai yang belum terkenan aliran listrik.

10. Biomassa
Biomassa adalah sisa- sisa mahkluk hidup yang telah mati, tapi jasadnya masih dapat di pakai oleh manusia. Biomassa antara lain sisa serbuk kayu dan sisa kulit kayu di pakai kembali dalam pembuatan mebel. Selain itu sisa rumput kering di pakai kembali untuk pupuk kompos. Sisa kotoran hewan juga di pakai sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar dari gas alam, yaitu biogas.

11. Geotermal
Geotermal adalah energi yang berasal dari panas bumi. Energi ini dianggap sebagai energi alternatif sebagai pembangkit listrik, karena energi ini adalah energi yang bersih dan ramah lingkungan. Energi ini belum menjadi energi yang umu di pakai, dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.

12. Nuklir
Nuklir adalah energi buatan yang berasal dari proses pemecahan atom. Nuklir banyak dipakai sebagai sumber pembangkit listrik. Salah satu negara yang memakai energi ini adalah jepang. Nuklir juga menjadi alasan berhentinya perang dunia kedua, karena efek ledakan yang di timbulkan oleh nuklir sangat besar.

Demikian tadi 12 sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Walau dapat diperbaharui, beberapa sumber daya, jika dipakai secara terus- menerus, tanpa memberikan kesempatan sumber daya tersebut berkembang biak, maka sumber daya tersebut makin lama akan habis. Seperti punahnya beberapa hewan dan tumbuhan, akibat perburuan liar yang tidak melihat aspek keseimbangan ekosistem. Pemakaian sumber daya alam yang bijak, akan menjaga bumi dari kerusakan akibat ulah manusia.

Thursday, March 01, 2018

Jenis Jenis Sudut Bagian 2

Pada waktu sekolah dasar, kalian sudah mengenal tentang jenis-jenis sudut yaitu sudut siku-siku, sudut lancip dan sudut tumpul. Pengertian ketiga jenis sudut tersebut adalah sebagai berikut:

Sudut siku-siku

merupakan sudut yang dibentuk oleh pertemuan pangkal dua buah garis lurus yang saling tegak lurus.

Sudut lancip 

merupakan sudut yang kaki-kaki sudutnya tidak saling tegak lurus dan jarak kaki sudutnya lebih kecil dari jarak kaki-kaki sudut pada sudut siku-siku.

Sudut tumpul 

sudut yang kaki-kaki sudutnya tidak saling tegak lurus dan jarak kaki sudutnya lebih jauh dari jarak kaki-kaki sudut pada sudut siku-siku.

Pengertian setiap jenis sudut di atas tidaklah salah, tetapi pengertian tersebut masih sangat sederhana dan perlu penjelasan lebih agar pemahaman kalian semakin bertambah. Selain ketiga jenis sudut tersebut, masih terdapat jenis sudut lainnya yang perlu kalian ketahui. Secara umum, terdapat 6 jenis sudut berdasarkan besar sudutnya, yaitu:

a. Sudut Siku-siku

Sudut siku-siku adalah sudut yang besarnya 90°. Sudut ini dicirikan dengan kaki-kaki sudutnya yang saling tegak lurus. Sudut siku-siku biasanya dinotasikan dengan “∟”. Salah satu contoh sudut siku-siku dapat dilihat dari sudut terkecil yang dibentuk oleh jarum panjang dan jarum pendek yang menunjukkan pukul 09.00.

b. Sudut Lancip

Sudut lancip adalah sudut yang besarnya antara 0° dan 90°.

c. Sudut Tumpul

Sudut tumpul adalah sudut yang besarnya antara 90° dan 180°.

d. Sudut Lurus

Sudut lurus adalah sudut yang besarnya 180°. Pada jam analog, sudut ini dapat dilihat saat jam menunjukkan pukul 06.00.

e. Sudut Refleks

Sudut refleks adalah sudut yang besarnya lebih dari 180° dan kurang dari 360°.

f. Sudut Putaran Penuh

Sudut putaran penuh adalah sudut yang besarnya 360°.

Apakah kalian telah memahami penjelasan di atas? Agar pemahaman kalian bertambah, yuk perhatikan beberapa contoh berikut ini.
Contoh

Tentukan jenis sudut dari setiap sudut berikut ini.
a) 36⁰
b) 98⁰
c) 180'
d) 256⁰

Penyelesaian:
Untuk menentukan jenis sudut tersebut, kita harus memahami definisi keenam jenis sudut yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu:
1. Sudut siku-siku adalah sudut yang besarnya 90⁰.
2. Sudut lancip adalah sudut yang besarnya antara 0⁰ dan 90⁰ (0⁰ < α < 90⁰).
3. Sudut tumpul adalah sudut yang besarnya antara 90⁰ dan 180⁰ (90⁰ < α < 180⁰).
4. Sudut lurus adalah sudut yang besarnya 180⁰.
5. Sudut refleks adalah sudut yang besarnya antara 180⁰ dan 360⁰ (180⁰ < α < 360⁰).
6. Sudut putaran penuh adalah sudut yang besarnya 360⁰.
Dengan demikian, kita dapatkan:
a) 36⁰ merupakan sudut lancip karena sudut tersebut berada di antara sudut 0⁰ dan 90⁰ (0⁰ < 36⁰ < 90⁰).
b) 98⁰ merupakan sudut tumpul karena sudut tersebut berada di antara sudut 90⁰ dan 180⁰ (90⁰ < 98⁰ < 180⁰).
c) Mula-mula, kita ubah dahulu dalam satuan derajat (⁰). Oleh karena 1⁰ = 60', maka 1' = 160160⁰. Dengan demikian, 180' = 1806018060⁰ = 3⁰. 3⁰ merupakan sudut lancip karena sudut tersebut berada di antara sudut 0⁰ dan 90⁰ (0⁰ < 3⁰ < 90⁰).
d) 256⁰ merupakan sudut refleks karena sudut tersebut berada di antara sudut 180⁰ dan 360⁰ (180⁰ < 256⁰ < 360⁰).

Tuesday, December 05, 2017

OPERASI HITUNG PADA BILANGAN BULAT

OPERASI HITUNG PADA BILANGAN BULAT - Selamat datang di loker ilmu, pada kali ini kita akan membahas mengenai operasi hitung bilangan bulat, sebenarnya operasi hitung ini sudah kita pelajari waktu kelas 5 sd.

Pada saat menduduki bangku smp kita sudah memasuki tahap berkelanjutan untuk penghitungannya simak di bawah ini.

Rumus Operasi.
berikut ini adalah rumus-rumusnya :
1. Penjumlahan
a. Penjumlahan dengan alat bantu
Dalam menghitung hasil penjumlahan dua bilangan, dapat digunakan dengan menggunakan garis bilangan. Bilangan yang dijumlahkan digambarkan dengan anak panah dengan arah sesuai dengan bilangan tersebut. Apabila bilangan positif, anak panah menunjuk ke arah kanan. Biasanya cara ini di lakukan pada saat kita duduk di bangku sd tujuannya untuk mempermudah kita dalam memahami soal.

Sebaliknya, apabila bilangan negatif, anak panah menunjuk ke arah kiri.

Contoh
Hitunglah hasil penjumlahan berikut dengan menggunakan garis bilangan.
1. 6 + (–8)
Penyelesaian:
Untuk menghitung 6 + (–8), langkah-langkahnya sebagai berikut.
(a) Gambarlah anak panah dari angka 0 sejauh 6 satuan ke kanan sampai pada angka 6.
(b) Gambarlah anak panah tadi dari angka 6 sejauh 8 satuan ke kiri.
(c) Hasilnya, 6 + (–8) = –2.


2. (–3) + (–4)
Penyelesaian:
Untuk menghitung (–3) + (–4), langkah-langkahnya sebagai berikut.
(a) Gambarlah anak panah dari 0 sejauh 3 satuan ke kiri sampai pada angka –3.
(b) Gambarlah anak panah tadi dari angka –3 sejauh 4 satuan ke kiri.
(c) Hasilnya, (–3) + (–4) = –7.Untuk menghitung (–3) + (–4), langkah-langkahnya sebagai berikut.
(a) Gambarlah anak panah dari 0 sejauh 3 satuan ke kiri sampai pada angka –3.
(b) Gambarlah anak panah tadi dari angka –3 sejauh 4 satuan ke kiri.
(c) Hasilnya, (–3) + (–4) = –7.


b. Penjumlahan tanpa alat bantu
Penjumlahan pada bilangan yang bernilai kecil dapat dilakukan dengan bantuan garis bilangan. Namun, untuk bilangan-bilangan  yang bernilai besar, hal itu tidak dapat dilakukan.

1) Kedua bilangan bertanda sama
Jika kedua bilangan bertanda sama (keduanya bilangan positif atau keduanya bilangan negatif), jumlahkan kedua bilangan tersebut. Hasilnya berilah tanda sama dengan tanda kedua bilangan.

Contoh:
a) 125 + 234 = 359
b) –58 + (–72) = –(58 + 72) = –130

2) Kedua bilangan berlawanan tanda
Jika kedua bilangan berlawanan tanda (bilangan positif dan bilangan negatif), kurangi bilangan yang bernilai lebih besar dengan bilangan yang bernilai lebih kecil tanpa memerhatikan tanda. Hasilnya, berilah tanda sesuai bilangan yang bernilai lebih besar.

Contoh:
a) 75 + (–90) = –(90 – 75) = –15
b) (–63) + 125 = 125 – 63 = 62

2. Sifat-Sifat Penjumlahan
a. Sifat tertutup
Pada penjumlahan , selalu menghasilkan bilangan yang sama juga. Hal ini dapat dituliskan sebagai berikut. Untuk setiap bilangan a dan b, berlaku a + b = c dengan c juga.

Contoh :
a. –16 + 25 = 9
–16 dan 25, 9 merupakan bilangan bulat.

b. Sifat komutatif
Sifat komutatif disebut juga sifat pertukaran. Penjumlahan dua bilangan selalu diperoleh hasil yang sama walaupun kedua bilangan tersebut dipertukarkan tempatnya. Hal ini dapat dituliskan sebagai berikut. Untuk setiap bilangan a dan b, selalu berlaku a + b = b + a.

Contoh :
a. 6 + 5 = 5 + 6 = 11
b. (–7) + 4 = 4 + (–7) = –3
c. 8 + (–12) = (–12) + 8 = –4
d. (–9) + (–11) = (–11) + (–9) = –20

c. Mempunyai unsur identitas
Bilangan 0 (nol) merupakan unsur identitas pada penjumlahan. Artinya, untuk sembarang bilangan apabila ditambah 0 (nol), hasilnya adalah bilangan itu sendiri. Hal ini dapat dituliskan sebagai berikut. Untuk sebarang bilangan a, selalu berlaku a + 0 = 0 + a = a.

d. Sifat asosiatif
Sifat asosiatif disebut juga sifat pengelompokan. Sifat ini dapat dituliskan sebagai berikut. Untuk setiap bilangan a, b, dan c, berlaku (a + b) + c = a + (b + c).

Contoh :
a. (4 + (–5)) + 6 = –1 + 6 = 5
4 + ((–5) + 6) = 4 + 1 = 5
Jadi, (4 + (–5)) + 6 = 4 + ((–5) + 6).

b. (–3 + (–9)) + 10 = –12 + 10 = –2
–3 + ((–9) + 10) = –3 + 1 = –2
Jadi, (–3 + (–9)) + 10 = –3 + ((–9) + 10).

e. Mempunyai invers
Invers suatu bilangan artinya lawan dari bilangan tersebut. Suatu bilangan dikatakan mempunyai invers jumlah, apabila hasil penjumlahan bilangan tersebut dengan inversnya (lawannya) merupakan unsur identitas (0 (nol)). Lawan dari a adalah –a, sedangkan lawan dari –a adalah a. Dengan kata lain, untuk setiap bilanganselain nol pasti mempunyai lawan, sedemikian sehingga berlaku a + (–a) = (–a) + a = 0.

3. Pengurangan
Seperti pada penjumlahan, untuk menghitung hasil pengurangan dua bilangan dapat digunakan bantuan garis bilangan. Namun sebelumnya coba kalian ingat kembali materi di tingkat sekolah dasar, bahwa operasi pengurangan merupakan penjumlahan dengan lawan bilangan pengurang.

Perhatikan uraian berikut.
a. Pengurangan dinyatakan sebagai penjumlahan dengan lawan bilangan pengurang . Bandingkan hasil penjumlahan dan pengurangan berikut.
1) 4 – 3

2) 4 + (–3)

3) –5 – (–2)

4) –5 + 2


Dari perbandingan di atas, diperoleh hubungan sebagai berikut.
4 – 3 = 4 + (–3) = 1
–5 – (–2) = –5 + 2 = –3

Pada pengurangan, mengurangi dengan suatu bilangan sama artinya dengan menambah dengan lawan pengurangnya. Secara umum, dapat dituliskan sebagai berikut.
Untuk setiap bilangana dan b, maka berlaku a – b = a + (–b).

a. 7 – 9 = 7 + (–9) = –2
b. –8 – 6 = –8 + (–6) = –14
c. 15 – (–5) = 15 + 5 = 20
d. –12 – (–6) = –12 + 6 = –6

Pada contoh di atas dapat kalian lihat bahwa hasil dari pengurangan dua bilangan, juga menghasilkan hal yang sama. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pada operasi pengurangan berlaku sifat tertutup.

b. Pengurangan dengan alat bantu
Berdasarkan penjelasan di atas, pelajarilah cara menghitung hasil pengurangan dua bilangan dengan bantuan garis bilangan berikut ini.

1. 4 – 7
Penyelesaian:
Untuk menghitung 4 – 7, langkah-langkahnya sebagai berikut.
(a) Gambarlah anak panah dari angka 0 sejauh 4 satuan ke kanan sampai pada angka 4.
(b) Gambarlah anak panah tersebut dari angka 4 sejauh 7 satuan ke kiri sampai pada angka –3.
(c) Hasilnya, 4 – 7 = –3.


2. –3 – (–5)
Penyelesaian:
Langkah-langkah untuk menghitung –3 – (–5) sebagai berikut.
(a) Gambarlah anak panah dari angka 0 sejauh 3 satuan ke kiri sampai pada angka –3.
(b) Gambarlah anak panah tersebut dari angka –3 sejauh 5 satuan ke kanan sampai pada angka 2.
(c) Hasilnya, –3 – (–5) = 2.

4. Perkalian
Kalian telah mengetahui bahwa perkalian adalah operasi penjumlahan berulang dengan bilangan yang sama. Perhatikan
contoh berikut.
4 x 5 = 5 + 5 + 5 + 5 = 20
5 x 4 = 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 20
Meskipun hasilnya sama, perkalian 4 x 5 dan 5 x 4 berbeda artinya. Secara umum, dapat dituliskan sebagai berikut.


a. Menghitung hasil perkalian
Perhatikan uraian berikut.
1. 2 x 4 = 4 + 4 = 8
2. 2 x 3 = 3 + 3 = 6
3. 2 x 2 = 2 + 2 = 4
4. 2 x 1 = 1 + 1 = 2
5. 2 x 0 = 0 + 0 = 0
6. –2 x 4 = – (2 x 4) = – (4 + 4) = –8
7. –2 x 3 = – (2 x 3) = – (3 + 3) = –6
8. –2 x 2 = – (2 x 2) = – (2 + 2) = –4
9. –2 x 1 = – (2 x 1) = – (1 + 1) = –2
10. –2 x 0 = – (2 x 0) = – (0 + 0) = 0
11. 2 x (–2) = (–2) + (–2) = –4
12. 2 x (–1) = (–1) + (–1) = –2
13. (–2) x (–3) = – (2 x (–3)) = – ((–3) + (–3)) = 6
14. (–2) x (–2) = – (2 x (–2)) = – ((–2) + (–2)) = 4
15. (–2) x (–1) = – (2 x (–1)) = – ((–1) + (–1)) = 2
Jika kalian mengamati perkalian bilangan di atas, kalian akan memperoleh sifat-sifat berikut.
Jika p dan q adalah bilangan maka
1) p x q = pq.
2) (–p) x q = –(p x q) = –pq.
3) p x (–q) = –(p x q) = –pq.
4) (–p) x (–q) = p x q = pq.

b. Sifat-sifat perkalian
1) Sifat tertutup
Untuk mengetahui sifat tertutup pada perkalian , salin dan tentukan hasil perkalian berikut.
1. 3 x 8 = ....
2. 3 x (–8) = ....
3. (–3) x 8 = ....
4. (–3) x (–8) = ....

Jika kalian mengerjakan dengan benar, kalian akan memperoleh sifat berikut.
Untuk setiap dan q, selalu berlaku p x q = r dengan r juga bilangan bulat.

2) Sifat komutatif
Untuk mengetahui sifat komutatif pada perkalian, salin dan tentukan hasil perkalian berikut.
1. 2 x (–5) = ....
2. (–3) x (–4) = ....
3. (–5) x 2 = ....
4. (–4) x (–3) = ....
Apa yang dapat kalian simpulkan dari perkalian pasangan di atas?

Jika kalian mengerjakan dengan benar, kalian akan memperoleh sifat berikut.
Untuk setiap p dan q, selalu berlaku p x q = q x p.

3) Sifat asosiatif
Untuk mengetahui sifat asosiatif pada perkalian bilangan
bulat, salin dan tentukan hasil perkalian berikut.
1. 3 x (–2 x 4) = ....
2. (–2 x 6) x 4 = ....
3. (3 x (–2)) x 4 = ....
4. –2 x (6 x 4) = ....
Apa yang dapat kalian simpulkan dari perkalian pasangan di atas?

Jika kalian mengerjakan dengan benar, kalian akan memperoleh sifat berikut.
Untuk setiap, q, dan r selalu berlaku (p x q) x r = p x (q x r).

4) Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan
Untuk mengetahui sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan, salin dan tentukan hasil perkalian berikut.
1. 2 x (4 + (–3)) = ....
2. (–3) x (–8 + 5) = ....
3. (2 x 4) + (2 x (–3)) = ....
4. ((–3) x (–8)) + (–3 x 5) = ....
Apa yang dapat kalian simpulkan dari perkalian pasangan di atas?

Jika kalian mengerjakan dengan benar, kalian akan memperoleh sifat berikut.
Untuk setiap p, q, dan r selalu berlaku p x (q + r) = (p x q) + (p x r).

5) Sifat distributif perkalian terhadap pengurangan
Untuk mengetahui sifat distributif perkalian terhadap pengurangan, salin dan tentukan hasil perkalian berikut.
1. 5 x (8 – (–3)) = ....
2. 6 x (–7 – 4) = ....
3. (5 x 8) – (5 x (–3)) = ....
4. (6 x (–7)) – (6 x 4) = ....
Apa yang dapat kalian simpulkan dari perkalian pasangan di atas?

Jika kalian mengerjakan dengan benar, kalian akan memperoleh sifat berikut.
Untuk setiap p, q, dan r selalu berlaku p x (q – r) = (p x q) – (p x r).

6) Memiliki elemen identitas
Untuk mengetahui elemen identitas pada perkalian, tulis dan tentukan hasil perkalian berikut.
1. 3 x 1 = ....
2. (–4) x 1 = ....
3. 1 x 3 = ....
4. 1 x (–4) = ....
Apa yang dapat kalian simpulkan dari perkalian pasangan di atas?

Jika kalian mengerjakan dengan benar, kalian akan memperoleh sifat berikut.
Untuk setiap p, selalu berlaku p x 1 = 1 x p = p.
Elemen identitas pada perkalian adalah 1.

5. Pembagian
a. Pembagian sebagai operasi kebalikan dari perkalian Perhatikan uraian berikut.
(i) 3 x 4 = 4 + 4 + 4 = 12 Di lain pihak, 12 : 3 = 4 atau dapat ditulis 3 x 4 = 12 <-> 12 : 3 = 4.
(ii) 4 x 3 = 3 + 3 + 3 + 3 = 12 Di lain pihak, 12 : 4 = 3, sehingga dapat ditulis 4 x 3 = 12 <-> 12 : 4 = 3.

Dari uraian di atas, tampak bahwa pembagian merupakan operasi kebalikan (invers) dari perkalian. Secara umum dapat ditulis sebagai berikut.
Jika p, q, dan r .  dengan q faktor p, dan q tidak sama dengan 0 maka berlaku p : q = r <-> p = q x r.

b. Menghitung hasil pembagian
Coba ingat kembali sifat perkalian. Dari sifat tersebut, diperoleh kesimpulan berikut.
Untuk setiap p, q, r . q tidak sama dengan 0 dan memenuhi p : q = r berlaku
(i) jika p, q bertanda sama, r adalah positif;
(ii) jika p, q berlainan tanda, r adalah negatif.

c. Pembagian dengan bilangan nol
Untuk menentukan hasil pembagian dengan bilangan nol (0), ingat kembali perkalian dengan bilangan nol.
Untuk setiap a berlaku a x 0 = 0 <-> 0 : a = 0

Jadi, dapat dituliskan sebagai berikut. Untuk setiap a, berlaku 0 : a = 0; a tidak sama dengan 0. Hal ini tidak berlaku jika a = 0, karena 0 : 0 = tidak terdefinisi.

d. Sifat pembagian
Apakah pembagian pada bilangan bulat bersifat tertutup? Perhatikan bahwa 15 : 3 = 5, 8 : 2 = 4, 2 : 2 = 1. Sekarang, berapakah nilai dari 4 : 3?
Apakah kalian menemukan nilai dari 4 : 3 . Karena tidak ada yang memenuhi, maka hal ini sudah cukup untuk menyatakan bahwa pembagian pada bilangan bulat tidak bersifat tertutup.

Kerjakan contoh soal berikut untuk menguji pemahaman kalian terhadap apa yang telah kalian baca tersebut.
1. Tentukan hasil pembagian berikut ini.
a. 90 : 5 f. –108 : (–18)
b. 56 : (–8) g. –72 : 4
c. –84 : 7 h. 52 : 0
d. 51 : (–3) i. 0 : (–49)
e. –64 : (–8) j. 128 : (–8)
2. Tentukan hasil pembagian berikut.
a. 72 : 6 d. –30 : (–6)
b. 52 : 3 e. 82 : –9)
c. –70 : 4 f. –96 : (–18)
3. Tentukan pengganti m, sehingga pernyataan berikut menjadi benar.
a. m x (–4) = –88
b. 9 x m = –54
c. m x (–7) = 91
d. m x –13 = –104
e. –16 x m = 112
f. 8 x m = –136
g. m x 12 = 156
h. m x (–6) = –144
4. Tentukan nilai pengganti huruf-huruf berikut sehingga menjadi kalimat yang benar.
a. 6 x p = (–3) x 6
b. 2 x (–q) x 9 = 9 x 3 x 2
c. 3 x a x (–2) = 3 x (5 x (–2))
d. 7 x (–a – b) = (7 x (–8)) + (7 x (–2))
5. a. Tentukan hasil perkalian berikut.
(i) (5 x 4) x (–3) dan 5 x (4 x (–3))
(ii) (6 x (–2)) x 7 dan 6 x ((–2) x 7)
(iii) (8 x (–6)) x (–5) dan 8 x ((–6) x (–5))
(iv) ((–7) x (–9)) x (–4) dan (–7) x ((–9) x (–4))
b. Berdasarkan soal (a), sifat apakah yang berlaku pada perkalian tersebut? Apa yang dapat kalian simpulkan?
6. Dengan menggunakan sifat distributif, tentukan nilai dari
a. 8 x (–24)) + (8 x (–16))
b. ((–17 x (–25)) + ((–25) x (–19))
c. ((–7) x (–16)) – ((–2) x (–16))
d. (29 x (–9)) – (9 x (–9))
7. Tulislah arti perkalian berikut, kemudian selesaikan.
a. 8 x 4
b. 2 x (–3)
c. 3 x p
d. 4 x (–p)
e. 4 x 8
f. 5 x (–2p)
8. Hitunglah hasil perkalian berikut.
a. 7 x (–18)
b. (–12) x (–15)
c. (–16) x 9
d. 25 x 0
e. (–24) x (–11)
f. 35 x (–7)
9. Dengan menggunakan sifat-sifat yang berlaku pada penjumlahan , hitunglah hasil penjumlahan berikut.
a. 23 + (–19) + 37
b. 32 + (–27) + (–43)
c. (–51) + 75 + 51
d. –38 + (–45) + (–22)
e. (–49) + 56 + (–31)
f. 25 + (–17) + (–28)
10. Suatu permainan diketahui nilai tertingginya 100 dan nilai terendahnya –100. Seorang anak bermain sebanyak 6 kali dan memperoleh nilai berturut-turut 75, –80, –40, 65, x, dan –50. Jika jumlah nilai anak tersebut seluruhnya 60, tentukan nilai x yang memenuhi.

Itulah sedikit mengenai operasi hitung pada bilangan bulat, semoga dapat membantu sobat :)
Jangan lupa share ya :)

Saturday, November 04, 2017

Manusia Purba Di Indonesia | Ciri Ciri, Jenis, Sejarah Beserta Penemu Manusia Purba

Manusia Purba Di Indonesia | Ciri Ciri, Jenis, Sejarah, Penemu Manusia Purba Beserta Gambarnya - Selamat datang di loker ilmu, hay sobat loker apakah kalian tau mengenai nenek moyang di indonesia ? unruk kali ini kita akan membahas tentang manusia purba di indonesia untuk lebih lengkapnya  simak penjelasan di bawah ini.

Manusia Purba di Indonesia
Sejak abad ke-18, para ahli dari luar negeri tertarik untuk mengadakan penelitian tentang manusia purba di Indonesia. Ahli arkeologi yang pertama datang adalah seorang dokter Belanda yang bernama Eugene Dubois. Pada awalnya ia mengadakan penelitian di daerah Sumatra Barat, namun ia tidak berhasil menemukan kerangka yang mirip dengan manusia. Kemudian, dari Sumatra ia berpindah tempat untuk melakukan penelitiannya lalu ke Pulau Jawa, di sini ia berhasil menemukan tengkorak manusia. Pemuan yang pertama kali yang ia dapatkan pada daerah Trinil, kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Pada waktu penggalian diketahui, bahwa bumi berlapis-lapis, dan pada setiap lapisan kerap ditemukan fosil-fosil tumbuhan, hewan, dan manusia yang menjadi ciri khusus dari setiap lapisan. Fosil merupakan sisa-sisa dari manusia, hewan, dan tumbuhan yang membatu karena tertimbun tanah selama ribuan, bahkan jutaan tahun yang lalu. Berikut ini akan dibahas mengenai jenis-jenis fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia. Coba kamu cermati dan pelajari.

a. Pithecantropus
Pada 1890, Dr. Eugene Dubois, seorang ahli arkeologi menemukan fosil di daerah Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Fosil pertama kali yang berhasil ia temukan adalah tempurung kepala dan tulang rahang. Dalam tahap penggalian selanjutnya, pada tempat yang sama ia menemukan tulang paha kiri. Setelah dikonstruksi, tubuh fosil temuannya diperkirakan tingginya antara 165 sampai dengan 180 cm dengan fragmen tubuh yang masih sederhana dengan cara mereka berjalan yang masih belum sempurna.

Cara mereka berjalan sudah mulai berdiri tegak dengan volume otaknya masih kecil. Organ tubuh luarnya masih menyerupai binatang primata. Karena sudah berjalan dengan berdiri tegak walaupun belum sempurna seperti sekarang, maka fosil ini diberi nama Pithecantropus erectus, artinya manusia kera yang dapat berjalan tegak. Selain itu, fosil ini sering disebut sebagai fosil manusia Jawa. Pada 1936, berbekal dengan temuan Dubois, dua orang peneliti yaitu, Duyfes dan Van Koenigswald kembali berhasil menemukan fosil erectus di Perning, kabupaten Mojokerto (Jawa Timur).

Hasil temuan pada waktu itu berupa tengkorak seorang anak-anak dengan usia di kisaran 6 tahun, diperkirakan hidup 1,9 juta tahun yang lalu. Karena ditemukan di Mojokerto, maka Pithecantropus erectus kali ini dinamakan Pithecantropus mojokensis (manusia kera dari Mojokerto) atau disebut juga Pithecantropus robustus.


b. Megantropus
Fosil Megantropus ditemukan di desa Sangiran pada 1936 sampai dengan 1941. Penemunya adalah Van Koenigswald. Meganthropus diperkirakan hidup 2 juta tahun yang lalu dan para ahli menyebutnya Meganthropus palaeojavanicus, artinya manusia raksasa dari Jawa Kuno. Fragmen tubuh yang ditemukannya adalah berupa rahang atas dan bawah. Makanan utama Meganthropus diperkirakan adalah tumbuh-tumbuhan


c. Homo Sapiens
Jenis manusia di Indonesia diperkirakan hidup antara 25.000 sampai dengan 40.000 tahun yang lalu. Jenis manusia ini merupakan salah satu manusia yang telah sanggup membuat sebuah alat-alat dari batu maupun tulang binatang, sekalipun dengan masih sangat sederhana mereka telah dapat mengolah makanan dan hasil buruan. Volume pada otaknya diperkirakan 1.000 sampai dengan 2.000 cc dengan tinggi yang bervariasi antara 130 - 210 cm, berat badan diperkirakan antara 30 - 150 kg. Fosil Homo yang ditemukan adalah Homo soloensis dan Homo wajakensis.

1) Homo soloensis
Homo soloensis ditemukan pada 1931 - 1933 oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Van Koenigswald dengan hasil temuan berupa satu seri tengkorak yang jumlahnya sangat besar di daerah Ngondong, dekat Blora (Jawa Tengah). Hasil penelitian menunjukkan jenis manusia ini tingkatannya lebih tinggi dari fosil sebelumnya. Fosil ini dinamakan Homo soloensis atau yang di sebut manusia dari Solo diperkirakan hidup antara 35.000 - 15.000 tahun SM.

2) Homo wajakensis
Fosil jenis ini ditemukan oleh BD. Van Rietshoten di daerah Wajak, Tulung Agung (Jawa Timur) pada 1889. Kemudian, fosil ini diberi nama sesuai dengan daerah di mana ia ditemukannya, yaitu Homo wajakensis. Pada 1920, Eugene Dubois menemukan sebuah fosil yang sama dan ia memberinya nama Wajakensis II. Menurut para ahli, fosil ini adalah bentuk perubahan dari Homo soloensis, dan jenis inilah diperkirakan nenek moyang dari penduduk asli pulau Irian (Papua) dan sekitarnya.

Homo wajakensis mempunyai volume otak kira-kira 1530 - 1650 cc. Di antara semua jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia, Homo wajakensis merupakan jenis yang paling tinggi tingkat kecerdasan dan peradabannya.

Itulah pembahasan kita kali ini , semoga sobat dapat terbantu :)
Jangan lupa share ya :)

Tenaga Endogen dan Eksogen | Pengertian, Macam-Macam Tenaga Endogen dan Eksogen Beserta Contohnya (Lengkap)

tenaga endogen dan eksogen | pengertian, macam-macam tenaga endogen dan eksogen beserta contohnya - Selamat datang di Loker ilmu, Hay sobat loker, Kita kemarin telah membahas mengenai bentuk muka bumi dan kita telah mengetahui apa itu relief. Berdasarkan tempat asal tempat pembentuknya relief bumi dibedakan menjadi dua macam tenaga, yaitu:



Tenaga Endogen
Tenaga endogen, adalah suatu tenaga yang berasal dari dalam bumi, sumbernya dari magma dan sifatnya adalah membangun kulit bumi. Yang termasuk tenaga endogen adalah sebagai berikut.

1. Tektonik
Tektonik, adalah suatu tenaga yang mengubah kulit bumi dari dalam yang menyebabkan terjadinya dislokasi (perubahan lokasi) permukaan bumi berupa lipatan, patahan maupun retakan kulit bumi dan batuan. Lapisan bumi yang tadinya datar karena tenaga dari dalam bumi (endogen) akan terbentuk lipatan. Karena adanya gaya (dorongan) dari dua arah yang berlawanan, maka akan menghasilkan lipatan yang baru.

a) Lipatan
Lipatan terjadi karena pergerakan tenaga endogen yang sifatnya mendatar dari dua arah yang berlawanan. Bagian lipatan yang merupakan puncak disebut antiklinal dan bagian yang rendah atau lembah disebut sinklinal. Contoh daerah lipatan yang besar adalah daerah pegunungan lipatan muda mediterania. Macam-macam lipatan berdasarkan ketegakan posisi sumbu dan bentuk pelipatannya terdiri atas lipatan tegak, lipatan rebah, lipatan condong, dan lipatan kelopak. Akibat tekanan, lapisan kulit bumi terlipat sehingga membentuk puncak lipatan (antiklin) dan lembah lipatan (sinklin).

b) Patahan
Patahan adalah bentukan alam sebagai akibat adanya proses pematahan pada lapisan batuan pembentuk kulit bumi. Patahan biasanya terjadi karena adanya retakan pada suatu bentangan. Patahan dapat juga terjadi karena adanya pengurangan lapisan dalam kerak bumi, contohnya karena letusan vulkanisme sehingga satu bagian kulit bumi merosot ke daerah sekitarnya.

2. Vulkanik
Vulkanik dapat diartikan segala aktivitas magma dari perut bumi mencapai lapisan yang lebih atas (permukaan bumi). Magma yang menembus permukaan bumi membentuk letusan yang dapat melahirkan gunung api. Letusan gunung api ada dua macam, yaitu ledakan (eksplosif) dan lelehan (efusif). Magma, artinya batuan cair yang pijar dengan suhu tinggi yang terdiri dari berbagai macam mineral dan gas sebagai sumber tenaga untuk menekan keluar. Berdasarkan bentuk erupsinya, terdapat tiga macam gunung api, yaitu:

a) Bentuk gunung api perisai atau prisma
Gungung api perisai atau prisma adalah bentuk gunung api yang lerengnya melandai sehingga menutupi suatu daerah yang sangat luas. Bentuk gunung api perisai ini terbentuk akibat letusan yang sangat cair (efusif). Di Indonesia tidak ada gunung api tipe perisai. Contoh bentuk gunung api perisai adalah Gunung Mauna Kea dan Mauna Loa di Kepulauan Hawaii.

b) Bentuk gunung api maar atau corong
Gunung api maar adalah bentuk gunung api yang puncaknya berbentuk corong sehingga gunung api ini sering disebut gunung corong. Gunung api ini terbentuk akibat letusan yang sangat besar yang terjadi satu kali sehingga akibat letusannya meninggalkan lubang yang sangat besar seperti corong. Contoh gunung api bentuk
maar adalah Gunung Pinacate (Meksiko), Gunung Monte Nouvo (Italia), Gunung Lamongan (Jatim, Indonesia), Gunung Merdada (Dieng, Indonesia)

c) Gunung api strato atau kerucut
Gunung api strato atau kerucut adalah gunung api yang bentuknya seperti kerucut raksasa. Gunung bentuk kerucut ini terjadi sebagai akibat dari letusan gunung api yang berulang-ulang secara bergantian antara erupsi eposif (lelehan magma) dan erupsi eksplosif (ledakan) yang berupa lelehan lava dan material padat lainnya. Sebagian besar gunung api yang ada di Indonesia adalah tipe gunung api strato atau kerucut, contohnya Gunung Gede, Gunung Pangrango dan Gunung Ceremai di Jawa Barat. Ilmu yang mempelajari gunung berapi disebut vulkanologi.

3. Seismik
Seismik (gempa), yaitu getaran permukaan bumi sebagai akibat tenaga tektonik atau letusan vulkanik. Gempa bumi adalah hentakan dari bumi yang menyebabkan tanah berguncang. Gempa terjadi akibat proses endogenik yang dihasilkan ketika lapisan batu-batuan di bawah tanah bergerak. Kerusakan terjadi ketika guncangan mencapai permukaan. Getaran gempa dimulai dari bawah tanah di suatu titik yang disebut fokus. Selanjutnya, getaran merambat dari fokus dalam bentuk lingkaran konsentrik, seperti riak gelombang yang merambat di permukaan air. Akibat dari peristiwa gempa bumi biasanya terjadi kerusakan, dan kerusakan yang paling besar terjadi pada episentrum, yaitu titik pada permukaan tepat di fokus.
beberapa istilah yang berhubungan dengan gempa bumi sebagai berikut.
1. Episentrum yaitu suatu titik di permukaan bumi yang menjadi tempat merambatnya getaran gelombang gempa bumi.
2. Hiposentrum adalah titik pusat tempat terjadinya gempa di permukaan bumi.
3. Seismograf adalah alat pengukur dan pencatat kekuatan gempa.
4. Seismologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gempa bumi, ilmuwan yang khusus mempelajari tentang gempa bumi biasa disebut Seismolog.

berdasarkan penyebabnya :
a) Gempa tektonik, artinya gempa yang terjadi akibat pergeseran lapisan litosfer dalam lapisan kulit bumi yang berupa pergeseran atau pematahan struktur lapisan batuan secara vertikal atau horizontal, biasanya gempa jenis ini paling besar dan banyak menimbulkan kerugian.

b) Gempa vulkanik, gempa yang disebabkan adanya letusan gunung berapi dan bersifat lokal, artinya daerah yang kena gempa hanya di sekitar kawasan letusan gunung berapi saja.

c) Gempa tanah runtuh (longsor), terjadi karena turunnya (subsidence) atau anjloknya bagian tanah pada gua atau pada daerah tambang. Kepulauan di Indonesia dilalui oleh jalur pegunungan lipatan dunia dimana jalur tersebut masih labil dan berpotensi untuk terjadinya gempa tektonik. Titik pusat gempa disebut hiposentrum. Makin dangkal hiposentrum, makin kuat gempa yang terjadi. Titik di permukaan bumi yang tepat secara vertikal di atas hiposentrum dinamakan episentrum.

Pantai Barat Sumatra, Pantai Selatan Jawa, sepanjang Bali dan Nusa Tenggara merupakan daerah pergerakan litosfer Asia dengan dasar Samudera Hindia yang sangat berpeluang menyebabkan gempa dan pembentukan gunung api, demikian juga dengan Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua. Gempa yang terjadi di dasar laut akan sangat berbahaya karena dapat diikuti dengan gelombang pasang yang sangat besar, disebut tsunami, seperti yang terjadi di NAD pada 26 Desember 2004 yang telah menelan korban lebih dari 200.000 orang. Selain di NAD dan Sumatra Utara, tsunami tersebut juga terjadi di negara-negara Asia Selatan, seperti Sri Lanka, India, Thailand

Tenaga Eksogen
Tenaga eksogen, yaitu tenaga yang berasal dari luar kulit bumi itu sendiri. Sifat tenaga ini adalah merusak kulit bumi. Tenaga eksogen dipengaruhi oleh air, angin, makhluk hidup, dan salju (es). Pada dasarnya, tenaga eksogen dibedakan menjadi empat bagian, yaitu:
pelapukan, pengangkutan, pengikisan, dan pengendapan. Pelapukan terjadi karena panas sinar matahari mengenai batuan pada malam harinya menyusut secara tiba-tiba. Lama-kelamaan batuan tersebut pecah (proses pelapukan).

Kemudian, pecahan-pecahan tersebut tertimbun di sekitar batuan dan hanyut ke tempat yang rendah (proses pengangkutan). Air yang mengalir, misalnya sungai, pada saat banjir airnya deras. Dalam perjalanannya, air tersebut mengikis dasar sungai juga pinggiran sungai. Akibatnya, daerah aliran sungai makin dalam dan lebar (proses pengikisan), kemudian mineral-mineral hasil pengikisan tersebut terbawa hingga ke muara sungai dan diendapkan, yang lama kelamaan membentuk daratan baru (proses pengendapan). untuk lebih jelasnya simak berikut ini.

1. Pelapukan
Pelapukan merupakan proses alami hancurnya batuan tertentu menjadi berbagai jenis tanah. Berdasarkan penyebabnya, proses pelapukan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu pelapukan kimia, fisika, dan biologi. Pelapukan kimia adalah pelapukan yang terjadi karena reaksi kimia yang mengakibatkan hancurnya batuan. Peristiwa pelapukan kimia dapat terjadi karena batuan bereaksi dengan bahan kimia tertentu, misalnya batuan gamping yang melapuk karena terkena air.

Pelapukan fisika adalah proses hancurnya batuan karena proses fisika pada batuan tersebut. Pelapukan jenis ini biasanya tidak akan mengubah sifat dasar dan komposisi batuan yang mengalaminya. Pelapukan fisika biasanya terjadi karena temperatur di sekitar batuan selalu berubah-ubah secara cepat. Pelapukan biologi adalah proses hancurnya batuan karena aktivitas makhluk hidup. Pelapukan biologi biasanya disertai oleh pelapukan kimia. Misalnya batu yang hancur karena ditumbuhi lumut, dan tanaman lain, atau batu yang berlubang karena dilubangi semut.

2. Erosi  
Erosi didefinisikan sebagai proses terjadinya pengikisan pada bagian-bagian tertentu di muka bumi. Materi dari bagian yang mengalami pengikisan tersebut dapat mengalami perpindahan dari tempat asalnya. Proses perpindahan materi tersebut dinamakan transportasi. Berdasarkan penyebabnya, erosi dapat dibedakan menjadi lima jenis sebagai berikut.

Ablasi, yaitu erosi yang terjadi karena aliran air yang mengikis batuan atau permukaan bumi. Saat terjadi hujan di gunung, batuan dan tanah yang ada di permukaan gunung terkikis oleh air hujan yang mengalir dari puncak ke kaki gunung. Deflasi terjadi karena adanya hembusan angin yang mengikis permukaan bumi. Contohnya, angin laut yang berhembus dari laut ke daratan dapat mengikis batuan dan pasir yang ada di daerah pantai.

Korosi terjadi karena hembusan angin yang membawa butiran pasir. Angin yang meniupkan butiran pasir menerpa bagian batuan tertentu sehingga batuan tersebut melapuk dan terkikis. Abrasi terjadi di pantai karena gelombang air laut mengikis tepian pantai. Contohnya, pasir pantai dan karang yang tergerus oleh gelombang laut yang surut. Eksarasi merupakan erosi yang terjadi karena gerakan es yang mencair atau gletser. Air dari es yang mencair di puncak gunung salju mengikis permukaan gunung di sepanjang jalur yang dilalui.

3. Sedimentasi / Pengendapan
Sedimentasi merupakan proses pengendapan material hasil erosi pada tempat tertentu. Semua yang mengendap kemudian akan menyatu dan membentuk batuan baru yang disebut batuan sedimen. Berdasarkan penyebabnya, sedimentasi dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
Sedimentasi akuatis atau sedimentasi karena air sungai, yaitu proses pengendapan materi-materi yang terbawa oleh aliran air di tempat-tempat yang dilaluinya. Hasil pembentukan dari proses sedimentasi fluvial adalah delta dan bantaran sungai. Delta berupa daratan di dekat pantai yang terbentuk karena pengendapan lumpur, tanah, pasir dan batuan yang terbawa oleh air sungai. Adapun bantaran sungai merupakan daratan semacam delta yang terbentuk di tepi sungai.

Sedimentasi aeolis atau sedimentasi karena angin, yaitu proses pengendapan materi-materi yang terbawa oleh hembusan angin di tempat-tempat yang dilalui oleh tiupan angin tersebut. Hasil pembentukan dari proses sedimentasi aeolis antara lain adalah gumuk pasir (sand dunes). Sedimentasi marine atau sedimentasi karena air laut, yaitu proses pengendapan material yang terbawa oleh gelombang air laut. Hasil pembentukan dari proses sedimentasi marine antara lain tumpukan karang di pantai, bar (endapan pasir yang panjang seperti pematang) di pantai, tombolo (bar yang terbentuk dekat pantai dan terhubung dengan daratan), serta karang atol (karang yang bentuknya terputus-putus).

Kenampakan-kenampakan alam yang terbentuk akibat adanya proses sedimentasi oleh tenaga air antara lain delta, nehrung, tombolo, dataran banjir. Delta adalah endapan tanah yang terdapat di muara sungai. Bentuk-bentuk delta antara lain delta kipas, delta runcing, dan delta kaki burung atau lobben, Nehrung adalah endapan pasir tepi pantai yang melintang seperti lidah banyak dijumpai di sekitar teluk atau estuaria.

Tombolo adalah endapan pasir yang menghubungkan daratan dengan pulau yang berada di dekat pantai. Dataran banjir adalah dataran yang berada di kanan kiri sungai dan terbentuk akibat luapan saat terjadi banjir.

Itulah pembahasan dari topik kita kali ini semoga dapat menambah wawasan sobat :)
Jangan lupa klik share ya :)

Thursday, November 02, 2017

Contoh Pantun Teka Teki dan Jawabannya | Pengertian, Macam-Macam dan Ciri-ciri

Contoh Pantun Teka Teki dan Jawabannya , Pengertian,  Macam-Macam dan Ciri-ciri - Selamat datang di Lokerilmu, hay sobat loker. Sudah pernah mendengar tentang pantun ? sepeperti apakah pantun itu ? pada kali ini kita akan mengulas beberapa hal mengenai pantun, untuk lebih lengkapnya simak penjelasan di bwah ini.

Pengertian Pantun
Pantun adalah salah satu jenis puisi melayu lama asli indonesia yang di dalam pantun terdiri dari sampiran dan isi dengan rima a-b-a-b. Kata “Pantun” tersebut berasal dari bahasa jawa kuno yaitu tuntun, yang berarti mengatur atau menyusun. Pantun adalah sebuah karya yang tidak hanya memiliki rima dan irama yang indah, namun juga mempunyai makna yang penting

Ciri-ciri Pantun
untuk mrmbedakan pantun dengan puisi, pantun sendiri memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Pantun Mempunyai Bait : Pada setiap bait pantun disusun oleh baris – baris. Satu bait terdiri dari 4  baris.
2. Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata.
3. Setiap bait pantun terdiri atas sampiran dan isi. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, baris ketiga dan keempat merupakan isi.
4. Setiap baris terdiri dari 4 – 6 kata.
5. Pantun Bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b atau sajak lain)

Macam-Macam pantun
1. Berdasarkan Siklus Kehidupan (usia)  :
a. Pantun Anak – Anak : Pantun yang ada kaitannya dengan kehidupan pada masa kanak – kanak.
b. Pantun Orang Muda : Pantun yang ada kaitannya dengan kehidupan pada masa muda.
c. Pantun Orang tua : Pantun yang ada kaitannya dengan Orang Tua.

2. Berdasarkan Isinya :
a. Pantun Jenaka : Pantun yang di dalam isinya ada keterkaitan dengan hal – hal lucu dan menarik.
b. Pantun Nasihat : Pantun yang di dalam isinya ada keterkaitan dengan nasihat.
c. Pantun Teka – Teki : Pantun yang di dalam isinya ada keterkaitan dengan teka teki.
d. Pantun Kiasan : Pantun yang di dalam isinya ada keterkaitan dengan kiasan yang biasanya untuk menyampaikan suatu hal secara tersirat.

Baca Juga : Pengertian Zaman Prasejarah dan Pembagian Zaman

Contoh Pantun :

1. Bersama-sama belajar yoga,
Agar badan sehat selalu,
Matanya empat kakinya tiga,
Jalan membungkuk kulitnya layu?
(Jawabannya: Kakek-kakek)

2. Janganlah kamu suka mengolok,
Bisa-bisa rugi akhirnya,
Ada daun tak punya pokok,
Setiap bangunan memilikinya?
(Jawabannya: Pintu)

3. Mencari ikan di tengah kali,
Memakai umpan berupa cacing,
Badannya sangat luas sekali,
Banyak bulunya tidak berdaging?
(Jawabannya: Karpet)

4. Menanam pohon di taman luas,
Taman pun indah berwarna-warni,
Ia termasuk binatang buas,
Janggutnya lebat dan pemberani?
(Jawabannya: Singa)

5. Pergi bertemu si pandai besi,
Ia membuat pedang biasa,
Dicari-cari sulit sekali,
Bila ketemu dibuang ia?
(Jawabannya: Upil)

6. Jikalau tuan tajuk cendana,
Ambil gantang sukatkan pulut,
Jikalau tuan bijak bijaksana,
Binatang apa tandung di mulut?
(Jawabannya: Nyamuk)

7. Jikalau tuan tajuk cendana,
Ambil gantang sukatkan padi,
Jikalau tuan bijak bijaksana,
Binatang apa bertandung di kaki?
(Jawabannya: Ayam Jantan)

8. Belayar perahu dari Berandan,
Menuju arah Selat Malaka,
Lebar kepala dari badan,
Apakah itu cobalah terkat?
(Jawabannya: Ikan pari)

9. Burung nuri burung dara,
Terbang ke sisi taman kayangan,
Cubalah cari wahai saudara,
makin diisi makin ringan,
(Jawabannya: Balon)

10. Bukan kerang atau siput,
Berkaki bertangan bukannya kompot,
Terkelip-kelip duduk terseliput,
Merayap sepanjang di paya di rumput.
(Jawabannya: Penyu)

Baca Juga : Mata Pencaharian Penduduk Indonesia

11. Diukur dijangka-jangka,
Burung merak burung angkasa,
Dengar tuan saya meneka,
Layang-layang gagah perkasa.
(Jawabannya: Kapal terbang)

12. Pokoknya bulat dan juga rendang
Masam dan hijau ketika muda
Buahnya berbentuk seperti bintang
Sudah masak, kuninglah ia.
(Jawabannya: Belimbing)

13. Ada sebiji roda pedati,
Bentuknya bulat daripada besi
Bila bermain diikat sekuat hati
Dilempar hidup dipegang mati?
(Jawabannya: Gasing)

14. Kalau tuan bawa keladi,
Bawa juga sipucuk rebung,
Kalau tuan bijak bestari,
Apa binatang tandung di hidung.
(Jawabannya: Badak)

15. Jika tuan membeli tikar
Tikar anyaman dari mengkuang
Kalau tuan bijak pintar
Ular apa membelit pinggang?
(Jawabannya: Tali pinggang)

17. Kalau tuan muda teruna,
Pakai seluar dengan gayanya,
Kalau tuan bijak laksana,
Biji di luar apa buahnya,
(Jawabannya: Buah Jambu Mede)

18. Buah budi bedara mengkal
Masak sebiji di tepi pantai
Hilang budi bicara akal
Buah apa yang tidak bertangkai?
(Jawabannya: Buah hati)

19. Kelap-kelip kusangka api
Kalau api mana asapnya?
Hilang ghaib disangkakan mati
Kalau mati mana kuburnya?
(Jawabannya: Kilat di langit)

20. Budak-budak bermain batu
Batu dikira satu persatu
Badannya lurus bermata satu
Ekornya tajam apakah itu?
(Jawabannya: Jarum)

21. Mak Minah menanak minyak
Kemenyan dibakar dengan setanggi
Dua peha beranak banyak
Untuk mendaki tempat yang tinggi?
(Jawabannya: Tangga)

22. Jika ke kedai pergi berbelanja
Belikan saya sudu dan senduk
Jika pandai katakan ia
Semakin berisi semakin menunduk?
(Jawabannya: Padi)

Baca Juga : Bentuk Muka Bumi Pada Daratan dan Lautan

23. Orang bekerja diberikan upah
Hidangan disaji dalam talam
Gajah putih ditengah rumah
Layar terkembang di waktu malam?
(Jawabannya: Tirai/kelambu)

24. Gigi berduri telah bersigai
Pembelah kayu ia berguna
Jika tuan orang yang pandai
Benda apakah makannya dua cara?
(Jawabannya: Gergaji)

25. Pisau lipat dimainnya kera
Tangannya luka lalu terjun
Makan kuat tidak terkira
Kenyangnya tidak tahi bertimbun?
(Jawabannya: Api)

26. Tuan puteri belajar menari
Tari diajar oleh Pak Harun
Kalau tuan bijak bestari
Apa yang naik tak pernah turun?
(Jawabannya: Umur)

27. Jarang pergi ke toko jam
Jika pun pergi turunlah hujan
Binatang ini bergigi tajam
Bila pergi sambil tiduran
(Jawaban: buaya)

28. Punya tubuh dan juga tangan
Hilang kepala pun juga kaki
Suka menolong di kala hujan
Coba tebak apakah ini?
(Jawaban: jas hujan)

29. Hidup tenang di dalam desa
Punya pemimpin jumlahnya satu
Buruh buruh rajin bekerja
Askar bertugas setiap waktu
(Jawaban: semut)

30. Bersama sama belajar yoga
Agar badan sehat selalu
Matanya empat kakinya tiga
Jalan membungkuk kulitnya layu
(Jawaban: kakek- kakek)

31. Ialah sang pemberani
Rumahnya ada di goa batu
Mataku tiga berwarna warni
Tak punya tangan kakipun satu
(Jawaban: lampu merah)

32. Berpindah tempat ke kota Medan,
Jangan lupa membawa baju,
Kakiku empat tak punya badan,
Coba terka siapakah aku?
(Jawabannya: Kursi/Meja)

33. Pak Hitam masuk ke hutan
Membawa pulang kayu utas
Bentuknya bak buah rambutan
Mau dimakan badannya dipulas
(Jawaban: Buah pulasan)

34. Makan nasi berulam raja
Ditambah dengan sambal sotong
Kalau adik pandai menerka
Binatang apa tidurnya tergantung?
(Jawaban: Kelelawar)

35. Pergi berjalan di waktu petang
Singgah makan rujak kangkung
Binatang apa badannya panjang
Kalau diusik badannya digulung?
(Jawaban: Ular gonggok)

36. Sakit terkena duri semalu
Ketika menangkap ikan siakap
Kalau adik ingin nak tahu
binatang apa pandai bercakap
(Jawaban: Burung tiung)

37. Sungguh manis buah melaka
Dibuat oleh si anak dara
Lehernya panjang tidak terkira
Kerap makan pucuk pohon saja
(Jawaban: Jerapah)

38. Sarapan pagi makan roti
Sedap dimakan dengan madu
Garang betul binatang ini
Kejar orang hendak menyudu
(Jawaban: Angsa)

39. Naik Bajai ke rumah Pak Harun
Untuk melihat permainan gasing
Binatang ini sangatlah gerun
Menggigit mangsa mengoyak daging
(Jawaban: Ikan hiu)

40. Berwajah cantik berbadan langsing
Menjadi impian muda dan mudi
Binatang ini berpinggang ramping
Jika menggigit sakit sekali
(Jawaban: Semut kerengga)

Baca Juga : 16 Contoh Teks Eksplanasi | Pengertian dan Penjelasan Lengkapnya

41. Perut lapar segeralah makan
Agar sehat jangan terlalu kenyang
Sungguh indah warna warni ikan
Ikan apa yang tidak bisa berenang?
(Jawaban: Ikan Plastik)

42. Cari uang ke pasar baru
Wujudkan mimpi jadi kaya
Kalau mau kaya manusia mampu
Lalu binatang apa yang kaya ?
(Jawaban: Ber-uang)

43. Pergi ke pasar membeli bawang
Siapkan keluarga sajian soto
Lihat ular di kebun binatang
Kadal apa yang ada di toko?
(Jawaban: Kadal-uarsa)

44. Siapa pun ingin jadi orang senang
Kecuali yang mau selalu hidup susah
Semua pasti basah jika ikut berenang
Orang apa yang rambutnya tidak basah?
(Jawaban: Orang Botak)

45. Jalan-jalan ke Kota Kendari
Beli oleh-oleh buat kemenakan
Jawablah teka teki ini jika pandai
Apa persamaan KTP dan Telur Asin?
(Jawaban: Sama sama pakai stempel)

Itulah pembahasan mengenai topik kali ini semoga sobat dapat terbantu :)
Jangan lupa untuk share ya :)
buku paket kelas 7

Pengertian Zaman Prasejarah dan Pembagian Zaman Prasejarah Berdasarkan Geologi Di Indonesia

Pengertian Zaman  Prasejarah dan Pembagian Zaman Prasejarah Berdasarkan Geologi Di Indonesia - Selamat datang di loker ilmu, Hay sobat loker, Kita kali ini akan mengenai zaman prasejarah di mana zaman tersebut masih dalam proses pembentukan bumi, untuk lebih lengkapnya simak penjelasan di bawah ini.

Pengertian
Pasti sobat sudah mengenal akan berbagai macam tulisan, ada tulisan latin, Arab, Jepang, Cina, ataupun India. Pada zaman dahulu, kira-kira 2.000 tahun yang lalu, orang Indonesia belum dapat membaca ataupun menulis. Peristiwa-peristiwa yang dialami hanya diingat saja, kemudian diceritakan dari mulut ke mulut kepada anak cucu. Oleh karena itu, kita tidak memperoleh peninggalan tertulis dari masa itu.

Zaman ketika belum ada seorang pun penduduk Indonesia dapat membaca dan menulis disebut zaman prasejarah. Sedangkan, masa dimana orang Indonesia telah dapat membaca dan menulis dinamakan zaman sejarah. Tentunya wilayah lain di luar Indonesia pun mempunyai zaman prasejarah dan zaman sejarahnya sendiri. Petunjuknya adalah apakah  seluruh penduduk wilayah tersebut telah mampu membaca dan menulis atau belum.

Baca Juga : Mata Pencaharian Penduduk Indonesia

Pembagian Zaman Prasejarah di Indonesia
Perkakas manusia sejarah Indonesia banyak ragamnya, terutama yang terbuat dari batu dan tulang. Peninggalan yang masih dapat dijumpai sekarang yang terbuat dari batu dan tulang. Sedangkan, perkakas yang terbuat dari kayu telah lapuk atau hancur dimakan masa. Perkakas yang dibuat oleh manusia prasejarah disebut artefak.

Perkakas yang dijumpai  bermacam-macam  bentuknya, ada yang kasar dan halus buatannya. Selain itu, dijumpai juga perkakas prasejarah yang terbuat dari logam. Logam yang dipergunakan adalah perunggu.
Berdasarkan bahan yang digunakan serta cara pembuatannya, zaman prasejarah Indonesia dibagi menjadi dua zaman, yaitu :

1. Zaman batu dan zaman logam (perunggu). Zaman batu terdiri :
   a. zaman batu  tua (Paleolithikum)
   b. zaman batu tengah (Mesolithikum)
   c. zaman batu  muda (Neolithikum).

Perkembangan Alam Kehidupan
Bumi kira-kira telah berumur 5.500.000.000 tahun (pendapat para ilmuwan dengan astronom). Karena panjangnya perjalanan waktu yang dialami bumi, maka para ahli geologi membaginya ke dalam masa-masa.

Mereka membagi masa bumi sejak bumi masih panas hingga sekarang. Umur tiap masa amatlah panjang, yakni jutaan tahun. Sekarang, perhatikan pembagian zaman berikut ini.

Baca Juga : Bentuk Muka Bumi Pada Daratan dan Lautan

1.Pembagian Zaman
Hasil  pembagian  zaman menurut para  ahli  adalah  sebagai berikut:

a) Arkaikum : Masa ini berumur kira-kira 3.500 juta tahun. Pada saat itu, bumi belum dingin, udara masih panas sekali, kulit bumi masih dalam proses pembentukan, dan belum ada tanda-tanda kehidupan.

b) Paleozoikum : Umur masa ini diperkirakan 600 juta tahun.  Ketika itu sudah mulai tampak tanda-tanda kehidupan. Binatang yang kecil-kecil (mikroorganisme) sudah mulai ada.

c) Mesozoikum : Umur masa ini kira-kira 225 juta tahun. Pada saat itu, kehidupan di bumi makin berkembang.  Binatang-binatang pada masa ini mencapai bentuk tubuh yang besar sekali.  Jenis burung pun sudah mulai ada. Namun, sesungguhnya mesozoikum merupakan zaman reptil. Jenis binatang inilah yang banyak sekali dijumpai pada masa ini. Kita mengenalnya sebagai Dinosaurus.

d) Neozoikum atau Kaenozoikum : Masa ini berlangsung sekitar 70 juta tahun yang lampau. Pada masa inilah keadaan bumi sudah betul-betul baik. Perubahan cuaca tidak begitu drastis walaupun zaman es masih ada. Kehidupan berkembang dengan pesat. Lebih lanjut, masa ini dibedakan lagi menjadi dua, yaitu:

  • Zaman tersier : Binatang-binatang raksasa makin menyusut jumlahnya. Keluarga binatang menyusui sudah mulai muncul dan beberapa jenis monyet dan kera telah mulai hidup pada zaman ini.
  • Zaman  kuarter : Zaman ini berlangsung kira-kira dua juta tahun yang lampau. Pada zaman ini telah ada tanda-tanda kehidupan manusia.  Zaman ini  terbagi lagi menjadi kala plestosin (Dilluvium) dan kala holosin (Alluvium). Umur kala plestosin tidak sepanjang masa yang lainnya. Kala ini justru merupakan suatu momen yang sangat penting, karena pada masa inilah menurut para ahli arkeologi mulai muncul manusia di muka bumi dan berlangsung kira-kira 2 juta sampai dengan 100.000 tahun yang lalu.

Itulah pembahan kita mengenai Zaman Prasejarah, semoga bermanfaat bagi sobat :)
Jangan lupa share ya :)

(buku paket kelas 7)

Mata Pencaharian Penduduk Indonesia

Mata Pencaharian Penduduk Indonesia - Selamat datang di lokerilmu, Hay sobat loker apa kabar ? apakah kalian sudah tau bahwa sebagian besar warga negara indonesia mata pencariannya adalah sebagai seorang petani.  Hal ini di sebabkan geografis indonesia dan mata pencarian yang terbesar kedua adalah nelayan hal ini karena indonesia memiliki laut yang lusa, untuk lebih lengkapnya mengenai mata pencaharian warga indonesia berdasarkan pembagian wilayahnya .

1. Daerah Pantai
Daerah pantai yang landai merupakan lahan bagi masyarakat yang profesinya rata-rata sebagai nelayan, karena selain lautnya tenang juga pantai yang landai merupakan tempat yang kaya akan keaneragaman ikan. Kehidupan penduduk yang berada di provinsi yang wilayahnya berupa kepulauan dengan pulau-pulau kecil, seperti Nusa Tenggara dan Kepulauan Maluku.

Pada umumnya, selain menangkap ikan, mereka juga menyelam untuk mengambil mutiara dan budidaya rumput laut dan kerang mutiara. Sedangkan, di daratan pantai nelayan membudidayakan tambak ikan, komoditi yang diunggulkan adalah bandeng dan udang.

2. Daerah Dataran Rendah
Daerah rendah yang landai merupakan lahan yang cocok untuk melakukan pembudidayaan dalam bidang pertanian, perkebunan, palawija, dan lain-lain. Kondisi yang demikian makin mendukung karena iklim Indonesia yang tropis menyebabkan lamanya penyinaran sinar matahari terhadap bumi banyak menyebabkan turunnya curah hujan dan banyaknya proses pelapukan, baik yang terjadi pada tumbuh-tumbuhan maupun yang terjadi pada bebatuan. Hal ini sangat memungkinkan suburnya tanah yang ada di wilayah negara Indonesia.

Baca Juga : Bentuk Muka Bumi Pada Daratan dan Lautan

Selain dimanfaatkan untuk pertanian, perkebunan, atau palawija, dataran rendah yang landai juga menyimpan potensi yang lain, misalnya terdapat sungai-sungai dan danau yang airnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kehidupan.

3. Daerah Dataran Tinggi
Dengan relief yang beranekaragam, Indonesia juga memiliki wilayah yang beriklim. Junghun telah membuat zonasi yang didasarkan pada ketinggian tempat, karena ketinggian tempat sangat berpengaruh terhadap suhu udara. Zonasi, artinya pembatasan wilayah berdasarkan ketinggian di atas permukaan air laut.

Dengan zonasi ini, Indonesia dapat merealisasikannya dalam hal teknik kesesuaian cuaca, misalnya untuk kelapa dan tebu ditanam di daerah tropis, tetapi jika dipaksakan menanam di daerah dataran tinggi, hasilnya tidak akan memuaskan.

Pada ketinggian antara 700 meter cocok untuk perkebunan karet, lebih dari 700 meter lebih cocok untuk ditanami perkebunan teh, dan di atas 1.000 meter cocok untuk ditanami hutan pinus.  Gunung api juga memiliki manfaat besar bagi kehidupan manusia. Belerang, sumber air panas, panorama indah, sumber energi panas bumi, seperti kawah Kamojang, kawah Gunung Salak.

Itulah mata pencarian warga negara indonesia yang berdasarkan tempat pembagiannya. Semoga bermanfaat bagi sobat :)
Jangan lupa share ya :)

Wednesday, November 01, 2017

Bentuk Muka Bumi Pada Daratan dan Lautan

 Bentuk Muka Bumi Pada Daratan dan Lautan - Selamat datang di lokerilmu. Hay, sobat loker jumpa lagi dengan saya, Apakah sobat loker pernah membayangkan bagaimanakah bentuk muka bumi ? Bumi merupakan salah satu planet yang berada di tata surya dengan urutan ke tiga dan satu-satunya planet yang memiliki kehidupan. Bumi terdiri atas daratan dan lautan. Bentuk muka bumi dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan.

Perubahan-perubahan yang terjadi pada muka bumi tersebut diakibatkan oleh adanya tenaga geologi yang berpengaruh terhadap kulit bumi sehingga baik di daratan maupun di lautan terjadi perbedaan atau variasi bentuk permukaan kulit bumi, disebut relief. Berdasarkan reliefnya, permukaan bumi terdiri atas dua macam, yaitu:

1. Relief Daratan
Relief adalah daratan perbedaan antara tinggi dan rendahnya permukaan bumi yang terjadi di darat. Relief daratan sendiri meiliki banyak bentuk. Ada yang berbentuk tonjolan, cekungan dan dataran yang luas. Selama tenaga endogen dan eksogen masih membuat gerakan maka relief daratan juga akan terus mengalami perubahan, yang termasuk ke dalamnya adalah:

a) Gunung : Bentuk permukaan bumi yang menjulang tinggi ke atas yang memiliki puncak lereng dan kaki gunung.
b) Pegunungan : Gugusan yang terdiri atas beberapa gunung.
c) Lereng : Suatu medan atau daerah yang permukaan tanahnya atau letaknya miring. Berdasarkan derajat kemiringannya, lereng sendiri dibedakan menjadi empat macam, yaitu:
 (1) lereng landai memiliki derajat kemiringan 0° - 5°
 (2) lereng curam memiliki derajat kemiringan 5° - 45°
 (3) lereng terjal memiliki derajat kemiringan 45° - 70°
 (4) lereng tegak memiliki derajat kemiringan 70° - 90

Baca Juga : Pengertian Suhu dan Alat Yang Digunakan Mengukur Suhu

d) Dataran rendah : Dataran yang memiliki ketinggian yang kisaran antara 200 meter dari permukaan air laut.
e) Dataran tinggi : Dataran yang memiliki ketinggian lebih dari 200 meter dari permukaan air laut.
f) Pematang : Bukit atau pegunungan yang puncaknya berderetderet.
g) Lembah : Bentuk muka bumi yang cekung dan umumnya dikelilingi oleh gunung atau pegunungan.
h) Depresi kontinental : Dataran yang letaknya lebih rendah dari permukaan air laut.

2. Relief Dasar Laut
Relief dasar laut adalah perbedaan tingi  dan rendah nya bentuk muka bumi di dasar laut. Dasar laut adalah permukaan bumi yang ada di dalam laut. Seperti relief daratan, relief dasar laut juga mempunyai kontur yang tidak berbeda dengan yang ada pada relief daratan. Ada dataran tingginya, ada lembahnya, ada juga pematangnya, yang termasuk ke dalamnya adalah:

a) Palung laut : Celah dalam yang terdapat di dasar laut.
b) Ambang laut : Dasar laut yang mencuat memisahkan satu perairan dengan perairan yang lain. Contohnya, ambang laut Sulawesi.
c) Gunung laut : Gunung yang berada di tengah laut. Contohnya, gunung Krakatau.
d) Laut dangkal : Laut yang kedalamannya kurang dari 200 meter.
e) Laut dalam : Laut yang kedalamannya lebih dari 200 meter.
f) Paparan benua (shelf) : Dasar laut yang melandai ke daratan dengan kedalaman rata-rata 200 m.
g) Lereng benua : Daerah yang lebih luas dari paparan dengan kedalaman antara 200 - 400 m.
h) Lubuk laut : Lembah di dasar laut yang berbentuk bulat dan luas yang terjadi karena adanya tenaga tektonik sehingga dasar laut turun.
i) Punggung laut : Pegunungan di dasar laut, tetapi sebagian punggungnya muncul di atas permukaan laut sehingga menyerupai deretan pulau-pulau.

Baca Juga : Komponen - Komponen Penyusun Ekosistem

Berdasarkan keadaan relief, bentuk muka bumi Indonesia dikelompokkan menjadi tiga daerah, yaitu:
1) Daerah Indonesia bagian barat : meliputi Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, dan pulau-pulau kecil yang mengelilinginya. Sedangkan, laut di sekitarnya termasuk laut dangkal. Daerah bagian barat disebut juga Paparan Sunda, dibatasi dengan garis Wallacea.
2) Daerah Indonesia bagian tengah : meliputi Pulau Sulawesi, Pulau Maluku, dan Nusa Tenggara, lautnya dalam, dibatasi oleh garis Wallacea di bagian barat dan garis Weber di bagian timur.
3) Daerah Indonesia bagian timur : meliputi Irian Jaya (Papua) dan Kepulauan Aru, disebut juga Paparan (dangkalan) Sahul, di bagian tengah dibatasi oleh garis Weber.

Keterangan : Garis Wallace adalah sebuah garis hipotetis yang memisahkan wilayah geografi hewan Asia dan Australasia.
Itulah pembahasan kita kali ini semoga bermanfaat bagi sobat :)
Jangan lupa klik share ya :)

Pengertian Suhu dan Alat Yang Digunakan Mengukur Suhu

Pengertian Suhu dan Alat Yang Digunakan Mengukur Suhu - Selamat datang di lokerilmu. Hay, sobat loker apa kabar ? pernah mendengar tentang suhu ? apakah sobat mengetahui suhu itu apa ? ya, jjika sobat belum mengetahuinya maka sobat wajib baca artikel kali ini, topik kali ini adalah Pengertian Suhu dan Alat Ukur Suhu untuk lebih jelas simak penejelasan di bawah ini ya sobat.

Pernahkah sobat berjalan di jalan beraspal pada waktu terik matahari dan kaki sobat tidak memakai sendal? Bagaimana rasanya? Tentu sobat akan merasa kepanasan. Tetapi sebalikn-ya, bila sobat berada di bawah pohon rindang, maka sobat akan merasa sejuk, apalagi bila berada di daerah pegunungan pada malam hari, pasti sobat merasa kedinginan.

Pengertian Suhu
Apakah suhu itu? Samakah suhu dengan panas? Benda yang panas mempunyai suhu yang tinggi, sedangkan benda yang dingin mempunyai suhu yang rendah. Jadi, ada hubungan antara suhu dengan panas, tetapi keduanya tidak sama. Suhu atau temperatur adalah derajat panas suatu benda, sedangkan panas merupakan salah satu bentuk energi yang dimiliki suatu benda. Pada umumnya, bila suatu benda diberikan panas suhunya akan naik.

Ketika telapak tangan kananmu dimasukkan ke dalam air es dan telapak tangan kirimu dimasukkan ke dalam air hangat, maka telapak tangan kananmu terasa dingin sedangkan telapak tangan kirimu terasa lebih panas. Tetapi bila kedua telapak tanganmu dimasukkan ke dalam air sumur maka telapak tangan kananmu menjadi terasa lebih hangat sedangkan telapak tangan kirimu menjadi terasa lebih dingin, padahal kedua telapak tanganmu dimasukkan ke dalam air yang bersuhu sama.

Hal ini menunjukkan bahwa alat peraba atau kulit manusia mudah dipengaruhi oleh suhu di sekitarnya sehingga tidak dapat digunakan untuk mengukur derajat suhu secara tepat.

Baca juga : Mengenal Bagian - Bagian Pada Mata dan Fungsinya

Alat-Alat Pengukur Suhu
Indra peraba manusia juga memiliki keterbatasan serta jangkauan karena tidak tahan menyentuh terhadap benda yang sangat dingin ataupun sangat panas. Oleh karena itu, sobat memerlukan suatu alat yang dapat digunakan secara pasti untuk menentukan derajat panas atau dingin-nya suatu benda. Maka sobat harus menggunkan alat berikut ini untuk mengukur suhu.

1. Termometer
Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya suhu suatu benda. Tinggi rendahnya suhu suatu benda ditunjukkan dengan pemuaian zat di dalam termometer. Makin tinggi suhu suatu benda, makin tinggi pula penunjukkan skala pada termometer. Sebuah termometer tebal Titik lebur raksa memiliki lubang pipa kapiler. Lubang pipa Pentolan kapiler berfungsi agar termometer peka terhadap dengan pemuaian raksa meskipun kecil.

Pentolan di bagian dinding tipis bawah dibuat dari kaca yang memiliki dinding tipis. Selain berfungsi sebagai tandon raksa, dinding pentolan yang tipis juga dapat menghantarkan kalor (panas) dari sesuatu yang diukur ke raksa yang berada dalam pentolan. Pipa kapiler termometer dilindungi tangkai kaca berdinding tebal. Tangkai ini berfungsi sebagai lensa pembesar sehingga memungkinkan penunjukan skala dapat dibaca dengan akurasi tinggi.

Umumnya, zat cair yang mengisi termometer adalah raksa. Mengapa? Karena raksa mempunyai beberapa keunggulan, antara lain:
1. Memiliki kecepatan dalam menyerap panas dari benda yang diukur suhunya.
2. Pemuaian pada termometer teratur.
3. Daerah ukurnya lebih besar karena raksa baru akan membeku pada suhu -39° C dan baru akan mendidih pada suhu 375° C.
4. Tidak membasahi dinding kaca.
5. Warnanya mengkilap sehingga mudah dilihat.

Meskipun termometer yang menggunakan raksa sebagi zat cair prngisinya mempunyai beberapa keunggulan, raksa juga memiliki kelemahan, yaitu:
1. Raksa tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu lebih rendah dari -39° C, padahal suhu di kutub utara dan selatan lebih rendah daripada suhu tersebut.
2. Raksa berharga mahal.
3. Bila tabungnya pecah, raksa sangat berbahaya.

Baca juga : Komponen - Komponen Penyusun Ekosistem

Selain raksa, zat cair lain yang sering digunakan sebagai zat yang juga digunakan untuk mengisi termometer adalah alkohol. Termometer alkohol mempunyai keuntungan, antara lain:
1. Alkohol dapat digunakan untuk mengukur suhu yang sangat rendah, sampai -114° C.
2. Alkohol lebih murah jika dibandingkan dengan raksa.
3. Alkohol lebih cepat mengalami pemuaian meskipun kenaikan suhunya kecil sehingga lebih akurat.

Di balik keunggulan termometer alkohol ia juga memiliki kelemahan, antara lain:
1. Pemuaiannya kurang teratur.
2. Tidak berwarna sehingga sulit dilihat.
3. Membasahi dinding kaca.
4. Tidak bisa digunakan untuk mengukur suhu benda yang tinggi, sebab pada suhu 78° C alkohol sudah mendidih.

Stulah pembahasan mengenai topik kita kali ini nantikan artikel berikutnya yang akan membahas tentang jenis termometer yang sering digunakan :)
Jangan lupa share ya kawan :)

Komponen - Komponen Penyusun Ekosistem

Komponen Ekosistem - Selamat datang di loker ilmu, hay sobat loker jumpa lagi. pada topik kali ini kita akan membahas mengenai komponen penyusun pada ekosistem, Pada ekosistem terdapat dua komponen penyususn utama yaitu kompoenen abiotik dan komponen biotik. untuk prnjelasan lebih lengkap baca penjelasan berikut.

Komponen Biotik
Komponen-komponen biotik adalah komponen ekosistem terdiri dari makhluk hidup yang dapat dikelompokkan berdasarkan perannya dalam rantai makanan meliputi produsen, konsumen, dan decomposer (pengurai).

1. Produsen yaitu tumbuhan yang memiliki zat hijau daun. Produsen mampu menangkap energi matahari melalui fotosintesis dan menyerap nutrisi dari tanah, menyimpan energi untuk digunakan oleh tumbuhan itu sendiri dan oleh organisme lain. Rumput, semak, pohon, lumut, dan beberapa bakteri juga bersifat autotrof sehingga dikelompokkan ke dalam produsen.

2. Konsumen adalah organisme salah satu anggota organisma yang kedua namun organisma tidak memiliki kemampuan untuk menangkap energi matahari, tetapi mengkonsumsi tanaman atau hewan untuk memperoleh energi yang digunakan untuk pertumbuhan dan kegiatan. Konsumen sendiri terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan pada sifat atau jenis makanan mereka :

a) Herbivora : organisme yang hanya makan tumbuh-tumbuhan, seperti seperti rusa yang merumput di padang rumput lembah Columbia, atau serangga menggigit daun geranium yang lengket.
b) Omnivora : jenis organisme yang memakan segalanya baik tumbuhan dan binatang, seperti beruang hitam.
c) Karnivora : Organisme yang hanya makan binatang, seperti elang ekor merah atau barat ular berbisa.

3. Dekomposer atau yang biasa di sebut organisme pengurai adalah organisme yang memperoleh energi dengan cara menguraikan bahan organik mati (detritus), menyerap sebagian hasil penguraian dan melepaskan unsur-unsur dan senyawa yang pada gilirannya diperlukan oleh tumbuh-tumbuhan. Organisme
yang termasuk dekomposer yaitu jamur, alga dan bakteri.

Baca juga : Mengenal Bagian - Bagian Pada Mata dan Fungsinya

Komponen Abiotik
Komponen Abiotik yaitu komponen yang terdiri atas bahan-bahan tidak hidup (nonhayati), yang meliputi komponen fisik dan komponen kimia pada suatu ekosistem. Sudah tentu tumbuhan dan binatang-binatang untuk tumbuh dan beraktivitas memerlukan beberapa faktor-faktor abiotik. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :

1. Iklim
Iklim sendiri ditentukan oleh berbagai faktor yang berinteraksi seperti cahaya matahari, curah hujan, suhu dan pola angin yang terjadi di suatu daerah, dan merupakan komponen abiotik yang paling penting dari ekosistem. Suhu, bersama-sama dengan curah hujan, menentukan apa-kah suatu ekosistem berupa padang rumput, hutan, atau kombinasi keduanya. Jumlah dan distribusi curah hujan suatu daerah dalam setahun berpengaruh terhadap jenis dan produktivitas tanaman suatu ekosistem.

2. Cahaya
Energi cahaya (cahaya matahari) adalah sumber energi utama dari semua ekosistem termasuk ekosistem air tawar. Cahaya adalah energi yang digunakan oleh tumbuhan hijau (yang mengandung butir hijau daun) untuk melangsungkan proses fotosintesis yaitu suatu proses pembentukan zat organik dari zat anorganik.  Faktor-faktor seperti banyaknya cahaya, intensitas cahaya, dan panjang periode terang (panjang siang) memainkan peran yang penting dalam satu ekosistem.

Di dalam ekosistem-ekosistem akuatik, banyaknya cahaya merupa-kan suatu faktor pembatas. Cahaya matahari pada ekosistem perairan yang dalam hanya menembus pada kedalaman tertentu.

3. Suhu
Suhu suatu perairan menggambarkan panas yang terdistribusi pada suatu volume tertentu di perairan itu. Matahari merupakan sumber panas utama untuk perairan. Suhu air dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ketinggian tempat, suhu udara, dan iklim. Suhu sebagai salah satu faktor penentu dalam ekosistem perairan sangat berpengaruh terhadap penyebaran suatu spesies, karena setiap spesies memiliki kisaran toleransi terhadap suhu yang berbeda-beda.

Distribusi tumbuhan dan binatang-binatang adalah sangat dipenga- ruhi oleh suhu yang ekstrim. Ekstremum-ekstremum di dalam temperatur

sebagai contoh musim yang hangat. Berikut adalah contoh-contoh dari pengaruh suhu terhadap makhluk hidup dalam suatu ekosistem.  Mekarnya bunga-bunga dari berbagai tumbuhan sepanjang hari dan malam sering karena perbedaan suhu antara siang malam. Bunga Wijayakusuma memerlukan suhu tertentu untuk mekar, itulah sebabnya bunga wijayakusuma mekar pada tengah malam. Pohon-pohon jati berganti daun setiap tahun menggugurkan daun-daun mereka pada waktu
musim panas.

4. Air
Air adalah salah satu habitat tumbuhan dan binatang akuatik. Air sangatlah penting bagi makhluk hidup dan semua organisma bergantung padanya untuk bertahan hidup. Tumbuhan di golongkan menjadi 3 kelompok menurut keperluan air mereka:

a) Hydrophyte adalah tumbuhan yang tumbuh dan berkembang dalam air misalnya, teratai.
b) Mesofit adalah tumbuhan dengan persyaratan-persyaratan air sedang, contoh bunga mawar.
c) Xerofita adalah tumbuhan yang berkembang dalam lingkungan-lingkungan kering di mana mereka sering kali mengalami kekurangan air misalnya kaktus dan tumbuhan sukulenta. Pohon gaharu yang banyak tumbuh di Nusa Tenggara Timur adalah xerofita-xerofita.

Udara di atmosfer
Udara adalah komponen terpenting setelah cahaya, karena udara memiliki unsur oksigen yang digunakan oleh tumbuhan dan binatang, gas CO2 dan Nitrogen.

a) Oksigen : Oksigen digunakan oleh semua organisma-organisma yang hidup selama pernapasan.
b) Karbon dioksida : Karbon dioksida dibutuhkan oleh tumbuhan hijau selama fotosintesis.
c) Nitrogen : Nitrogen bebas tidak dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tumbuhan dan hewan. Hanya beberapa makhluk hidup prokariotik atau amonia (NH3). Nitrogen diubah menjadi nitrat atau amonia oleh bakteri yang tertentu dengan bantuan kilat atau petir.

Baca juga : Rumus Matematika Kelas 6 Sd Yang Sering Muncul di UN

5. Tanah (faktor edafik)
Tanah berkembang dari bahan induk bagian atas dan merupakan campuran dari komponen komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen abiotik tanah meliputi tekstur tanah (ukuran partikel tanah), udara tanah, suhu tanah, air tanah, larutan tanah dan pH. Komponen biotik tanah yaitu organisma-organisma tanah. Jenis bahan induk di daerah tertentu mempengaruhi tekstur tanah. Kombinasi tekstur tanah, aliran air dan kimia menentukan vegetasi yang tumbuh di daerah tersebut.
Ukuran dari partikel-partikel tanah bervariasi dari tanah liat dengan partikel yang mikroskopis sampai pasir dengan partikel-partikel yang lebih
besar. Tanah liat adalah suatu campuran dari partikel-partikel pasir dan tanah liat. Tanah berpasir mempunyai aerasi yang bagus, air yang
berlebih dialirkan dengan dengan cepat, mengandung sedikit unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan, dan mudah untuk dinanami.

Tanah liat adalah cocok untuk pertumbuhan tanaman karena kaya akan mineral, tetapi sirkulasi udaranya jelek. Tanah memiliki banyak fungsi penting dalam ekosistem. Tanahmenyediakan unsur hara bagi tumbuhan, dan menyediakan habitat penting bagi organisme tanah. Tanah adalah penghubung yang penting antara komponen biotik dan abiotik dari ekosistem padang rumput.

Itulah bagian-bagian yang menyusun sebuah ekosistem tanpa bagian-bagian tersebut meski cuma kurang 1 saja maka tidak bisa dikatakan ekosistem, sekian pembahasan kita kali ini semoga dapat bermanfaat bagi sobat loker :)
Jangan lupa untuk share :)
source : ( PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP KELAS 7
SMP )